Legislator: Menteri Kalau Mau Berdebat di Rapat Kabinet Saja

Arsito Hidayatullah, Ummi Hadyah Saleh

Sabtu, 05 Maret 2016 | 14:04 WIB
Legislator: Menteri Kalau Mau Berdebat di Rapat Kabinet Saja
Rapat terbatas kabinet yang dipimpin Presiden Jokowi membahas Blok Masela di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (1/2/2016). [Antara/Widodo S Jusuf]

Suara.com - Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP), Dwi Ria Latifa, mengatakan bahwa perseteruan dua menteri di kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi), yaitu Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman Rizal Ramli dan Menteri ESDM Sudirman Said, soal Blok Masela, harusnya dilakukan dalam rapat kabinet saja dan bukan di tengah publik. Sementara menurutnya, perdebatan soal kebijakan pemerintah harusnya dilakukan DPR.

"Ribut sampai gebrak meja untuk kepentingan masyarakat luas, itu silakan, asal di dalam kabinet dan bila perlu di depan Presiden. Menurut saya, kalau mau ribut dan berdebat (soal kebijakan pemerintah), itu urusannya DPR yang (bertugas) mengkritisi, mengawasi. Jangan sampai mereka pula yang ribut," ujar Dwi, dalam diskusi publik bertajuk "Menteri Ribut Bikin Ribet", di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (5/3/2016).

 
Dwi pun menyayangkan adanya pernyataan Menko Kemaritiman Rizal Ramli di media sosial, yang mengkritisi kebijakan pembangunan gas alam abadi di Blok Masela dengan menggunakan skema kilang di laut (offshore). Menurutnya, menteri-menteri yang ingin mengkritisi kebijakan pemerintah harusnya dilakukan bukan di media sosial. Pasalnya menurutnya, hal ini bisa menimbulkan dugaan di tengah publik bahwa ada kepentingan di balik perseteruan itu.

"Nanti publik tanya, 'Ini ada apa?' Tiap hari komen di medsos. Hari gini masih komen. Padahal Pak Jokowi bilang, 'Kerja, kerja dan kerja!'" ucapnya.

Dwi menambahkan, Presiden Jokowi sendiri harusnya juga melihat peta politik, dalam pemerintahannya yang sudah berjalan satu tahun. Soalnya, perseteruan atau kegaduhan antar-menteri semacam ini akan menyebabkan terganggunya roda pemerintahan, jika masih saja terus berlanjut.

"Ini sudah tidak perlu (perseteruan antar-menteri), dan Presiden sudah harus melihat secara tepat apa yang terjadi. Karena Presiden sudah setahun. Jangan sampai nanti hal ini berkembang luas dan mengganggu kerja," ungkap anggota Komisi III DPR itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi Diminta Segera Selesaikan Kegaduhan Rizal-Sudirman

Jokowi Diminta Segera Selesaikan Kegaduhan Rizal-Sudirman

News | Sabtu, 05 Maret 2016 | 11:27 WIB

Jokowi Diminta Segera Selesaikan Kegaduhan Rizal-Sudirman

Jokowi Diminta Segera Selesaikan Kegaduhan Rizal-Sudirman

News | Sabtu, 05 Maret 2016 | 11:27 WIB

Menteri Berseteru, Jokowi: Jangan Ributkan yang Belum Putus

Menteri Berseteru, Jokowi: Jangan Ributkan yang Belum Putus

News | Jum'at, 04 Maret 2016 | 19:29 WIB

Menteri Berseteru, Jokowi: Jangan Ributkan yang Belum Putus

Menteri Berseteru, Jokowi: Jangan Ributkan yang Belum Putus

News | Jum'at, 04 Maret 2016 | 19:29 WIB

Terkini

Seperti Negara Otoriter! Aturan Izin Publikasi Survei dalam RUU Statistik Dikritik Akademisi

Seperti Negara Otoriter! Aturan Izin Publikasi Survei dalam RUU Statistik Dikritik Akademisi

News | Rabu, 23 September 2026 | 10:41 WIB

Pasar Kripto Kompak Menguat, CFX10 Naik 1,23 Persen

Pasar Kripto Kompak Menguat, CFX10 Naik 1,23 Persen

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 10:39 WIB

Rekomendasi Produk Viva untuk Eksfoliasi Wajah, Mulai Rp12 Ribuan

Rekomendasi Produk Viva untuk Eksfoliasi Wajah, Mulai Rp12 Ribuan

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 10:39 WIB

Skuad Timnas Indonesia Berubah Drastis, John Herdman Pakai Perumpamaan Formula 1 dan Reli

Skuad Timnas Indonesia Berubah Drastis, John Herdman Pakai Perumpamaan Formula 1 dan Reli

Bola | Rabu, 23 September 2026 | 10:39 WIB

Harga Cabai Merah Keriting Naik 25 Persen

Harga Cabai Merah Keriting Naik 25 Persen

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 10:37 WIB

Gara-gara AI, Warga Amerika Ramai-ramai Tolak Pembangunan Data Center: Kenapa?

Gara-gara AI, Warga Amerika Ramai-ramai Tolak Pembangunan Data Center: Kenapa?

News | Rabu, 23 September 2026 | 10:35 WIB

Hunian Murah Masih Jadi Incaran, Rumah Rp98 Juta Laku 2.000 Unit

Hunian Murah Masih Jadi Incaran, Rumah Rp98 Juta Laku 2.000 Unit

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 10:35 WIB

Polemik Shin Tae-yong dan Dirtek Java United Memanas, Persija Pilih Tempuh Jalur Komdis PSSI

Polemik Shin Tae-yong dan Dirtek Java United Memanas, Persija Pilih Tempuh Jalur Komdis PSSI

Bola | Rabu, 23 September 2026 | 10:31 WIB

Ulasan Hidup-Mati di Burma: Potret Kelam Kolonialisme dan Kepalsuan Manusia

Ulasan Hidup-Mati di Burma: Potret Kelam Kolonialisme dan Kepalsuan Manusia

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 10:30 WIB

Galaxy Watch Ultra2 Andalkan Vitals untuk Baca Pemulihan Tubuh Saat Tidur

Galaxy Watch Ultra2 Andalkan Vitals untuk Baca Pemulihan Tubuh Saat Tidur

Tekno | Rabu, 23 September 2026 | 10:30 WIB

×