Pakar: Pasukan Bersenjata Perlu Kawal Kapal Dagang RI ke Filipina

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Selasa, 19 April 2016 | 13:52 WIB
Pakar: Pasukan Bersenjata Perlu Kawal Kapal Dagang RI ke Filipina
Pakar Intelijen dan Terorisme, Ridlwan Habib. (suara.com/Pebriansyah Ariefana)

Suara.com - Maraknya perompak di kawasan laut Indonesia menuju Filipina menimbulkan kekhawatiran keselamatan kapal dagang Indonesia yang lewati perairan di sana. Makanya perlu langkah keamanan.

Peneliti terorisme dan intelijen, Ridlwan Habib menyarankan Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI perlu menempatkan pasukan bersenjata di dalam kapal dagang itu. Ini untuk mencegah perompakan kapal.

"Pasukan Filipina di laut tidak ada, semacam coast guard juga tidak ada saat peristiwa terjadi. Ini membuktikan Filipina kurang serius mengamankan jalur perairannya," kata Ridlwan kepada suara.com, Selasa (19/4/2016).

Baru-baru ini kapal dagang Indonesia dirompak oleh kelompok Abu Sayyaf di perairan Filipina. Sebanyak empat anak buah kapal TB Henry diculik kelompok bersenjata di laut perbatasan Malaysia dengan pulau Tawi Tawi Filipina. Satu ABK bahkan tertembak dan dalam keadaan kritis. Kasus ini menimbulkan keresahan di dunia pelayaran.

“Kapal takut berlayar ke Filipina, akibatnya mengganggu proses perdagangan antar dua negara,” ujar Ridlwan.

“Perlu ada pengawalan khusus yang tertutup, supaya perdagangan di laut kita tidak terganggu. Karena itu, untuk mengurangi resiko, bisa ditempatkan petugas bersenjata khusus di kapal-kapal dagang sebagai antisipasi agar tidak terulang lagi,” tambahnya.

Penyanderaan kedua ini membuat total ada 14 WNI yang sekarang ditawan oleh kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan Abu sayyaf. Ridlwan meyakini pemerintah sudah punya cara untuk membebaskan mereka.

“Harus dibedakan antara tugas membebaskan sandera dan tugas antisipasi supaya tidak ada lagi penyanderaan,” katanya.

Pada bulan April – Agustus , perairan Filipina Selatan cenderung tenang dan tidak berombak. Karena itu, para bajak laut dan penculik bisa beraksi dengan modal kapal-kapal speedboat kecil maupun kapal-kapal kayu tradisional.

“Kita berharap tidak ada kasus yang ketiga, cukup dua kali dan mereka harus segera dibebaskan,” tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menhan Temukan Lokasi 4 WNI yang Disandera Abu Sayyaf

