Menhan Temukan Lokasi 4 WNI yang Disandera Abu Sayyaf

Pebriansyah Ariefana | Erick Tanjung | Suara.com

Senin, 18 April 2016 | 11:11 WIB
Menhan Temukan Lokasi 4 WNI yang Disandera Abu Sayyaf
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Suara.com - Menteri Pertahanan, Ryamizar Ryacudu telah mengetahui posisi empat anak buah kapal (ABK) WNI yang disandera dalam pembajakan dua kapal berbendera Indonesia. Dua kapal itu adalah Kapal Tunda TB Henry dan Kapal Tongkang Cristi.

Mereka disandera oleh kelompok bersenjata asal Filipina pada Jumat (15/4/2016 ) lalu. Namun dia merahasiakan lokasi pembajak yang diduga dari kelompok milisi Abu Sayyaf di kawasan Filipina.

"Saya mengikuti perkembangan. Saya tahu tempatnya di mana, tapi ini kan sensitif," kata Ryamizard kepada wartawan di kantornya, Senin (18/4).

Indonesia tengah melakukan upaya pembebasan empat WNI yang baru disandera tersebut serta 10 WNI yang sebelumnya lebih dulu disandera. Ada hal yang jadi pilihan dalam upaya pembebasan, yaitu diplomasi, negosiasi dan operasi militer.

"Ada tiga hal yang dilakukan, pertama diplomasi. Hal ini sudah dilakukan, tapi itu ranah Menlu. Kedua negosiasi dan ketiga adalah operasi militer, namun ini gampang susah, gampang karena tinggal sergap dan tembak, selesai. Tetapi kalau yang disandera ikut tewas kan tidak bagus," terang dia.

‎Dia menambahkan, untuk pilihan operasi militer belum dilakukan, itu alternatif terakhir. Saat ini upaya negosiasi terus dilakukan.

‎"Namun saya juga berkoordinasi dengan Menhan Filipina dan Menhan Malaysia," ujar dia.

Sedangkan permintaan tebusan uang dari kelompok penyandera, mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat ini menegaskan bahwa Pemerintah tidak akan mengeluarkan uang membayar tebusan itu.

"Pemerintah tidak boleh keluarkan uang. Negara tidak boleh ditekan oleh siapapun," tanda dia.

Sementara itu, Ryamizard memastikan bahwa kondisi semua WNI yang disandera masih dalam kondisi sehat dan baik. Diberitakan sebelumnya, dua kapal berbendera Indonesia itu dibajak diperairan perbatasan Malaysia dan Filipina oleh kelompok bersenjata.

Menurut keterangan pers dari Kementerian Luar Negeri RI yang diterima di Jakarta, Sabtu (16/4), Kedua kapal tersebut dibajak dalam perjalanan kembali dari Cebu, Filipina menuju Tarakan. Kapal-kapal yang dibajak tersebut membawa 10 orang ABK warga negara Indonesia.

Dalam peristiwa pembajakan itu, satu orang ABK tertembak, lima orang selamat dan empat orang lainnya diculik. Satu ABK yang tertembak sudah diselamatkan oleh Polisi Maritim Malaysia ke wilayah Malaysia guna mendapatkan perawatan.

Berdasarkan informasi terakhir yang diperoleh Kemlu RI, meskipun mengalami luka tembak, ABK asal Indonesia tersebut dalam kondisi stabil. Sementara, lima ABK lain yang selamat bersama kedua kapal dibawa oleh Polisi Maritim Malaysia ke Pelabuhan Lahat Datu, Malaysia.

Pihak Kemenlu RI terus melakukan koordinasi dan konsultasi dengan pihak di dalam negeri maupun di Malaysia dan Filipina. Selain itu, Konsulat RI di Tawau pun melakukan koordinasi dengan otoritas di Malaysia yang ada di wilayah tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

