Lantunan 'Padamu Negeri' Lengkapi Keharuan Penutupan Simposium 65

Ruben Setiawan | Erick Tanjung | Suara.com

Selasa, 19 April 2016 | 19:57 WIB
Lantunan 'Padamu Negeri' Lengkapi Keharuan Penutupan Simposium 65
Peserta Simposium Nasional 65 menyanyikan lagu 'Padamu Negeri' di Hotel Aryaduta (19/4). (Suara.com/Erick Tanjung)

Suara.com - Simposium Nasional 65 'Membedah Tragedi 1965, Pendekatan Kesejarahan' yang difasilitasi oleh Kementerian Politik Hukum dan Keamanan dan Dewan Pertimbangan Presiden di Hotel Aryaduta Jakarta, Senin (18/4/2016) berakhir. Forum selama dua hari yang membahas solusi tragedi 65 ini ditutup oleh anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Sidarta Danusubrata yang ditandai dengan pemukulan gong sebanyak lima kali sebagai simbol pancasila.

Pengamatan Suara.com di lokasi, suasana haru menyelimuti penutupan simposium yang dihadiri oleh para penyintas serta korban tragedi 65. Wajah haru biru tampak pada raut muka para peserta yang didominasi angkatan tua ini. Mereka saling bersalaman dan berpelukan.
 
Usai pemukulan gong, Sidarta selaku penasehat Simposium Nasional mengajak untuk menyanyikan lagu 'Padamu Negeri'. Lantunan nyanyian 'Padamu Negeri' pun berkumandang yang semakin membuat suasana ruangan pertemuan tersebut mengharu.
 
Sebelumnya, Sidarta menuturkan bahwa Simposium ini inisiatif Agus Widjojo selaku Ketua Pengarah yang kebetulan baru saja dilantik sebagai Gubernur Lemhanas.
 
"‎Saya merasa terhormat menutup acara membanggakan ini. Ide Simposium hari ini tercetus oleh pak Agus Widjojo (Ketua Pengarah), beliau menghubungi saya setengah bulan lalu. Bagaimana Pak kita buat Simposium tragedi 65 yang sifatnya dialogis, spaya semua bisa bicara," kata Sidarta dalam pidato penutupan.
 
Dia menyatakan, bahwa negara sekarang memberikan perlindungan dan mengayomi semua warganya dari berbagai kalangan, termasuk kelompok minoritas. Bahkan para korban tragedi 65 yang distigmatisasi juga menjadi tanggung jawab negara.
 
"bahwa negara hadir untuk anda semua," ujar dia.
 
Sidarta menyatakan, Simposium membedah soal tragedi 65/66 ini ke depan diharapkan bisa dilakukan di daerah, tidak hanya di pusat. Dia mengapresiasi forum seperti ini telah dilakukan oleh kelompok anak-anak muda Nahdatul Ulama di beberapa daerah yang dipelopori oleh Ketua PBNU KH Imam Aziz.
 
"Forum-forum semacam ini perlu kita rawat, karena masa depan ini akan panjang," tandas dia.
 
Dia menambahkan kasus tragedi 65 ini harus diselesaikan secara tuntas oleh Pemerintahan sekarang.
 
"Selama dua hari ini saya mendengarkan dialog dan panitia mencatat. Saya ingin masalah ini harus diselesaikan pada generasi sekarang ini, jangan kita wariskan pada generasi masa akan datang," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cybersecurity Symposiums 2024 Fasilitasi Diskusi Pemerintah, Korporasi, dan BUMN Akan Transformasi Keamanan Siber

Cybersecurity Symposiums 2024 Fasilitasi Diskusi Pemerintah, Korporasi, dan BUMN Akan Transformasi Keamanan Siber

Tekno | Minggu, 03 November 2024 | 21:30 WIB

Deklarasi Budapest: PPI Dunia Serukan Perlindungan Pelajar hingga Supremasi Demokrasi

Deklarasi Budapest: PPI Dunia Serukan Perlindungan Pelajar hingga Supremasi Demokrasi

News | Jum'at, 30 Agustus 2024 | 21:43 WIB

Dosen Riau Resmi Nahkodai PPI Dunia 2024/2025, Dorong Peranan Diaspora Pelajar

Dosen Riau Resmi Nahkodai PPI Dunia 2024/2025, Dorong Peranan Diaspora Pelajar

Lifestyle | Jum'at, 30 Agustus 2024 | 21:37 WIB

Simposium Internasional PPID: Serukan RUU Perlindungan Pelajar hingga Transformasi Digital