Menhan Temukan Lokasi 4 WNI yang Disandera Abu Sayyaf

News | Senin, 18 April 2016 | 11:11 WIB

Empat WNI Kembali Disandera, JK: Belum Ada Komunikasi

Empat WNI Kembali Disandera, JK: Belum Ada Komunikasi

News | Minggu, 17 April 2016 | 13:25 WIB

TNI Kerahkan Kapal Perang ke Perbatasan Filipina

TNI Kerahkan Kapal Perang ke Perbatasan Filipina

News | Sabtu, 16 April 2016 | 22:19 WIB

4 WNI Diculik Bajak Laut di Perbatasan Filipina

4 WNI Diculik Bajak Laut di Perbatasan Filipina

News | Sabtu, 16 April 2016 | 09:36 WIB

WNI Disandera, Pemerintah Bisa Minta Tolong MILF Lobi Abu Sayyaf

WNI Disandera, Pemerintah Bisa Minta Tolong MILF Lobi Abu Sayyaf

News | Kamis, 14 April 2016 | 12:34 WIB

BNPT: Umar Patek Lama Tidak Ke Filipina

BNPT: Umar Patek Lama Tidak Ke Filipina

News | Rabu, 13 April 2016 | 15:59 WIB

TNI Patroli Laut Bersama Malaysia dan Filipina

TNI Patroli Laut Bersama Malaysia dan Filipina

News | Rabu, 13 April 2016 | 13:48 WIB

10 WNI Belum Dibebaskan, Menhan: Mereka Masih Sehat

10 WNI Belum Dibebaskan, Menhan: Mereka Masih Sehat

News | Rabu, 13 April 2016 | 13:25 WIB

Muhaimin Minta Libatkan OKI untuk Bebaskan 10 WNI dari Abu Sayyaf

Muhaimin Minta Libatkan OKI untuk Bebaskan 10 WNI dari Abu Sayyaf

News | Selasa, 12 April 2016 | 16:26 WIB

Tito Karnavian Dapat Tugas dari JK Pelajari Jaringan Abu Sayyaf

Tito Karnavian Dapat Tugas dari JK Pelajari Jaringan Abu Sayyaf

News | Selasa, 12 April 2016 | 13:35 WIB

Terkini

Eksaminasi 9 Pakar Hukum UI dan UGM: Putusan Kerry Riza Hasil dari Unfair Trial

Eksaminasi 9 Pakar Hukum UI dan UGM: Putusan Kerry Riza Hasil dari Unfair Trial

News | Sabtu, 11 April 2026 | 22:57 WIB

Boni Hargens Launching Buku Ilmu Politik, Singgung Soal Pernyataan Saiful Mujani, Termasuk Makar?

Boni Hargens Launching Buku Ilmu Politik, Singgung Soal Pernyataan Saiful Mujani, Termasuk Makar?

News | Sabtu, 11 April 2026 | 22:47 WIB

Dasco: Bupati Tulungagung yang Kena OTT KPK Bukan Gerindra, Wakilnya Baru Kader

Dasco: Bupati Tulungagung yang Kena OTT KPK Bukan Gerindra, Wakilnya Baru Kader

News | Sabtu, 11 April 2026 | 20:18 WIB

Panas Diendus KPK, Pengamat Tantang Polri Ungkap Produksi Rokok Ilegal

Panas Diendus KPK, Pengamat Tantang Polri Ungkap Produksi Rokok Ilegal

News | Sabtu, 11 April 2026 | 19:15 WIB

Pesan Menohok Foke soal Beasiswa LPDP: Anak Betawi Nilainya Harus 11 untuk Bisa Jadi Tuan di Jakarta

Pesan Menohok Foke soal Beasiswa LPDP: Anak Betawi Nilainya Harus 11 untuk Bisa Jadi Tuan di Jakarta

News | Sabtu, 11 April 2026 | 18:23 WIB

Ratusan Dapur MBG Di-Suspend! BGN Temukan Masalah Serius dari Menu hingga Higiene

Ratusan Dapur MBG Di-Suspend! BGN Temukan Masalah Serius dari Menu hingga Higiene

News | Sabtu, 11 April 2026 | 18:00 WIB

Lebaran Betawi 2026 Meriah di Lapangan Banteng, Pramono: Ini Identitas Asli Jakarta

Lebaran Betawi 2026 Meriah di Lapangan Banteng, Pramono: Ini Identitas Asli Jakarta

News | Sabtu, 11 April 2026 | 17:48 WIB

Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Komnas HAM Tunggu Izin Panglima TNI Periksa 4 Prajurit

Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Komnas HAM Tunggu Izin Panglima TNI Periksa 4 Prajurit

News | Sabtu, 11 April 2026 | 17:25 WIB

Fakta Baru OTT di Tulungagung: Adik Bupati Juga Ikut Diamankan KPK

Fakta Baru OTT di Tulungagung: Adik Bupati Juga Ikut Diamankan KPK

News | Sabtu, 11 April 2026 | 17:00 WIB

Proyek Dikebut! Stasiun JIS Siap Beroperasi Juni 2026, Warga Bisa Naik KRL Langsung ke Stadion

Proyek Dikebut! Stasiun JIS Siap Beroperasi Juni 2026, Warga Bisa Naik KRL Langsung ke Stadion

News | Sabtu, 11 April 2026 | 16:34 WIB