Pencarian Korban Gempa Jepang, Puluhan Orang Diduga Terjebak

Esti Utami | Suara.com

Minggu, 17 April 2016 | 14:43 WIB
Pencarian Korban Gempa Jepang, Puluhan Orang Diduga Terjebak
Petugas mendata bangunan yang rusak di Mashiki, prefektur Kumamoto, Jepang pada Minggu (17/4). (Reuters/Kyodo)

Pencarian terhadap korban gempa yang diduga tertimbun reruntuhan gedung akibat gempa bumi berkekuatan 7,3 skala Richter yang mengguncang prefektur Kumamoto, Jepang terus ditingkatkan pada Minggu (17/4/2016).

Pihak berwenang meminta warga untuk menjauh dari rumah-rumah mereka karena khawatir terjadi gempa susulan.

Guncangan berkekuatan 7,3 SR terjadi pada Sabtu pagi waktu setempat menyebabkan 32 orang meninggal dan mencederai ribuan orang lainnya serta menimbulkan kerusakan berat pada sejumlah gedung, jembatan dan jalan raya.

Gempa tersebut merupakan susulan atas gempa yang menimpa Provinsi Kumamoto di pulau Kyusu, dalam waktu kurang dari 24 jam berselang dari gempa pertama yang menyebabkan sembilan orang meninggal.

Petugas penyelamat mencari puluhan orang yang diperkirakan terjebak di reruntuhan sedangkan para penyintas mengantri pasokan makanan dan air minum.

Sejumlah industri besar seperti Sony, Honda dan Toyota menghentikan produksi dan mengkaji kerusakan yang terjadi di kota industri di Jepang bagian selatan itu.

NHK melaporkan ada delapan orang yang tidak bisa dihubungi Di desa Minamiaso. Tetapi petugas berhasil mengeluarkan 10 mahasiswa dari apartemen universitas yang ambruk di Minamiaso, Sabtu (16/4/2016).

Sepanjang malam petugas menggali dengan tangan telanjang dan menarik keluar beberapa orang lansia yang masih mengenakan piyama, dari reruntuhan dan membaringkan mereka di atas alas tatami.

"Pasukan Bela Diri, polisi dan pemadam kebakaran telah bekerja menyelamatkan banyak orang tetapi masih banyak juga yang hilang," kata Perdana Menteri Shinzo Abe kepada wartawan.

"Pemerintah akan memberangkatkan lagi sejumlah pasukan hingga 25.000 petugas," katanya dan menambahkan bahwa dia menerima tawaran bantuan alat angkut udara dari Amerika Serikat.

Tiga fasilitas nuklir di kawasan tersebut tidak terpengaruh gempa, tetapi pasokan-pasokan dari berupa perangkat kendaraan dan benda teknik dari Sony, Toyota dan Nissan terhenti karena pihak perusahaan masih mengkaji kerusakan di kawasan tersebut.

Hujan lebat makin menambah kekhawatiran akan tanah longsor dan gempa susulan juga masih terjadi dan ribuan penduduk menempati tempat pengungsian. Bencana alam yang tidak "pandangbulu" merusak sejumlah rumah, menghancurkan tiang, atap dan dinding.

"Semula saya merasakan getaran hebat tetapi tiba-tiba terlontar seperti berada di dalam mesin cuci," kata seorang mahasiswa dari Universitas Tokai yang masih terkurung di desa Minamiaso.

Sekitar 422.000 rumah tangga tidak lagi mendapat aliran air dan 100.000 rumah tidak mendapat listrik, kata pemerintah. NHK melaporkan 240.000 orang mendapat perintah mengungsi setelah gempa karena dikhawatirkan terjadi tanah longsor.

Pasukan Bela Diri membangun tenda-tenda untuk pengungsi dan truk-truk pengangkut air dikirim untuk membantu warga, sementara televisi menayangkan gambar orang-orang yang terjebak pada jembatan runtuh telah diselamatkan dengan helikopter.

Kepolisian Nasional mengabarkan 32 orang dipastikan meninggal dalam gempa hari Sabtu dan 190 orang mengalami luka parah.

Cincin api Di seberang Pasifik, Ekuador juga berjuang menghadapi gempa bumi berkekuatan 7,8 magnitut, Sabtru yang menyebabkan 28 orang meninggal serta diperkirakan memicu gelombang tsunami.

Jepang dan Ekuador terletak pada garis seismi aktif "cincin api" di sekeliling Pasifik.

