"Mundur Kebangetan!" Sejarawan Geram Pemerintah Paksakan Narasi Tunggal G30S/PKI

Dythia Novianty

Rabu, 01 Oktober 2025 | 11:00 WIB
"Mundur Kebangetan!" Sejarawan Geram Pemerintah Paksakan Narasi Tunggal G30S/PKI
Film G30S/PKI [Youtube]
baca 10 detik
  • Airlangga belum bertemu Gubernur BI bahas pelemahan Rupiah.

  • Rupiah sempat melemah hingga Rp16.800 per dolar AS.

  • Pemerintah fokus pada stabilisasi ekonomi dan nilai tukar.

Suara.com - Upaya pemerintah menulis kembali buku sejarah nasional terkait G30S mendapat kritik keras dari sejarawan, Asvi Warman Adam.

Ia menilai, langkah tersebut sebagai sebuah “kemunduran” karena kembali memaksakan narasi tunggal Orde Baru, terutama dalam penggunaan istilah “G30S/PKI”.

“Ini merupakan tamparan atau kritik bagi buku yang sekarang sedang disusun oleh Kementerian Kebudayaan,” tegas Asvi dalam talkshow diskusi buku “Trilogi Refleksi 60 Tahun G30S”.

Asvi menjelaskan bahwa dunia akademik dan penulisan sejarah pasca-reformasi sebenarnya telah bergerak maju.

Ia merujuk pada buku pelajaran yang terbit tahun 2012, bahkan hingga tahun lalu, sudah tidak lagi menggunakan embel-embel “/PKI”.

Bahkan, memperkenalkan siswa pada tujuh versi berbeda mengenai peristiwa G30S untuk mendorong pemikiran kritis.

“Nah, sekarang kembali lagi ke versi tunggal. Saya tidak tahu apakah ini perintah siapa, kok mundurnya kebangetan,” ujarnya dengan nada heran, mempertanyakan kebijakan baru tersebut.

Kepala Desk Budaya Harian Kompas, Muhammad Hilmi Faiq di Gedung Kompas Gramedia, Jakarta, Selasa (30/9/2025). [Suara.com/Nur Saylil Inayah]
Kepala Desk Budaya Harian Kompas, Muhammad Hilmi Faiq di Gedung Kompas Gramedia, Jakarta, Selasa (30/9/2025). [Suara.com/Nur Saylil Inayah]

Pandangan yang serupa juga diujarkan oleh Kepala Desk Budaya Harian Kompas, Muhammad Hilmi Faiq.

Menurutnya, sejarah tunggal yang dipaksakan pemerintah selama lebih dari 30 tahun ibarat memungut serpihan cermin yang pecah secara selektif.

baca juga

“Sejarah itu seperti cermin yang kemudian di hadapan kita, cermin itu pecah. Pemerintah kemudian mengambil serpihan-serpihan cermin itu yang berderai, yang kira-kira menghasilkan gambar sesuai dengan yang mereka inginkan. Sementara serpihan-serpihan lain yang merugikan itu dianggap tidak ada,” jelas Faiq, di Gedung Kompas Gramedia.

Menurut Asvi, karya-karya alternatif seperti novel sejarah, Eks Duta Besar RI untuk Yusron Ihza Mahendra, menjadi penting sebagai penyeimbang.

Kehadirannya seolah menjadi “antitesis” dari upaya penyeragaman sejarah yang kembali dilakukan oleh negara.

“Ini akan membantu bagi generasi muda yang sekarang tampaknya bisa menikmati karya sastra,” tambahnya, Selasa (30/9/2025).

Meski demikian, iklim ketakutan masih membayangi peredaran buku-buku kritis.

