Pemerintah Percayakan Pembebasan 10 WNI kepada Filipina

Pebriansyah Ariefana, Agung Sandy Lesmana

Minggu, 10 April 2016 | 18:13 WIB
Pemerintah Percayakan Pembebasan 10 WNI kepada Filipina
Kapolri Jenderal Badrodin Haiti [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan jika pemerintah telah menyerahkan kepada pemerintah Filipina terkait pembebasan 10 Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah disandera oleh kelompok milisi Abu Sayyaf.

"Kami percayakan bahwa pembebasan sandera itu dilakukan oleh otoritas di Filipina, apakah itu militer atau unsur yang lain," kata Badrodin saat menghadiri acara Police Expo di Gandaria City, Jakarta Selatan, Minggu (10/4/2016).

Menurut Badrodin, pembebasan 10 WNI itu oleh prajurit TNI terkendala dengan aturan yang ada di negara Filipina. Dengan aturan tersebut, kata Badrodin, tidak memungkinkan TNI bisa masuk ke teritori negara Filipina.

"Iya, dari kemarin sudah kami sampaikan bahwa memang untuk pasukan kami, tidak memungkinkan oleh konstitusi Filipina, untuk melakukan aksi di wilayah teritorialnya," kata dia.

Namun demikian, Badrodin mengatakan jika pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri telah meminta jaminan keamanan kepada pemerintah Filipina.

"Yang kami minta pada pemerintah Filipina, sesuai yang sudah dikoordinasikan oleh Menlu bahwa minta jaminan keamanan dari pada sandera," kata dia.

Lebih lanjut, Badrodin menambahkan jika usaha pemerintah masih sebatas koordinasi dengan otoritas Filipina melalui Kemenlu, dalam upaya pembebasan 10 WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf sejak 30 Maret 2016 lalu.

"Tentu masih berusaha juga. Kita hanya sebatas mengkoordinasikan," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Filipina Pastikan Pembebasan Sandera Abu Sayyaf Sedang Berjalan

Filipina Pastikan Pembebasan Sandera Abu Sayyaf Sedang Berjalan

News | Kamis, 07 April 2016 | 14:04 WIB

Pembebasan WNI, Menhan Berharap Tak Perlu Ada Operasi Militer

Pembebasan WNI, Menhan Berharap Tak Perlu Ada Operasi Militer

News | Kamis, 07 April 2016 | 13:24 WIB

Situasi Sehari Jelang Batas Akhir Tebusan Rp15 M Buat Penyandera

Situasi Sehari Jelang Batas Akhir Tebusan Rp15 M Buat Penyandera

News | Kamis, 07 April 2016 | 12:34 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×