Seperti Ini Bila Pengacara Warga Kalijodo Ngamuk ke Krishna Murti

Siswanto | Nikolaus Tolen | Suara.com

Jum'at, 19 Februari 2016 | 16:55 WIB
Seperti Ini Bila Pengacara Warga Kalijodo Ngamuk ke Krishna Murti
Razman Arif Nasution [suara.com/Oke Atmaja]
Pengacara warga Kalijodo, Razman Arif Nasution, memarah-marahi Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Krishna Murti karena membawa pasukan ke Kalijodo menjelang rencana penutupan kawasan tersebut. Kalijodo akan ditutup karena fungsi lahannya akan dikembalikan menjadi ruang terbuka hijau.

"Emang kalau anda sering masuk tv, terus jabatan anda sebagai dirkrimum, terus kami takut sama anda, nggak takut saya, jangan karena anda sering tampil dan anda berpikir paling jago di polda metro itu," kata Razman di gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat (19/2/2016).

Razman mengingatkan Krishna Murti agar hati-hati membawa pasukan ke kawasan Kalijodo. Kalau sampai ada warga yang menjadi korban, Razman mengancam akan melaporkan Krishna ke Divisi Pembinaan Profesi dan Pengamanan Polri.
 
"Krishna ini, saya lihat jangan mentang-mentang anda populer terus anda bisa suka-suka masuk ke dalam, kami mau lihat pernyataannya sedang inventarisir kalau ada yang saya anggap di luar konteks saya akan laporkan dia ke propam, sedang saya lihat konteksnya. Bilang sama Krishna Murti saya tantang dia," kata Razman.

Pengacara yang pernah menjadi terpidana kasus penganiayaan tersebut jengkel sekali dengan Krishna karena semalam, sampai menanyakan keberadaan tokoh Abdul Aziz alias Daeng Aziz, tokoh Kalijodo.

"Menurut orang sana si Krishna Murti nanya Daeng Aziz. Katanya mau cari saja, mana Daeng Aziz? Untuk apa cari-cari, kalau ada narkoba atau senpi ya tangkap saja, ilegal kalau ada sesuatu yang melanggar ya tangkap saja ngapain cari. Terus bilang lagi ibu mau melawan, kalau melawan ya tinggal sini saja pakai tenda saja. Itu kalimat yang saya dapat ya, saya hanya dapat info saja ya, bukan menuduh ini. Tapi kalau ini benar memang sedang saya inventarisir," kata Razman.

Suara.com - Razia semalam dilakukan setelah pemerintah memberikan surat peringatan satu kepada pemilik bangunan di Kalijodo. Dalam tempo tujuh hari, mereka harus membongkar sendiri bangunan. Kalau tidak mau, akan diberi SP 2, kemudian SP 3. Kalau tetap bertahan, aparat yang akan membongkar sendiri.

Sebelum SP 1, beberapa waktu yang lalu, pemerintah Jakarta sudah melayangkan surat pemberitahuan kepada warga yang isinya tentang rencana penutupan dan pembongkaran tempat prostitusi, usaha kafe, dan lokasi peredaran minuman keras di Kalijodo. Kawasan ini akan dikembali fungsinya menjadi ruang terbuka hijau.

Pemerintah menawarkan solusi alih profesi melalui pelatihan di balai latihan kerja, panti sosial, dan dibantu kalau penghuni Kalijodo ingin pulang ke daerah asal masing-masing. Sementara bagi pemilik bangunan yang tidak mempunyai tempat tinggal lain, tetapi punya KTP Jakarta, akan disiapkan rumah susun.

Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI Ika Lestari Aji menuturkan beberapa rusun yang disiapkan untuk tempat baru warga Kalijodo, antara lain Rusun Marunda di Jakarta Utara dan Rusun Pulogebang di Jakarta Timur.

"Nantinya, warga Kalijodo dapat direlokasi ke Rusun Marunda dan Rusun Pulogebang. Selain itu, masih ada rusun-rusun lain yang juga bisa dijadikan tempat relokasi warga Kalijodo, sedang kami siapkan," tutur Ika.

Pemerintah juga akan memberikan pelatihan di balai latihan kerja, terutama pekerja seksual Kalijodo. Bagi warga yang tak punya KTP Jakarta dan ingin pulang kampung, pemerintah akan memfasilitasi mereka.

Sebagian warga sudah mendaftar untuk menjadi penghuni rumah susun. Sebagian lagi pulang ke kampung halaman masing-masing. Sebagian lagi menolak pindah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Penjual Toko Kelontong Jadi Bos Pekerja Seks Kalijodo

Penjual Toko Kelontong Jadi Bos Pekerja Seks Kalijodo

News | Jum'at, 19 Februari 2016 | 16:51 WIB

Lulung Tuduh Ahok Pilih Gerakkan Polisi Ketimbang Dialog

Lulung Tuduh Ahok Pilih Gerakkan Polisi Ketimbang Dialog

News | Jum'at, 19 Februari 2016 | 16:41 WIB

Masjid Mubarakah Jadi Saksi Bisu Geliat Malam Kalijodo

Masjid Mubarakah Jadi Saksi Bisu Geliat Malam Kalijodo

News | Jum'at, 19 Februari 2016 | 16:21 WIB

Wakil Ketua MPR Minta Relokasi Warga Kalijodo Manusiawi

Wakil Ketua MPR Minta Relokasi Warga Kalijodo Manusiawi

News | Jum'at, 19 Februari 2016 | 16:15 WIB

Warga Kalijodo Tuntut Ganti Rugi

Warga Kalijodo Tuntut Ganti Rugi

Foto | Jum'at, 19 Februari 2016 | 15:49 WIB

Sebut Lulung dan Taufik Pendekar, Mereka Diminta ke Kalijodo

Sebut Lulung dan Taufik Pendekar, Mereka Diminta ke Kalijodo

News | Jum'at, 19 Februari 2016 | 15:22 WIB

Terkini

KPK: ASN Cilacap Sampai Harus Ngutang demi Setor Uang Rp10 Juta ke Bupati Syamsul Auliya

KPK: ASN Cilacap Sampai Harus Ngutang demi Setor Uang Rp10 Juta ke Bupati Syamsul Auliya

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 10:05 WIB

Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz

Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 10:00 WIB

Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan

Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:39 WIB

Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"

Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:32 WIB

Mendagri: Program 3 Juta Rumah Percepat Akses Hunian Layak bagi Masyarakat Kurang Mampu

Mendagri: Program 3 Juta Rumah Percepat Akses Hunian Layak bagi Masyarakat Kurang Mampu

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:32 WIB

Polisi Buru Kiai Ashari! Tersangka Cabul Santri Ponpes Pati Bakal Dijemput Paksa Jika Mangkir

Polisi Buru Kiai Ashari! Tersangka Cabul Santri Ponpes Pati Bakal Dijemput Paksa Jika Mangkir

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:23 WIB

Sedia Payung dan Jas, BMKG Ingatkan Jakarta Potensi Hujan Sore Ini!

Sedia Payung dan Jas, BMKG Ingatkan Jakarta Potensi Hujan Sore Ini!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 08:28 WIB

'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?

'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 08:07 WIB

Ketum TP PKK Ajak Warga Sulsel Tingkatkan Imunisasi Anak Demi Generasi Sehat

Ketum TP PKK Ajak Warga Sulsel Tingkatkan Imunisasi Anak Demi Generasi Sehat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 08:03 WIB

Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Mendagri Tito Bersama Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Balikpapan

Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Mendagri Tito Bersama Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Balikpapan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:54 WIB