Perluasan Digitalisasi Bansos di 41 Daerah, Gus Ipul: Transformasi Bangsa Mulai Dari Data

Fabiola Febrinastri, RR Ukirsari Manggalani

Selasa, 03 Februari 2026 | 16:52 WIB
Perluasan Digitalisasi Bansos di 41 Daerah, Gus Ipul: Transformasi Bangsa Mulai Dari Data
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat menghadiri acara Sosialisasi Piloting Digitalisasi Bansos dan Peran Pemerintah Daerah di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kemendagri, Jakarta, Selasa (3/2/2026) (Dok: Biro Humas Kemensos/Pian Ardiansyah)

Suara.com - Piloting digitalisasi bantuan sosial (bansos) di Banyuwangi, Jawa Timur pada akhir tahun lalu, dinilai telah sukses memberikan dampak positif pada peningkatan akurasi data, menurunkan exclusion dan inclusion error. Ke depan, piloting digitalisasi bansos akan diperluas di seluruh Indonesia.

"Kalau Pak Presiden sekarang cerita soal transformasi bangsa, salah satunya yang harus kita berani memulai adalah transformasi data. Dan untuk transformasi data, kata kunci pertamanya adalah mau terbuka," kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) pada acara Sosialisasi Piloting Digitalisasi Bansos dan Peran Pemerintah Daerah di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kemendagri, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Berdasarkan piloting digitalisasi bansos di Banyuwangi, ditemukan 77,7 persen data penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) yang masuk kategori exclusion error, yakni individu yang sebetulnya layak menerima bantuan namun justru tidak terdaftar.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul bersama Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk dan Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan, Selasa (3/2/2026) (Dok: Biro Humas Kemensos/Pian Ardiansyah)
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul bersama Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk dan Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan, Selasa (3/2/2026) (Dok: Biro Humas Kemensos/Pian Ardiansyah)

Dalam arahannya, Gus Ipul mengungkapkan melalui piloting digitalisasi bansos, dan setelah data diukur menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), tingkat kesalahan penargetan (exclusion error) pada penerima PKH di Banyuwangi dapat diturunkan secara signifikan menjadi 28,2 persen.

“Kita harus berbasis bukti, ini cukup bukti, dari 77,7 persen error, turun menjadi 28,2 persen dengan DTSEN. Dengan digitalisasi bansos nanti akan di bawah 10 persen. Dan otomatis kalau ini sukses, ini akan membantu DTSEN, membantu BPS untuk melakukan pemutakhiran data,” ujar Gus Ipul.

Digitalisasi bansos menjadi bagian dari transformasi digital melalui adopsi Digital Public Infrastructure (DPI) dan kecerdasan buatan (AI) sebagai pendukung program prioritas nasional untuk memperkuat tata kelola pemerintahan.

Gus Ipul menyampaikan melalui piloting digitalisasi bansos di Banyuwangi, terdapat beberapa hal yang bisa dipelajari. Pertama yaitu masyarakat merasa senang dengan cara baru untuk mendaftarkan bantuan sosial.

“Kalau dulu serba tidak enak, kata orang-orang, serba tidak enak. Ada tetangganya, ada saudaranya, ada lain-lain, tapi dengan ini, ada cara baru,” ujarnya.

Kemudian, petugas seperti pendamping sosial atau perangkat desa bisa tenang karena ada alasan mengapa pengajuan masyarakat diterima atau ditolak. “Pendamping itu bebannya luar biasa. Kalau (masyarakat) enggak dapat (bantuan), mereka protesnya ke pendamping,” tuturnya.

baca juga

Selanjutnya, terdapat proses perbaikan pada data, masyarakat bisa berpartisipasi dalam pemutakhiran data secara instan melalui mekanisme sanggah. Kemensos juga telah membuka sejumlah saluran dalam proses pemutakhiran data, seperti aplikasi SIKS-NG, Cek Bansos, Ground Check, Call Center, hingga WhatsApp Center.

Hal yang bisa dipelajari selanjutnya adalah adanya keyakinan atas kebenaran data karena diberikan langsung oleh yang bersangkutan (otentifikasi biometrics). Terakhir, adalah adanya pembelajaran dan edukasi masyarakat terkait pentingnya data administrative (bahaya meminjamkan KTP).

Tahun ini, piloting digitalisasi bansos akan diperluas di 40 Kabupaten/Kota dan 1 Provinsi, Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan mengajak seluruh Pemerintah Daerah untuk bersatu dan berkolaborasi dalam menyukseskan piloting digitalisasi bansos.

“Sekali lagi kepada kita semua, tim kerja kita, di daerah yang 40 Kabupaten/Kota dan juga satu provinsi Bali, sebagai piloting, kita kerja ramai-ramai, satu padu. Seperti Presiden sampaikan, semua Bersatu, kalua kita satu, nggak ada yang bisa lawan,” kata Luhut.

