Suara.com - Menteri Pertanian dan Pangan Christian Schimdt mendatangi kantor Menko Perekonomian Darmin Nasution, Senin (4/4/2016). Kedatangan Schimdt tersebut langsung direspons positif oleh pemerintah.
Pasalnya, kedatangan Shimcdt ke Indonesia bisa memberikan angin segar bahwa Indonesia akan lolos melakukan negosisasi dalam menggolkan negosiasi perdagangan bebas Comprehensive Economic Partnership Aggreement (CEPA) dengan Uni Eropa (UE) dalam kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Jerman beberapa pekan mendatang.
"Kunjungan kerja dari pemerintah Jerman ini juga sekaligus mendukung kunjungan kerja yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia ke Uni Eropa (UE). Dengan begitu, pertemuan yang dilakukan antara Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution dengan Schmidt diharapkan dapat memuluskan rencana Indonesia untuk dapat bergabung dengan CEPA," kata Deputi Menko Perekonomian Bidang Kerjasama Ekonomi Internasional, Rizal Affandi Lukman, Senin (4/4/2016).
Saat ini, lanjut Rizal, Menteri Perindustrian dan Menteri Perdagangan tengah berada di Jerman untuk membahas atau bernegosiasi terkait UE CEPA. Tim perunding dari Indonesia akan bertemu dengan tim perunding dari UE.
"Saat ini Pak Menteri Perdagangan dan Perindustrian sedang berada di Brussel. Dan tim perunding Indonesia juga tim perunding dari Brussel (Belgia), dari UE, membahas mengenai CEPA antara Indonesia dan UE. Dan ini kalau disepakati, berarti perjanjian tersebut berlaku untuk 28 negara UE termasuk Jerman," katanya.
Ia mengaku, Indonesia akan bisa masuk dalam CEPA, pasalnya, banyak investor asal Jerman menanamkan modalnya di Indonesia di sektor farmasi, otomotif seperti kendaraan BMW, Mercedez, kemudian produk Adidas hingga ke industri farmasi.
"Kalau CEPA bisa diselesaikan antara Presiden Jokowi dan Presiden Komisioner Eropa. maka pemberlakuan CEPA bisa diumumkan. Hasilnya diperkirakan dalam waktu singkat atau 2 tahun, kita bisa mendapatkan manfaat luar biasa karena ada 28 negara Eropa yang menandatangani CEPA ini," ungkap Rizal.