TNI Kerahkan Kapal Perang ke Perbatasan Filipina

TNI Kerahkan Kapal Perang ke Perbatasan Filipina

News | Sabtu, 16 April 2016 | 22:19 WIB

BNPT: Umar Patek Lama Tidak Ke Filipina

BNPT: Umar Patek Lama Tidak Ke Filipina

News | Rabu, 13 April 2016 | 15:59 WIB

TNI Patroli Laut Bersama Malaysia dan Filipina

TNI Patroli Laut Bersama Malaysia dan Filipina

News | Rabu, 13 April 2016 | 13:48 WIB

10 WNI Belum Dibebaskan, Menhan: Mereka Masih Sehat

10 WNI Belum Dibebaskan, Menhan: Mereka Masih Sehat

News | Rabu, 13 April 2016 | 13:25 WIB

Muhaimin Minta Libatkan OKI untuk Bebaskan 10 WNI dari Abu Sayyaf

Muhaimin Minta Libatkan OKI untuk Bebaskan 10 WNI dari Abu Sayyaf

News | Selasa, 12 April 2016 | 16:26 WIB

Tito Karnavian Dapat Tugas dari JK Pelajari Jaringan Abu Sayyaf

Tito Karnavian Dapat Tugas dari JK Pelajari Jaringan Abu Sayyaf

News | Selasa, 12 April 2016 | 13:35 WIB

10 WNI Disandera, DPR Minta Belajar dari Operasi Filipina Gagal

10 WNI Disandera, DPR Minta Belajar dari Operasi Filipina Gagal

News | Senin, 11 April 2016 | 16:25 WIB

Terkini

Eksaminasi 9 Pakar Hukum UI dan UGM: Putusan Kerry Riza Hasil dari Unfair Trial

Eksaminasi 9 Pakar Hukum UI dan UGM: Putusan Kerry Riza Hasil dari Unfair Trial

News | Sabtu, 11 April 2026 | 22:57 WIB

Boni Hargens Launching Buku Ilmu Politik, Singgung Soal Pernyataan Saiful Mujani, Termasuk Makar?

Boni Hargens Launching Buku Ilmu Politik, Singgung Soal Pernyataan Saiful Mujani, Termasuk Makar?

News | Sabtu, 11 April 2026 | 22:47 WIB

Dasco: Bupati Tulungagung yang Kena OTT KPK Bukan Gerindra, Wakilnya Baru Kader

Dasco: Bupati Tulungagung yang Kena OTT KPK Bukan Gerindra, Wakilnya Baru Kader

News | Sabtu, 11 April 2026 | 20:18 WIB

Panas Diendus KPK, Pengamat Tantang Polri Ungkap Produksi Rokok Ilegal

Panas Diendus KPK, Pengamat Tantang Polri Ungkap Produksi Rokok Ilegal

News | Sabtu, 11 April 2026 | 19:15 WIB

Pesan Menohok Foke soal Beasiswa LPDP: Anak Betawi Nilainya Harus 11 untuk Bisa Jadi Tuan di Jakarta

Pesan Menohok Foke soal Beasiswa LPDP: Anak Betawi Nilainya Harus 11 untuk Bisa Jadi Tuan di Jakarta

News | Sabtu, 11 April 2026 | 18:23 WIB

Ratusan Dapur MBG Di-Suspend! BGN Temukan Masalah Serius dari Menu hingga Higiene

Ratusan Dapur MBG Di-Suspend! BGN Temukan Masalah Serius dari Menu hingga Higiene

News | Sabtu, 11 April 2026 | 18:00 WIB

Lebaran Betawi 2026 Meriah di Lapangan Banteng, Pramono: Ini Identitas Asli Jakarta

Lebaran Betawi 2026 Meriah di Lapangan Banteng, Pramono: Ini Identitas Asli Jakarta

News | Sabtu, 11 April 2026 | 17:48 WIB

Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Komnas HAM Tunggu Izin Panglima TNI Periksa 4 Prajurit

Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Komnas HAM Tunggu Izin Panglima TNI Periksa 4 Prajurit

News | Sabtu, 11 April 2026 | 17:25 WIB

Fakta Baru OTT di Tulungagung: Adik Bupati Juga Ikut Diamankan KPK

Fakta Baru OTT di Tulungagung: Adik Bupati Juga Ikut Diamankan KPK

News | Sabtu, 11 April 2026 | 17:00 WIB

Proyek Dikebut! Stasiun JIS Siap Beroperasi Juni 2026, Warga Bisa Naik KRL Langsung ke Stadion

Proyek Dikebut! Stasiun JIS Siap Beroperasi Juni 2026, Warga Bisa Naik KRL Langsung ke Stadion

News | Sabtu, 11 April 2026 | 16:34 WIB