Lima Tewas dalam Bom Bunuh Diri di Turki, Dua dari Israel

Liberty Jemadu

Minggu, 20 Maret 2016 | 05:22 WIB
Lima Tewas dalam Bom Bunuh Diri di Turki, Dua dari Israel
Para penyidik Turki sedang menyelidiki lokasi ledakan bom bunuh diri di Istanbul, Sabtu (19/3) [Reuters].

Suara.com - Ledakan bom bunuh diri menewaskan lima orang, termasuk sang pembawa bom, di Istanbul, Turki pada Sabtu (19/3/2016). Selain korban tewas, sebanyak 36 orang terluka akibat serangan yang menyasar kawasan pusat perbelanjaan tersebut.

Menteri Kesehatan Turki, Mehmet Muezzinoglu, mengatakan bahwa 36 orang terluka dan tujuh di antaranya dalam kondisi kritis. Sebanyak 12 orang dari korban cedera adalah warga asing.

Tiga warga Israel diduga tewas dan 11 lainnya terluka akibat serangan itu, demikian kata juru bicara Kemeterian Luar Negeri Israel. Ia mengatakan bahwa Israel telah mengirim sebuah pesawat untuk memulangkan warganya yang terluka.

Sementara secara terpisah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan bahwa ada dua warganya yang tewas. Pihaknya sedang mencari informasi lain yang menyebutkan adanya warga Israel lain yang tewas dalam insiden tersebut.

Netanyahu juga mengatakan bahwa pihaknya sedang mempelajari, apakah serangan itu memang menyasar warga Israel yang berada di Turki.

Selain warga Israel, satu korban tewas berasal dari Iran, demikian kata pejabat lokal Turki.

Ledakan itu sendiri terjadi di Jalan Istiklal, kawasan yang dipadati oleh toko-toko bermerek internasional dan konsulat asing. Ledakan itu membuat para pebelanja panik dan berlarian mencari tempat perlindungan.

Turki sendiri saat ini menghadap ancaman dari para militan suku Kurdi, kelompok yang memperjuangkan wilayah otonomi di tenggara Turki dan juga sedang bertempur di Suriah. Selain itu, kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) juga mengincar Turki.

Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas pemboman itu. Tetapi dua pejabat senior Turki mengatakan bahwa Partai Pekerja Kurdistan (PKK) dan ISIS berkemungkinan besar adalah otak serangan tersebut.

Kedua kelompok itu telah mengincar Turki di beberapa bulan terakhir. PKK mengklaim bertanggung jawab atas dua bom bunuh diri di Ankara pada Februari lalu, yang menewaskan 66 orang. Sementara ISIS menjadi dalang serangan bom bunuh diri di Istanbul pada Januari, yang menewaskan 12 turis Jerman. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Insiden Bom Bunuh Diri Terjadi di Istanbul

Insiden Bom Bunuh Diri Terjadi di Istanbul

News | Sabtu, 19 Maret 2016 | 18:30 WIB

34 Tewas Akibat Bom Mobil

34 Tewas Akibat Bom Mobil

Foto | Senin, 14 Maret 2016 | 11:31 WIB

Militan Kurdi Dalang Bom Mobil Ankara?

Militan Kurdi Dalang Bom Mobil Ankara?

News | Senin, 14 Maret 2016 | 02:18 WIB

Korban Tewas Bom Mobil Ankara Bertambah Jadi 27 Orang

Korban Tewas Bom Mobil Ankara Bertambah Jadi 27 Orang

News | Senin, 14 Maret 2016 | 01:29 WIB

Lagi, Serangan Bom Mobil Hantam Ankara

Lagi, Serangan Bom Mobil Hantam Ankara

News | Senin, 14 Maret 2016 | 00:57 WIB

Indonesia dan Turki Bahas Kerjasama Power Plant dan Perkapalan

Indonesia dan Turki Bahas Kerjasama Power Plant dan Perkapalan

Bisnis | Senin, 07 Maret 2016 | 13:52 WIB

Bom Truk ISIS Tewaskan 51 Orang di Irak

Bom Truk ISIS Tewaskan 51 Orang di Irak

News | Senin, 07 Maret 2016 | 08:56 WIB

Terkini

Prabowo Bakal Hadiri Puncak Harlah ke-28 PKB, Seluruh Pimpinan Parpol Diundang!

Prabowo Bakal Hadiri Puncak Harlah ke-28 PKB, Seluruh Pimpinan Parpol Diundang!

News | Senin, 06 Juli 2026 | 18:29 WIB

Di Depan Komisi X DPR, Mahasiswa UI Sebut Pemilihan Rektor Kini Disetir Menteri

Di Depan Komisi X DPR, Mahasiswa UI Sebut Pemilihan Rektor Kini Disetir Menteri

News | Senin, 06 Juli 2026 | 18:28 WIB

Klaim Bakal Diikuti 1 Juta Massa, Mitra MBG akan Demo di Patung Kuda, Ini 4 Tuntutannya

Klaim Bakal Diikuti 1 Juta Massa, Mitra MBG akan Demo di Patung Kuda, Ini 4 Tuntutannya

News | Senin, 06 Juli 2026 | 18:18 WIB

KPK Pantau Pemulihan Gus Yaqut, Hasil Medis Besok Jadi Kunci Kelanjutan Kasus Haji

KPK Pantau Pemulihan Gus Yaqut, Hasil Medis Besok Jadi Kunci Kelanjutan Kasus Haji

News | Senin, 06 Juli 2026 | 18:13 WIB

Gus Ipul Minta Kepala Sekolah Rakyat Utamakan Empati, Integritas, dan Anti-Bullying

Gus Ipul Minta Kepala Sekolah Rakyat Utamakan Empati, Integritas, dan Anti-Bullying

News | Senin, 06 Juli 2026 | 18:10 WIB

KY Siap Usut Dugaan Pelanggaran Etik 4 Hakim yang Vonis Nadiem Makarim 10 Tahun Penjara

KY Siap Usut Dugaan Pelanggaran Etik 4 Hakim yang Vonis Nadiem Makarim 10 Tahun Penjara

News | Senin, 06 Juli 2026 | 18:09 WIB

92 WN Tiongkok Pelaku Penipuan Investasi Dideportasi, Dicekal Masuk Indonesia Seumur Hidup

92 WN Tiongkok Pelaku Penipuan Investasi Dideportasi, Dicekal Masuk Indonesia Seumur Hidup

News | Senin, 06 Juli 2026 | 18:09 WIB

Bahas Isu Global Bersama PM Singapura, Prabowo Tegaskan ASEAN Utamakan Diplomasi

Bahas Isu Global Bersama PM Singapura, Prabowo Tegaskan ASEAN Utamakan Diplomasi

News | Senin, 06 Juli 2026 | 18:05 WIB

Calon Manajer Kopdes Berhak Tolak Latsarmil, Tak Boleh Didiskualifikasi

Calon Manajer Kopdes Berhak Tolak Latsarmil, Tak Boleh Didiskualifikasi

News | Senin, 06 Juli 2026 | 18:02 WIB

Bongkar Penembak Ibu Hamil di Papua, Yusril Beri 'Lampu Hijau' Komnas HAM Lakukan Investigasi

Bongkar Penembak Ibu Hamil di Papua, Yusril Beri 'Lampu Hijau' Komnas HAM Lakukan Investigasi

News | Senin, 06 Juli 2026 | 17:59 WIB

×