Tito Karnavian Dapat Tugas dari JK Pelajari Jaringan Abu Sayyaf

Siswanto, Welly Hidayat

Selasa, 12 April 2016 | 13:35 WIB
Tito Karnavian Dapat Tugas dari JK Pelajari Jaringan Abu Sayyaf
Pelantikan Irjen Polisi Tito Karnavian sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Selasa (16/3/2016). [Setpres/Laily Rachev]

Suara.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris Komisaris Jenderal Tito Karnavian mendapat tugas khusus dari Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk mempelajari jaringan kelompok Abu Sayyaf. Kelompok Abbu Sayyaf saat ini masih menyandera 10 anak buah kapal asal Indonesia di kawasan Filipina Selatan, mereka minta tebusan Rp15 miliar.

‎"Ada tersangka yang ditangkap di sini, dulu pernah di Filipina itu juga banyak informasi. Informasi tersebut kami teruskan, kepada tim yang dipimpin oleh Bapak Wakil Presiden sehingga kita tidak melakukan operasi-operasi lain," ujar Tito di Mabes Polri, Selasa (12/4/2016).

Karena baru mendapatkan tugas, Tito belum bicara lebih jauh mengenai jaringan Abu Sayyaf.

"Garisnya apa, saya belum bisa sampaikan," ujar Tito.

Prinsip kerja BNPT, kata Tito, adalah membantu dan memahami jaringan Abu Sayyaf.

Selama ini, kata Tito, BNPT dan Polri telah melakukan sejumlah operasi penangkapan terhadap jaringan teroris di Indonesia.

Tito mengatakan teroris di Indonesia ada kaitan dengan kelompok Abu Sayyaf.

Sebelumnya Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq meminta pemerintah mengambil jalur negosiasi dalam membebaskan 10 WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

10 WNI Disandera, DPR Minta Belajar dari Operasi Filipina Gagal

10 WNI Disandera, DPR Minta Belajar dari Operasi Filipina Gagal

News | Senin, 11 April 2016 | 16:25 WIB

10 WNI yang Disandera Abu Sayyaf Dipastikan Dalam Kondisi Baik

10 WNI yang Disandera Abu Sayyaf Dipastikan Dalam Kondisi Baik

News | Senin, 11 April 2016 | 15:51 WIB

Pemerintah Percayakan Pembebasan 10 WNI kepada Filipina

Pemerintah Percayakan Pembebasan 10 WNI kepada Filipina

News | Minggu, 10 April 2016 | 18:13 WIB

Kapolri: Uang Tebusan 10 WNI di Filipina Ditanggung Swasta

Kapolri: Uang Tebusan 10 WNI di Filipina Ditanggung Swasta

News | Minggu, 10 April 2016 | 17:48 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×