Gempa berkekuta n 9 magnitut pada Maret 2011 yang melanda kawasan di utara Tokyo menyebabkan tsunami dahsyat, membuat kebocoran nuklir dan oencemaran di Fukushima. Hampir 20.000 orang terbunuh dalam bencana tersebut. (Antara/Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gempa M 7,4 dan Tsunami Landa Jepang Utara, Kemlu RI Pastikan Kondisi WNI Aman

Gempa M 7,4 dan Tsunami Landa Jepang Utara, Kemlu RI Pastikan Kondisi WNI Aman

News | Senin, 20 April 2026 | 21:50 WIB

Tsunami Mengintai Usai Gempa 7,5 M! Warga Jepang Lari ke Dataran Tinggi

Tsunami Mengintai Usai Gempa 7,5 M! Warga Jepang Lari ke Dataran Tinggi

News | Senin, 20 April 2026 | 17:16 WIB

Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan

Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan

News | Senin, 20 April 2026 | 16:07 WIB

Gempa Magnitude 6.0 Guncang Jepang, Tidak ada Peringatan Tsunami

Gempa Magnitude 6.0 Guncang Jepang, Tidak ada Peringatan Tsunami

News | Senin, 06 Oktober 2025 | 10:49 WIB

Gempa Magnitudo 6,9 Guncang Kyushu Jepang, Kemlu RI Laporkan Tidak Ada Korban WNI

Gempa Magnitudo 6,9 Guncang Kyushu Jepang, Kemlu RI Laporkan Tidak Ada Korban WNI

News | Selasa, 14 Januari 2025 | 14:59 WIB

JMA Koreksi, Gempa Jepang Ternyata Bermagnitudo 6,9, Bukan 6,4

JMA Koreksi, Gempa Jepang Ternyata Bermagnitudo 6,9, Bukan 6,4

News | Senin, 13 Januari 2025 | 23:15 WIB

Peringatan Tsunami, Jepang Kembali Diguncang Gempa Susulan 4,1 Magnitudo

Peringatan Tsunami, Jepang Kembali Diguncang Gempa Susulan 4,1 Magnitudo

News | Senin, 13 Januari 2025 | 22:38 WIB

Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Jepang, Tsunami Setinggi 20 Cm Terjadi di Miyazaki

Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Jepang, Tsunami Setinggi 20 Cm Terjadi di Miyazaki

News | Senin, 13 Januari 2025 | 22:21 WIB

BMKG: Gempa Jepang Tidak Berpotensi Timbulkan Tsunami di Wilayah Indonesia

BMKG: Gempa Jepang Tidak Berpotensi Timbulkan Tsunami di Wilayah Indonesia

News | Senin, 13 Januari 2025 | 22:10 WIB

Jepang Diguncang Gempa Dahsyat 6,4 M, Ancaman Tsunami Menghantui

Jepang Diguncang Gempa Dahsyat 6,4 M, Ancaman Tsunami Menghantui

News | Senin, 13 Januari 2025 | 21:51 WIB

Terkini

Pusdokkes Polri Ungkap Kondisi Korban Kecelakaan Kereta Bekasi, Alami Multipel Trauma Parah

Pusdokkes Polri Ungkap Kondisi Korban Kecelakaan Kereta Bekasi, Alami Multipel Trauma Parah

News | Selasa, 28 April 2026 | 18:24 WIB

Penanganan Sampah jadi Prioritas Nasional, Prabowo Optimis Banyumas Capai Target Zero Waste to Money

Penanganan Sampah jadi Prioritas Nasional, Prabowo Optimis Banyumas Capai Target Zero Waste to Money

News | Selasa, 28 April 2026 | 18:16 WIB

Dari Sampah Jadi Genteng, Prabowo Dorong Inovasi Bernilai Ekonomi

Dari Sampah Jadi Genteng, Prabowo Dorong Inovasi Bernilai Ekonomi

News | Selasa, 28 April 2026 | 18:13 WIB

Sembilan dari 10 Pangan Kemasan Tinggi GGL, KPAI: Generasi Emas Terancam Gagal Ginjal Dini

Sembilan dari 10 Pangan Kemasan Tinggi GGL, KPAI: Generasi Emas Terancam Gagal Ginjal Dini

News | Selasa, 28 April 2026 | 18:04 WIB

Erry Riyana: Kerugian Negara Bukan Pintu Masuk Korupsi, Harus Uji Niat Jahat

Erry Riyana: Kerugian Negara Bukan Pintu Masuk Korupsi, Harus Uji Niat Jahat

News | Selasa, 28 April 2026 | 18:01 WIB

RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya

RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya

News | Selasa, 28 April 2026 | 17:51 WIB

Analisis TAA Korlantas Polri: Argo Bromo Melaju 110 Km/Jam Saat Hantam KRL di Bekasi

Analisis TAA Korlantas Polri: Argo Bromo Melaju 110 Km/Jam Saat Hantam KRL di Bekasi

News | Selasa, 28 April 2026 | 17:36 WIB

Sofyan Djalil Sebut Adanya Kriminalisasi Kebijakan Bikin Pejabat Jadi Penakut dan Hilang Kreativitas

Sofyan Djalil Sebut Adanya Kriminalisasi Kebijakan Bikin Pejabat Jadi Penakut dan Hilang Kreativitas

News | Selasa, 28 April 2026 | 17:21 WIB

Titip Anak, Titip Trauma? Wajah Gelap Daycare Ilegal di Indonesia

Titip Anak, Titip Trauma? Wajah Gelap Daycare Ilegal di Indonesia

News | Selasa, 28 April 2026 | 17:10 WIB

Sopir Taksi Green SM Diperiksa Polisi Terkait Kecelakaan KRL di Bekasi Timur!

Sopir Taksi Green SM Diperiksa Polisi Terkait Kecelakaan KRL di Bekasi Timur!

News | Selasa, 28 April 2026 | 17:06 WIB