Array

Inilah Kondisi Hari Kedua Uji Coba Penghapusan 3 in 1 di Jakarta

Rabu, 06 April 2016 | 10:21 WIB
Inilah Kondisi Hari Kedua Uji Coba Penghapusan 3 in 1 di Jakarta
Suasana kepadatan arus lalu lintas di kawasan Jalan Sudirman-MH Thamrin, Jakarta, Selasa (5/4/2016) malam, di hari pertama uji coba penghapusan aturan '3 in 1'. [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Sejak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerapkan uji coba penghapusan 3 in 1 di ruas jalan protokol Ibu Kota mulai Selasa (5/4/2016) kemarin tidak nampak satupun joki 3 in 1 di tepi jalan hari ini. Namun, pantuan lalu lintas di jalan kawasan Gatot Subroto tampak ada kemacetan kendaraan. Adapun kemacetan kendaraan mulai terlihat dari di Jalan Sudirman yang menuju Jalan MH Thamrin. Kemacetan arus lalu lintas juga nampak dari arah Jalan Kuningan Timur menuju Semanggi.

"Kalau ada 3 in 1 nggak ada kayak gini, makanya pas 3 in 1 dihapus, keluar semua mobilnya. Orang nggak 3 in 1, bebas kan," kata seorang Petugas Satuan Gatur Direkotrat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya Aiptu Aditya saat ditemui Rabu (6/4/2016).

Kondisi kemacetan juga terlihat di jalan Sudirman yang mengarah ke Jalan Thamrin.

"Di Jalan Sudirman menuju Thamrin dan sebaliknya, nggak ada antrian kendaraan," kata dia.

Menurutnya kawasan jalan Gatot Subroto menuju Slipi biasanya tidak ada kepadatan kendaraan sejak adanya penerapan 3 in 1.

"Biasanya jalanan depan Polda Metro itu lancar sampai jam 10. Biasanya kendaraan melaju 30 sampai 40 km perjam, tidak seperti sekarang kecepatan kendaraan paling hanya 10 sampai 20 km perjam," katanya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengatakan setelah kebijakan 3 in 1 disosialisasikan untuk dihapus, banyak kendaraan pribadi dengan seorang pengemudi memasuki kawasan 3 in 1.

"Tadi kita coba memang kelihatannya langsung pengendara bawa sendiri-sendiri dari arah Gajah Mada. Nanti polisi akan ukur kemacetan," ujar Ahok di kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Selasa pagi (5/4/2016).

Menurut Ahok, penghapusan 3 in 1 yang akan dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah benar, sebab apabila kebijakan ini terus diterapkan banyak masyarakat yang memanfaatkan dengan cara menjadi joki 3 in 1 beserta memanfaatkan anak kecil.

"Emang idealnya itu udah benar. Kan korbanin anak nggak mau juga. Kita pikirn setelah evaluasi dua miggu ini akan kita lihat," kata Ahok.

"Dulu kita pernah berpikir sebelum mencapai ERP (Electronic Road Pricing) bagaiaman caranya supaya tak ada eksploitasi anak-anak, tidak ada joki. Salah satu adalah ganjil genap sebetulnya, atau langsung ke ERP saja," jelasnya.

Diketahui, beberapa ruas jalan yang biasanya diterapkan aturan 3 in 1 ada di Jalan Sisingamangaraja, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan M.H. Thamrin, Jalan Medan Merdeka Barat dan Jalan Jenderal Gatot Subroto, hingga Jalan HR Rasuna Sahid (jalur cepat). 

Kebijakan ini berlaku mulai pukul 07.00 - 10.00 WIB dan 16.30 hingga 19.00 WIB setiap hari kerja.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI