ICW: Sektor Pelayanan Publik Paling Banyak Korupsi

Ardi Mandiri | Suara.com

Rabu, 24 Februari 2016 | 23:38 WIB
ICW: Sektor Pelayanan Publik Paling Banyak Korupsi
Ilustrasi korupsi. (Shutterstock)

Suara.com - Indonesia Corruption Watch (ICW) menyatakan pelayanan publik merupakan sektor yang paling rentan korupsi dilihat dari jumlahnya yang terbanyak selama 2015.

"Hal ini terbukti ketika korupsi terjadi di sektor pendidikan, transportasi dan kesehatan masuk dalam kategori lima terbanyak," ujar Staf Divisi Investigasi ICW Wana Alamsyah dalam pemaparan hasil pemantauan penanganan perkara korupsi di Jakarta, Rabu.

Kasus korupsi sektor pendidikan, transportasi dan kesehatan masing-masing sebanyak 71 kasus dan merugikan Rp185 miliar, 54 kasus dan merugikan Rp199 miliar serta 41 kasus dan merugikan Rp143,3 miliar dalam 2015.

Sedangkan sektor dengan kasus korupsi terbanyak adalah keuangan negara sebanyak 105 kasus dan merugikan negara sebesar Rp385,5 miliar dan sektor yang paling banyak merugikan negara adalah sosial kemasyarakatan sebesar Rp639,8 miliar sebanyak 50 kasus.

Berdasarkan data yang dipantau ICW, kata Wana, total kasus korupsi yang masuk dalam tahap penyidikan selama 2010-2015 berjumlah 3.042 kasus dengan total tersangka sebanyak 6.733 orang dan nilai kerugian negara Rp33,2 triliun serta nilai suap Rp999,6 miliar.

Dalam periode tersebut, ia mengatakan terdapat penurunan penanganan kasus korupsi pada 2012 dan 2015 yang diduga karena ada pergeseran kasus dan kriminalisasi pada KPK.

Sementara itu, total kasus korupsi selama 2010-2014, ujar Wana, sebanyak 2.492 kasus dengan nilai kerugian negara Rp30 triliun dan nilai suap Rp549 miliar.

"Ada sekitar 552 kasus atau sekitar 22 persen yang tidak jleas perkembangannya apakah sudah masuk tahap penuntutan atau masih dalam proses penyidikan," tutur dia.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri Kombes Pol Erwanto Kurniadi menyanggah data yang dipaparkan ICW dan menyebutkan jumlah kasus korupsi yang ditangani Polri lebih banyak dari data tersebut.

Ia menyebutkan kasus korupsi yang ditangani Polri hingga proses penyidikan pada 2010 sebesar 176, 2011 sebanyak 432 kasus, 2012 sebanyak 591 kasus, 2013 sebanyak 424 kasus dan 2014 sebanyak 569 kasus. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

KPK, Kejagung, & Polri Selamatkan Uang Negara Rp3 Triliun di 2015

KPK, Kejagung, & Polri Selamatkan Uang Negara Rp3 Triliun di 2015

News | Rabu, 24 Februari 2016 | 19:23 WIB

Ini Dia Lima Modus Korupsi Terbanyak 2015

Ini Dia Lima Modus Korupsi Terbanyak 2015

News | Rabu, 24 Februari 2016 | 19:00 WIB

Terkini

Setelah Eks Menag Ditahan, Kini Giliran Gus Alex Diperiksa KPK Hari Ini!

Setelah Eks Menag Ditahan, Kini Giliran Gus Alex Diperiksa KPK Hari Ini!

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 08:05 WIB

Waspada! Kakorlantas Soroti Titik Rawan Kemacetan dan Rekayasa Lalu Lintas Saat Mudik Hari Ke-4

Waspada! Kakorlantas Soroti Titik Rawan Kemacetan dan Rekayasa Lalu Lintas Saat Mudik Hari Ke-4

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 07:25 WIB

Korlantas Polri Terapkan One Way Nasional Mulai 18 Maret Hadapi Puncak Mudik

Korlantas Polri Terapkan One Way Nasional Mulai 18 Maret Hadapi Puncak Mudik

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 07:05 WIB

PDIP Kritik Pengelolaan Mudik 2026, Sebut Indonesia Masih Tertinggal dari China

PDIP Kritik Pengelolaan Mudik 2026, Sebut Indonesia Masih Tertinggal dari China

News | Senin, 16 Maret 2026 | 23:24 WIB

Mudik Lebaran 2026, KAI Sebut 300 Ribu Tiket Kereta Masih Tersedia

Mudik Lebaran 2026, KAI Sebut 300 Ribu Tiket Kereta Masih Tersedia

News | Senin, 16 Maret 2026 | 22:26 WIB

Bareskrim Bongkar Peredaran 14 Ton Daging Domba Australia Kedaluwarsa di Jakarta-Tangerang

Bareskrim Bongkar Peredaran 14 Ton Daging Domba Australia Kedaluwarsa di Jakarta-Tangerang

News | Senin, 16 Maret 2026 | 22:15 WIB

Menlu Iran Abbas Araghchi: Tak Ada Gencatan Senjata, Pembalasan Akan Terus Berlanjut!

Menlu Iran Abbas Araghchi: Tak Ada Gencatan Senjata, Pembalasan Akan Terus Berlanjut!

News | Senin, 16 Maret 2026 | 22:05 WIB

Viral! Walkot Muslim Kebanggaan Netizen Indonesia Panen Hujatan Setelah Bertemu Komunitas Yahudi

Viral! Walkot Muslim Kebanggaan Netizen Indonesia Panen Hujatan Setelah Bertemu Komunitas Yahudi

News | Senin, 16 Maret 2026 | 21:47 WIB

Momen Anwar Usman Bacakan Putusan MK Terakhir, Sampaikan Permohonan Maaf dan Pamit Jelang Pensiun

Momen Anwar Usman Bacakan Putusan MK Terakhir, Sampaikan Permohonan Maaf dan Pamit Jelang Pensiun

News | Senin, 16 Maret 2026 | 21:45 WIB

Rapper Bobby Vylan Teriakan Kematian untuk Tentara Israel di London, Komunitas Yahudi Ketar-ketir

Rapper Bobby Vylan Teriakan Kematian untuk Tentara Israel di London, Komunitas Yahudi Ketar-ketir

News | Senin, 16 Maret 2026 | 21:39 WIB