Media Iran Perbesar "Bayaran" untuk Membunuh Salman Rushdie

Arsito Hidayatullah

Selasa, 23 Februari 2016 | 16:19 WIB
Media Iran Perbesar "Bayaran" untuk Membunuh Salman Rushdie
Salman Rushdie saat berbicara di sebuah acara pameran buku di Frankfurt, Jerman, 13 Oktober 2015 lalu. [Reuters/Ralph Orlowski]

Suara.com - Sejumlah media nasional Iran telah menambahkan sebanyak US$600.000 (sekitar Rp8 miliar) untuk hadiah atau "bayaran" membunuh Salman Rushdie. Seperti diketahui, penulis Inggris kelahiran India itu telah diserukan untuk dibunuh pada tahun 1989 lalu, lantaran menulis buku "Ayat-ayat Setan".

Pemimpin Revolusi Islam 1979 yang juga menjadi Pemimpin Agung Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini, mengeluarkan fatwa tersebut pada 1989. Intinya, kaum Muslim diserukan untuk membunuh Rushdie, karena sang penulis dinilai telah menjelek-jelekkan Islam. Ancaman itulah yang membuat Rushdie harus bersembunyi bertahun-tahun kemudian.

Kalangan garis keras Iran sejauh ini menilai fatwa Khomeini tersebut tidak dapat dicabut dan menjadi abadi sejak kematiannya. Untuk diketahui, sebuah organisasi keagamaan di Iran telah menawarkan hadiah sebesar US$2,7 juta (sekitar Rp36 miliar) bagi siapa pun yang bisa membunuh Rushdie. Tahun 2012, setelah sekian lama sejak fatwanya, angka "bayaran" itu pun ditingkatkan menjadi US$3,3 juta (Rp44 miliar).

Baru-baru ini, sebagaimana antara lain dilansir Reuters, kantor berita Fars di Iran pun merilis daftar berisi sekitar 40 media yang menambahkan jumlah "bayaran" tersebut. Fars sendiri termasuk di dalamnya, dengan tambahan dana sebesar US$30.000 (sekitar Rp400 juta).

"Media-media ini telah mengumpulkan US$600.000 hadiah dalam rangka peringatan ke-27 tahun fatwa historis tersebut, untuk menunjukkan bahwa (fatwa) itu masih hidup," ungkap Mansour Amiri, panitia pelaksana sebuah pameran teknologi digital baru-baru ini di mana penambahan dana "bayaran" itu diumumkan.

Amiri sendiri diketahui merupakan pimpinan Seraj Cyberspace Organisation yang berafiliasi dengan milisi sukarelawan Basij. Kelompok milisi ini dikenal bekerja sama dengan Garda Revolusi yang bertugas mempertahankan nilai-nilai revolusi di Iran. Diberitakan Farsi, pimpinan milisi itu sendiri terlihat turut menghadiri pameran teknologi tersebut.

Sejauh ini, agen Rushdie yang dihubungi tidak mau berkomentar apa-apa. Sementara pihak Kementerian Luar Negeri Iran juga masih belum bisa dihubungi. [Reuters]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pemimpin Agung Iran Minta Rouhani Waspadai Tipu Daya AS

Pemimpin Agung Iran Minta Rouhani Waspadai Tipu Daya AS

News | Rabu, 20 Januari 2016 | 00:13 WIB

Terkini

Antrean Solar Sumsel Belum Reda, Kebutuhan 2,8 Juta KL Hanya Dialokasikan 650 Ribu KL

Antrean Solar Sumsel Belum Reda, Kebutuhan 2,8 Juta KL Hanya Dialokasikan 650 Ribu KL

Sumsel | Rabu, 23 September 2026 | 20:21 WIB

Dari Lapangan Bola Sao Paulo ke Dunia Fashion, Havaianas x KidSuper Hadirkan Koleksi Sandal Unik

Dari Lapangan Bola Sao Paulo ke Dunia Fashion, Havaianas x KidSuper Hadirkan Koleksi Sandal Unik

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 20:16 WIB

Pasokan KRL PT INKA Terlambat, Dirut KAI Buka-bukaan di DPR

Pasokan KRL PT INKA Terlambat, Dirut KAI Buka-bukaan di DPR

News | Rabu, 23 September 2026 | 20:15 WIB

Ada Retakan di Rangka Bawah, PT KAI Tarik Kembali 7 Rangkaian KRL Buatan INKA

Ada Retakan di Rangka Bawah, PT KAI Tarik Kembali 7 Rangkaian KRL Buatan INKA

News | Rabu, 23 September 2026 | 20:15 WIB

Gen Z dan Conscious Unbossing: Saat Karier Tidak Harus Naik secara Vertikal

Gen Z dan Conscious Unbossing: Saat Karier Tidak Harus Naik secara Vertikal

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 20:15 WIB

Pidato Trump di Sidang Umum PBB Menyesatkan: Klaim Akhiri 8 Perang dan Musnahkan 97 Persen Narkoba

Pidato Trump di Sidang Umum PBB Menyesatkan: Klaim Akhiri 8 Perang dan Musnahkan 97 Persen Narkoba

News | Rabu, 23 September 2026 | 20:10 WIB

KPU Sebut Permohonan Denny Indrayana Cs Soal Ijazah Gibran Tak Penuhi Syarat PHPU

KPU Sebut Permohonan Denny Indrayana Cs Soal Ijazah Gibran Tak Penuhi Syarat PHPU

News | Rabu, 23 September 2026 | 20:09 WIB

Bosan dengan Rutinitas? Festival Spesial Ini Ajak Kamu Bahagia Tanpa Perlu Tunggu Momen Besar

Bosan dengan Rutinitas? Festival Spesial Ini Ajak Kamu Bahagia Tanpa Perlu Tunggu Momen Besar

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 20:07 WIB

Ganasnya DNA Balap Honda CBR, Dari Masalah Teknis hingga Dominasi ART di Mandalika Racing Series

Ganasnya DNA Balap Honda CBR, Dari Masalah Teknis hingga Dominasi ART di Mandalika Racing Series

Sport | Rabu, 23 September 2026 | 20:07 WIB

Tangkis Gugatan Denny Indrayana Cs, KPU Sebut PHPU Syarat Pendidikan Gibran Kedaluwarsa 905 Hari

Tangkis Gugatan Denny Indrayana Cs, KPU Sebut PHPU Syarat Pendidikan Gibran Kedaluwarsa 905 Hari

News | Rabu, 23 September 2026 | 20:04 WIB

×