Array

Jokowi Kumpulkan Klub Sepak Bola dan PSSI Provinsi di Istana

Jum'at, 15 April 2016 | 15:12 WIB
Jokowi Kumpulkan Klub Sepak Bola dan PSSI Provinsi di Istana
Presiden Joko Widodo di Istana [suara.com/Erick Tanjung]
Presiden Joko Widodo menerima perwakilan klub sepak bola dan asosiasi PSSI tingkat provinsi di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (15/4/2016). Pertemuan tersebut, antara lain membicarakan tentang perkembangan dan masa depan persepakbolaan Tanah Air.

"Senang sekali, gembira sekali bertemu pada siang hari ini, karena saya tahu bahwa bapak, ibu, dan saudara-saudara sekalian adalah tokoh yang telah lama menumbuhkembangkan persepakbolaan nasional," kata Jokowi.

Jokowi mengaku selama ini menerima banyak masukan dari masyarakat agar memajukan dunia sepak bola.

Jokowi mengaku risih melihat tim sepak bola di Tanah Air yang kalah peringkat dibandingkan dengan negara-negara tetangga, seperti Vietnam.

"‎Saya juga kadang-kadang risih sama tim tim kita kalah peringkat sama Vietnam. Ada sesuatu yang salah yang harus kita betulkan, ada sesuatu yang keliru yang harus kita perbaiki. Ini kita ngomong blak-blakan saja," ujar dia.

Jokowi berkomitmen untuk memajukan dunia sepak bola. Masalah yang sekarang menimpa organisasi olahraga ini diharapkan cepat selesai.

"Saya punya keyakinan seperti itu, agar kita semua khususnya persepakbolaan nasional kita benar benar memiliki prestasi, dan saya tahu bapak atau ibu dan saudara-saudara sudah mengerti semuanya, problemnya sudah tahu semuanya. Kita ini hanya memberikan ruang agar prestasi-prestasi itu betul-betul bisa muncul, itu tugasnya pemerintah," kata Jokowi.

Jokowi ingin reformasi persepakbolaan dilakukan secara menyeluruh.

"Saya ingin ada sebuah reformasi total dan kita harapkan nanti muncul klub klub bola, timnas yang betul betul disegani. Paling tidak di Asia. Atau masuk lagi ke tingkat dunia, saya kira keinginan rakyat itu," kata Jokowi.

‎Jokowi mengatakan pemerintah mendapatkan data dari FIFA yang menyebutkan bahwa persepakbolaan di Asia yang tumbuh dan memiliki prospek besar adalah China, India, dan Indonesia. Namun berdasarkan data digital yang bersumber dari media sosial, Indonesia adalah yang paling tinggi tingkat fanatisme-nya.

"Peluang ini sebetulnya memberi optimisme prospek ke depan industri sepak bola Indonesia, asal kita semua mengelolanya dengan betul. Dan saya yakin Bapak/Ibu, saudara sekalian mampu melakukan itu karena problemnya semua sudah tahu, masalahnya apa juga sudah mengerti," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI