Cium Kaki Muslim, Paus: Produsen Senjata di Balik Teror Belgia

Liberty Jemadu | Suara.com

Jum'at, 25 Maret 2016 | 09:24 WIB
Cium Kaki Muslim, Paus: Produsen Senjata di Balik Teror Belgia
Paus Fransiskus mencium kaki seorang pengungsi dalam perayaan Kamis Putih (24/3) di sebuah penampungan pengungsi di Roma (Reuters/Osservatore Romano).

Suara.com - Paus Fransiskus merayakan ritual Kamis Putih (24/3/2016) dengan mencium kaki para pengungsi, termasuk tiga lelaki muslim, sembari mengecam para produsen dan pedagang senjata yang ditudingnya sebagai pihak yang turut bertanggung jawab atas teror di Brussels, Belgia, 22 Maret kemarin.

Dalam perayaan yang menjadi bagian dari Tri Hari Suci Paskah itu Paus mengulang ritual mencium kaki 12 orang yang 11 di antaranya adalah pengungsi. Ritual itu mengikuti teladan Yesus yang mencium kaki 12 rasulnya di perjamuan terakhir sebelum ia wafat.

"Kita semua, Muslim, Hindu, Katolik, Koptik, Evangelis adalah saudara. Anak-anak dari Tuhan yang sama. Yang ingin hidup dalam perdamaian, persatuan," kata Paus dalam misa yang dilangsungkan di sebuah penampungan pengungsi di utara Roma.

"Tiga hari lalu ada tindakan perang, penghancuran, di sebuah kota Eropa oleh orang-orang yang tak ingin hidup dalam perdamaian," lanjut lelaki Argentina itu.

"Di balik aksi itu ada produsen senjata, pedagang senjata, yang menginginkan darah ditumpahkan, bukan perdamaian, yang ingin perang, bukan persaudaraan," tegas dia.

Ia juga mengecam para pelaku teror Brussels yang disebutnya "mahluk-mahluk menyedihkan yang membeli senjata untuk merusak persaudaraan". Ia membandingkan mereka dengan Yudas Iskariot, salah satu murid Yesus yang mengkhinatinya demi 30 keping perak.

Paus-paus sebelum Fransiskus biasanya menggelar misa Kamis Putih di Gereja Santo Petrus atau gereja lainnya di Roma. Biasanya hanya lelaki Katolik dan biasanya para romo saja yang dicium kakinya oleh paus dalam ritual tersebut.

Tetapi setelah terpilih pada 2013 ia memulai tradisi baru, yang sebenarnya telah dia lakukan ketika menjabat sebagai Uskup Agung Buenos Aires, Argentina. Ia mencium kaki perempuan dan orang non-Katolik dalam ritual itu.

Kebiasannya itu sendiri dikecam oleh kelompok Katolik konservatif, yang menilainya menyimpang dari tradisi.

Adapun 12 orang yang terlibat dalam upacara malam tadi berasal dari Mali, Nigeria, Eritrea, India, Suriah, dan Pakistan. Ada empat perempuan di dalamnya, tiga di antaranya adalah umat Kristen Koptik dari Eritrea dan seorang perempuan Katolik Italia yang bekerja di penampungan itu.

"Kalian semua, dalam bahasa agama masing-masing, silahkan berdoa bersama kepada Tuhan agar persaudaraan ini menjangkiti seluruh dunia," ajak Paus Fransiskus. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Muslim di Manado Bantu Warga Kristiani Menyambut Paskah

Muslim di Manado Bantu Warga Kristiani Menyambut Paskah

News | Jum'at, 25 Maret 2016 | 00:30 WIB

Truk Menyingkir Dulu Malam Ini sampai Besok Hindari Macet di Tol

Truk Menyingkir Dulu Malam Ini sampai Besok Hindari Macet di Tol

News | Kamis, 24 Maret 2016 | 22:21 WIB

Djarot Sudah Koordinasi Jelang Paskah, Situasi Aman

Djarot Sudah Koordinasi Jelang Paskah, Situasi Aman

News | Kamis, 24 Maret 2016 | 19:03 WIB

Terkini

Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak

Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:31 WIB

Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi

Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:30 WIB

Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah

Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:19 WIB

Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi

Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:16 WIB

Strategi Prabowo Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen: Dari Dapur MBG hingga Perumahan Rakyat

Strategi Prabowo Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen: Dari Dapur MBG hingga Perumahan Rakyat

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:12 WIB

Pertahanan Israel Jebol? Rudal Iran Lolos, Potret Kota Dimona dan Arad Porak-poranda

Pertahanan Israel Jebol? Rudal Iran Lolos, Potret Kota Dimona dan Arad Porak-poranda

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:05 WIB

Karakteristik Berbeda dengan Nataru, Malioboro Mulai Dipadati Ribuan Wisatawan Mudik

Karakteristik Berbeda dengan Nataru, Malioboro Mulai Dipadati Ribuan Wisatawan Mudik

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:01 WIB

Prabowo Tegas ke AS: Investasi Boleh, Tapi Harus Ikut Aturan Indonesia

Prabowo Tegas ke AS: Investasi Boleh, Tapi Harus Ikut Aturan Indonesia

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:00 WIB

Prabowo Soal Tarif Resiprokal AS: Kepentingan Nasional Tak Bisa Ditawar-tawar

Prabowo Soal Tarif Resiprokal AS: Kepentingan Nasional Tak Bisa Ditawar-tawar

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 18:27 WIB

Presiden Prabowo Tegas! Jenderal Pun Bisa Disikat Jika Tak Sejalan Reformasi TNI-Polri

Presiden Prabowo Tegas! Jenderal Pun Bisa Disikat Jika Tak Sejalan Reformasi TNI-Polri

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 18:21 WIB