Wagub: PSK dan Mucikari Kalijodo Akan Difasilitasi Alih Profesi

Arsito Hidayatullah, Erick Tanjung

Minggu, 14 Februari 2016 | 17:30 WIB
Wagub: PSK dan Mucikari Kalijodo Akan Difasilitasi Alih Profesi
Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat. (Suara.com/Dwi Bowo Raharjo)

Suara.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat menegaskan pihaknya tetap akan membongkar kawasan esek-esek Kalijodo. Setelah dibongkar, tempat prostitusi itu akan diubah menjadi kawasan hijau.

"Kalijodo tetap akan kami tertibkan, mereka itu kan menempati di jalur hijau. Kami akan ubah fungsinya kembali menjadi jalur hijau," ‎kata Djarot saat ditemui di Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu (14/2/2016).

‎Menurut dia, di lokasi Kalijodo selain lokalisasi ada persoalan yang harus ditangani, yaitu kriminalitas, narkoba dan perjudian.

"Di Kalijodo ini ada tiga hal yang mennjol di samping prostitusi, yaitu ada kriminalitas, narkoba, terus perjudian," ujar dia.

 
‎Djarot menuturkan, saat ini pihaknya masih melakukan sosialisasi rencana penertiban kepada warga yang menempati kawasan tersebut, termasuk para mucikari dan pekerja seks komersial (PSK) di sana. Untuk mempermudah proses penertiban, pihaknya mendirikan posko di sana untuk mendata para mucikari dan PSK yang mau beralih profesi dan memfasilitasi pekerjaan baru bagi mereka setelah nanti tempat prostitusi itu dibongkar.

"Bagi mereka yang mau alih profesi, kami akan fasilitasi siapa pun itu‎. Kalau perlu mereka diikutkan pelatihan-pelatihan di Disnaker (Dinas Ketenagakerjaan)," terang dia.

Djarot mengaku telah pernah turun langsung ke Kalijodo dan bertemu langsung dengan para PSK. Rata-rata mereka berasal dari luar daerah dan tak punya KTP DKI Jakarta.

"Aku sudah masuk ke sana, dan aku tanya pada mereka. Semua dari daerah sekitar, seperti Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, Jawa Tengah. ‎Dan mereka tidak punya KTP (DKI Jakarta)," kata Djarot.

Dia mengakui warga Kalijodo itu belum terdata secara rapi. Rata-rata mereka banyak yang dari daerah Jawa Barat dan Banten.

"Dan mereka rata-rata datangnya malam hari. Saya datang ke sana sore, saya tanya mereka rumahnya ada yang di ‎Lebak, Pandeglang (Banten)," tambah dia.

Djarot menambahkan, upaya penertiban warga Kalijodo itu akan dilakukan dengan pendekatan persuasif. Mereka yang warga dan memiliki KTP DKI akan dipindah ke rumah susun.

"Kalau mereka mau ke runsun, kami pindahkan ke rusun," tutup dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bongkar Kalijodo, Pemerintah DKI Jakarta Diminta Tiru Sutiyoso

Bongkar Kalijodo, Pemerintah DKI Jakarta Diminta Tiru Sutiyoso

News | Minggu, 14 Februari 2016 | 13:23 WIB

Kalau Ahok Tak Sanggup Bongkar Kalijodo, Lulung: Biar Saya

Kalau Ahok Tak Sanggup Bongkar Kalijodo, Lulung: Biar Saya

News | Jum'at, 12 Februari 2016 | 22:55 WIB

Terkini

Gubernur Jateng Garansi Izin Kapal Nelayan Kecil Gratis: Ketemu Pungutan, Laporkan!

Gubernur Jateng Garansi Izin Kapal Nelayan Kecil Gratis: Ketemu Pungutan, Laporkan!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 14:20 WIB

iPhone XS Bekas Koruptor Laku Rp34 Juta, KPK Jamin Data Sudah Factory Reset

iPhone XS Bekas Koruptor Laku Rp34 Juta, KPK Jamin Data Sudah Factory Reset

News | Senin, 22 Juni 2026 | 14:16 WIB

Qodari Tolak Negosiasi Program MBG, Pengamat Nilai Bisa Picu Protes Publik Lebih Besar

Qodari Tolak Negosiasi Program MBG, Pengamat Nilai Bisa Picu Protes Publik Lebih Besar

News | Senin, 22 Juni 2026 | 14:07 WIB

Bukan Dibegal, Dua Korban Tewas di Selokan Bekasi Ternyata Korban Tawuran

Bukan Dibegal, Dua Korban Tewas di Selokan Bekasi Ternyata Korban Tawuran

News | Senin, 22 Juni 2026 | 13:55 WIB

Rano Karno Menangis di Sidang Paripurna HUT Jakarta: 'Jejak Jutaan Langkah, Keringat, dan Harapan'

Rano Karno Menangis di Sidang Paripurna HUT Jakarta: 'Jejak Jutaan Langkah, Keringat, dan Harapan'

News | Senin, 22 Juni 2026 | 13:53 WIB

Menteri PPPA Ungkap Kondisi Perempuan yang Diduga Disekap Pacar Selama Tiga Tahun di Bandung

Menteri PPPA Ungkap Kondisi Perempuan yang Diduga Disekap Pacar Selama Tiga Tahun di Bandung

News | Senin, 22 Juni 2026 | 13:53 WIB

KPK Bongkar Dedi Congor Nikmati Uang Panas Rp30 Miliar dari Kasus Bea Cukai

KPK Bongkar Dedi Congor Nikmati Uang Panas Rp30 Miliar dari Kasus Bea Cukai

News | Senin, 22 Juni 2026 | 13:47 WIB

Jejak Pelarian Michael Steven Berakhir: Buronan Kasus Pasar Modal Rp337 M Dipulangkan ke RI

Jejak Pelarian Michael Steven Berakhir: Buronan Kasus Pasar Modal Rp337 M Dipulangkan ke RI

News | Senin, 22 Juni 2026 | 13:44 WIB

Tanggapi Posisi Politik PDIP, AHY Singgung Pengalaman Demokrat Pernah Jadi Oposisi

Tanggapi Posisi Politik PDIP, AHY Singgung Pengalaman Demokrat Pernah Jadi Oposisi

News | Senin, 22 Juni 2026 | 13:43 WIB

Bantah Tudingan Zalim, Polisi Ungkap Perlakuan ke Roy Suryo dan dr Tifa di Tahanan

Bantah Tudingan Zalim, Polisi Ungkap Perlakuan ke Roy Suryo dan dr Tifa di Tahanan

News | Senin, 22 Juni 2026 | 13:37 WIB