Luhut menambahkan proses piloting digitalisasi bansos akan berjalan mulai bulan ini, dan diharapkan selesai pada bulan Juli.

“Jadi saya berharap kita mempedomani arahan Presiden tadi. Teamwork kita kuat, karena kalau kita kerjakan, digitalisasi jalan, sebenarnya kita mengeksekusi program-program besar dari Pak Presiden. Semoga apa yang saya sampaikan bermanfaat untuk kita, dan kita bisa jalan, dan kita mulai bulan ini, dan kita harap Juli kita bisa selesai,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Nugroho Sulistyo Budi, Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, serta kepala daerah yang hadir secara langsung maupun melalui daring.***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026

Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026

News | Senin, 02 Februari 2026 | 22:13 WIB

Kemensos Kirim Ribuan Paket Bantuan Korban Banjir Subang

Kemensos Kirim Ribuan Paket Bantuan Korban Banjir Subang

News | Jum'at, 30 Januari 2026 | 15:11 WIB

Kemensos Terus Suplai Logistik dan Buka Posko Kesehatan Korban Longsor Cisarua

Kemensos Terus Suplai Logistik dan Buka Posko Kesehatan Korban Longsor Cisarua

News | Kamis, 29 Januari 2026 | 18:22 WIB

Kemensos Tindaklanjuti Usulan Sekolah Rakyat di Baubau, Sukamara, dan Aceh Besar

Kemensos Tindaklanjuti Usulan Sekolah Rakyat di Baubau, Sukamara, dan Aceh Besar

News | Rabu, 28 Januari 2026 | 18:17 WIB

Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera Paparkan 11 Prioritas

Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera Paparkan 11 Prioritas

News | Selasa, 20 Januari 2026 | 22:14 WIB

Mendagri Pimpin Rakor Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra

Mendagri Pimpin Rakor Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra

News | Kamis, 15 Januari 2026 | 19:38 WIB

Terkini

5 Alasan Tarik Tunai di ATM Masih Terasa Merepotkan di Era Digital

5 Alasan Tarik Tunai di ATM Masih Terasa Merepotkan di Era Digital

Jabar | Minggu, 20 September 2026 | 20:58 WIB

Gibran Sentil Pegawai SPPG yang Olok-olok Korban Keracunan MBG: Jangan Bully Anak-anak

Gibran Sentil Pegawai SPPG yang Olok-olok Korban Keracunan MBG: Jangan Bully Anak-anak

News | Minggu, 20 September 2026 | 20:51 WIB

6 Masalah Tarik Tunai Konvensional yang Bikin Orang Beralih ke Dompet Digital

6 Masalah Tarik Tunai Konvensional yang Bikin Orang Beralih ke Dompet Digital

Sulsel | Minggu, 20 September 2026 | 20:48 WIB

5 Masalah Keuangan yang Sering Dialami Wisatawan Indonesia di Luar Negeri

5 Masalah Keuangan yang Sering Dialami Wisatawan Indonesia di Luar Negeri

Jatim | Minggu, 20 September 2026 | 20:33 WIB

Di Hadapan Pemimpin Kota Dunia, Pramono Pamer Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,52 Persen

Di Hadapan Pemimpin Kota Dunia, Pramono Pamer Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,52 Persen

News | Minggu, 20 September 2026 | 20:32 WIB

Startup Digital Purwodadi Bangun Ekosistem Kreatif, Anak Muda Lokal Jadi Motor Penggerak

Startup Digital Purwodadi Bangun Ekosistem Kreatif, Anak Muda Lokal Jadi Motor Penggerak

Tekno | Minggu, 20 September 2026 | 20:30 WIB

Terbentur Modal, UMKM Sulam Kasab Aceh Bangkit Berkat PNM Mekaar dan BRI

Terbentur Modal, UMKM Sulam Kasab Aceh Bangkit Berkat PNM Mekaar dan BRI

Bri | Minggu, 20 September 2026 | 20:20 WIB

Untung Rugi PT 5 Persen, Bikin Parlemen Efektif atau Hanguskan Suara Rakyat?

Untung Rugi PT 5 Persen, Bikin Parlemen Efektif atau Hanguskan Suara Rakyat?

News | Minggu, 20 September 2026 | 20:15 WIB

Promo Eksklusif BRI dan The Langham: Diskon Jutaan Rupiah untuk Healing Keluarga

Promo Eksklusif BRI dan The Langham: Diskon Jutaan Rupiah untuk Healing Keluarga

Bri | Minggu, 20 September 2026 | 20:11 WIB

Pakai BRImo, Nikmati Diskon 50 Persen di Restoran The Langham Jakarta

Pakai BRImo, Nikmati Diskon 50 Persen di Restoran The Langham Jakarta

Bri | Minggu, 20 September 2026 | 20:07 WIB

×