Bahkan, Asvi berkelakar bahwa karya sastra cenderung lebih aman dari ancaman penyitaan karena sifatnya yang tidak langsung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

'Jakarta Is Coming', Teror Kode di Dinding Jalanan Chile Jelang Kudeta Berdarah

'Jakarta Is Coming', Teror Kode di Dinding Jalanan Chile Jelang Kudeta Berdarah

News | Kamis, 11 September 2025 | 16:16 WIB

Sejarah Nepal: Dari Kerajaan Kuno Hingga Republik Modern

Sejarah Nepal: Dari Kerajaan Kuno Hingga Republik Modern

News | Rabu, 10 September 2025 | 16:34 WIB

Warga Jakarta Telantarkan Jenazah Pejabat Pajak di Pinggir Jalan, Tolak Gotong ke Makam

Warga Jakarta Telantarkan Jenazah Pejabat Pajak di Pinggir Jalan, Tolak Gotong ke Makam

Bisnis | Selasa, 09 September 2025 | 14:44 WIB

Sejarah Panjang Gudang Garam yang Kini Dihantam Isu PHK Massal Pekerja

Sejarah Panjang Gudang Garam yang Kini Dihantam Isu PHK Massal Pekerja

News | Minggu, 07 September 2025 | 00:24 WIB

Sejarah Gaji DPR RI: Dari Terikat Presensi Kehadiran Hingga Tunjangan Ratusan Juta

Sejarah Gaji DPR RI: Dari Terikat Presensi Kehadiran Hingga Tunjangan Ratusan Juta

Bisnis | Kamis, 04 September 2025 | 14:11 WIB

Sejarah Gas Air Mata: Senjata Perang Dunia I hingga Pengendali Massa

Sejarah Gas Air Mata: Senjata Perang Dunia I hingga Pengendali Massa

Tekno | Rabu, 03 September 2025 | 18:20 WIB

Terkini

Kebakaran TPA Jatibarang Meluas 10 Hektare, Gas Metana Bikin Api Membara

Kebakaran TPA Jatibarang Meluas 10 Hektare, Gas Metana Bikin Api Membara

Jawa Tengah | Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:40 WIB

Nekat Salip Mobil Berujung Maut, Siswi di Madiun Meregang Nyawa di Aspal

Nekat Salip Mobil Berujung Maut, Siswi di Madiun Meregang Nyawa di Aspal

Jatim | Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:38 WIB

OJK Stop Operasional Credit Saison Indonesia Finance (CSIF), Begini Nasib Nasabah

OJK Stop Operasional Credit Saison Indonesia Finance (CSIF), Begini Nasib Nasabah

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:36 WIB

Bukan Cuma Murah, 5 HP Xiaomi Ini Cocok untuk Dipakai Jangka Panjang

Bukan Cuma Murah, 5 HP Xiaomi Ini Cocok untuk Dipakai Jangka Panjang

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:35 WIB

Bangkai Kapal Terbalik, Lorong Tertutup Jadi Kendala Tim SAR Cari Korban Virgo

Bangkai Kapal Terbalik, Lorong Tertutup Jadi Kendala Tim SAR Cari Korban Virgo

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:35 WIB

Sungai Brantas Mendadak Ungu, Pemkot Malang: Terbukti Limbah, Kami Tutup Pabriknya

Sungai Brantas Mendadak Ungu, Pemkot Malang: Terbukti Limbah, Kami Tutup Pabriknya

Malang | Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:28 WIB

Mengulik JETOUR T2 i-DM di GIIAS Semarang, PHEV dengan Jarak Listrik 90 Km

Mengulik JETOUR T2 i-DM di GIIAS Semarang, PHEV dengan Jarak Listrik 90 Km

Jawa Tengah | Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:18 WIB

Ada Rapat Paripurna, Prabowo Akan Sambangi Gedung DPR RI Hari Ini

Ada Rapat Paripurna, Prabowo Akan Sambangi Gedung DPR RI Hari Ini

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:18 WIB

Kenapa Bendera Merah Putih Dikibarkan Setengah Tiang Sebelum Hari Kesaktian Pancasila?

Kenapa Bendera Merah Putih Dikibarkan Setengah Tiang Sebelum Hari Kesaktian Pancasila?

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Bukan Sekadar Mandi Biasa, Ini 6 Fakta Unik Festival Air Terbesar di Bhutan

Bukan Sekadar Mandi Biasa, Ini 6 Fakta Unik Festival Air Terbesar di Bhutan

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 06:45 WIB

×