Orang-orang Sepuh Korban 1965 Kini Mengungsi di LBH Jakarta

Siswanto, Ummi Hadyah Saleh

Jum'at, 15 April 2016 | 15:28 WIB
Orang-orang Sepuh Korban 1965 Kini Mengungsi di LBH Jakarta
Ketua Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan 1965-1966 Bejo Untung konferensi pers di LBH Jakarta [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Suara.com - Sedikitnya 80 korban pelanggaran HAM yang sebelumnya mengikuti pertemuan yang digelar Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan 1965-1966 di Bogor, Jawa Barat, sekarang mengungsi ke kantor Lembaga Bantuan Hukum Jakarta, Jumat (15/4/2016).

Pertemuan di Bogor sejatinya untuk mempersiapkan acara Simposium Nasional: Membedah Tragedi 1965 yang akan digelar di Hotel Aryaduta pada 18 - 19 April 2016. Simposium ini didukung oleh Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM Luhut Binsar Panjaitan dan Dewan Pertimbangan Presiden. Simposium ini rencananya akan dihadiri, antara lain, korban kasus HAM berat, Komnas HAM, politisi, TNI, dan mantan tahanan politik.

Puluhan warga itu terdiri dari berbagai usia. Sebagian besar sudah sepuh. Mereka menginap di kantor LBH Jakarta sejak semalam.

"Kami semua menginap di sini LBH karena mendapat penolakan dari FPI, Pemuda Pancasila dan Forum Komunikasi Masyarakat Cianjur, " ujar Bejo kepada Suara.com di gedung LBH Jakarta, Jumat (15/4/2016).

Setelah acara mereka di Bogor dibubarkan pada hari Kamis (14/4/2016), mereka menumpang bus ke Jakarta.

Di kantor LBH Jakarta, bapak-bapak dan kakek-kakek itu tidur dengan sarana seadanya. Sedangkan kaum perempuan diungsikan ke kantor LBH di Kalibata.

Bejo menceritakan selama perjalanan menuju LBH Jakarta, mereka mendapat kawalan petugas polisi dan TNI.

Korban 1965 datang dari berbagai daerah, seperti Sumatera, Jawa, Sulawesi, Balikpapan dan Jakarta.

Wajah orang-orang sepuh itu terlihat sedih. Tetapi, mereka bertekad untuk berjuang mencari keadilan.

Bejo menjelaskan pertemuan di Bogor sebenarnya bertujuan, antara lain untuk menyatukan pendapat para korban korban tragedi 1965.

Merespons peristiwa pembubaran pertemuan di Bogor sekaligus rencana pelaksanaan Simposium 1965, sore ini, lembaga Kontras dan Setara Institute akan bersikap.
 
Simposium Nasional, Membedah Tragedi 1965: Pendekatan Kesejarahan di Hotel Aryaduta rencananya akan mempertemukan para pakar dan menempatkan korban serta pelaku tanpa mekanisme yang jelas atas rencana negara untuk menjawab persoalan bangsa. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kronologis Pembubaran Pertemuan Korban 65, Kini Mengungsi ke LBH

Kronologis Pembubaran Pertemuan Korban 65, Kini Mengungsi ke LBH

News | Jum'at, 15 April 2016 | 14:24 WIB

Terkini

Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini

Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:05 WIB

Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya

Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:54 WIB

PBNU Masih Survei Lokasi Muktamar ke-35 NU, Persiapan Teknis Terus Dikebut

PBNU Masih Survei Lokasi Muktamar ke-35 NU, Persiapan Teknis Terus Dikebut

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:42 WIB

'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup

'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:35 WIB

Dalami Amplop dari Bupati Kuansing, KPK Buka Peluang Periksa Menhut Raja Juli

Dalami Amplop dari Bupati Kuansing, KPK Buka Peluang Periksa Menhut Raja Juli

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:11 WIB

PLN Klaim Pemadaman Listrik di Kalbar Bukan karena Krisis Batu Bara, Ini Penyebabnya

PLN Klaim Pemadaman Listrik di Kalbar Bukan karena Krisis Batu Bara, Ini Penyebabnya

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:59 WIB

Said Iqbal Beri Deadline Disnakertransgi DKI, Senin Harus Ada Keputusan Soal Kasus Mau Print

Said Iqbal Beri Deadline Disnakertransgi DKI, Senin Harus Ada Keputusan Soal Kasus Mau Print

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:54 WIB

Pengusaha Kalbar Rugi Akibat Listrik Padam, DPRD Desak PLN Lebih Terbuka

Pengusaha Kalbar Rugi Akibat Listrik Padam, DPRD Desak PLN Lebih Terbuka

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:52 WIB

PLN Sebut Bukan Karena Batu Bara, DPRD Minta Penyebab Pemadaman Listrik di Kalbar Dibuka ke Publik

PLN Sebut Bukan Karena Batu Bara, DPRD Minta Penyebab Pemadaman Listrik di Kalbar Dibuka ke Publik

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:48 WIB

PAN Tegaskan Kasus Syah Afandin Bukan 'Dosa' Partai: Itu Tanggung Jawab Pribadi!

PAN Tegaskan Kasus Syah Afandin Bukan 'Dosa' Partai: Itu Tanggung Jawab Pribadi!

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:39 WIB

×