Simposium Internasional PPID: Serukan RUU Perlindungan Pelajar hingga Transformasi Digital

News | Jum'at, 30 Agustus 2024 | 21:33 WIB

PSSI Terima Rekomendasi Simposium Suporter, Ternyata Begini Isinya

PSSI Terima Rekomendasi Simposium Suporter, Ternyata Begini Isinya

Your Say | Senin, 02 Oktober 2023 | 19:20 WIB

Ditjen Bina Marga Adakan Simposium Karya Tulis Teknik Jalan

Ditjen Bina Marga Adakan Simposium Karya Tulis Teknik Jalan

News | Selasa, 29 November 2022 | 21:31 WIB

Dorong Ekosistem Kendaraan Listrik, PLN Selenggarakan Simposium Internasional di Bali

Dorong Ekosistem Kendaraan Listrik, PLN Selenggarakan Simposium Internasional di Bali

Otomotif | Rabu, 23 November 2022 | 13:26 WIB

Jangan Hanya Fokus ke Isu Pemilu 2024, Seluruh Elemen Bangsa Harus Berkolaborasi Dalam Menyusun Rencana Pembangunan

Jangan Hanya Fokus ke Isu Pemilu 2024, Seluruh Elemen Bangsa Harus Berkolaborasi Dalam Menyusun Rencana Pembangunan

News | Kamis, 01 September 2022 | 17:47 WIB

Hadiri Simposium Haji Akbar di Makkah, Wamenag Tekankan Empat Dimensi Ibadah Haji

Hadiri Simposium Haji Akbar di Makkah, Wamenag Tekankan Empat Dimensi Ibadah Haji

News | Senin, 04 Juli 2022 | 19:27 WIB

Terkini

DKI Siaga Cuaca Panas Ekstrem, 31 RS dan Ratusan Puskesmas Antisipasi Heat Stroke

DKI Siaga Cuaca Panas Ekstrem, 31 RS dan Ratusan Puskesmas Antisipasi Heat Stroke

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:45 WIB

Pakar Kesehatan Ingatkan Pemudik Waspadai Heat Stress dan Polusi di Jalur Mudik

Pakar Kesehatan Ingatkan Pemudik Waspadai Heat Stress dan Polusi di Jalur Mudik

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:43 WIB

Empat Anggota BAIS Tersangka Penyiraman Air Keras, Komisi I DPR Layangkan Teguran Keras

Empat Anggota BAIS Tersangka Penyiraman Air Keras, Komisi I DPR Layangkan Teguran Keras

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:33 WIB

BAIS TNI Terlibat Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus, Sukamta PKS: Usut Hingga ke Akar!

BAIS TNI Terlibat Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus, Sukamta PKS: Usut Hingga ke Akar!

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:05 WIB

Waspada 'Serangan Diam-Diam' saat Mudik, Pakar Ingatkan Risiko Jantung dan Stroke di Perjalanan

Waspada 'Serangan Diam-Diam' saat Mudik, Pakar Ingatkan Risiko Jantung dan Stroke di Perjalanan

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 12:54 WIB

Donald Trump Ancam Keluar dari NATO, Politisi Republik: Bisa Hancurkan Partai Sendiri

Donald Trump Ancam Keluar dari NATO, Politisi Republik: Bisa Hancurkan Partai Sendiri

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 12:54 WIB

Studi: 58 Persen Orang Lebih Utamakan Lingkungan daripada Pertumbuhan Ekonomi

Studi: 58 Persen Orang Lebih Utamakan Lingkungan daripada Pertumbuhan Ekonomi

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 12:35 WIB

Gratis! Jalur Fungsional Japek II Selatan Dibuka untuk Urai Kepadatan Arah Jakarta

Gratis! Jalur Fungsional Japek II Selatan Dibuka untuk Urai Kepadatan Arah Jakarta

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 12:32 WIB

AS Mulai Seret China dan Rusia di Perang Lawan Iran, Direktur CIA Ungkap Fakta Ini

AS Mulai Seret China dan Rusia di Perang Lawan Iran, Direktur CIA Ungkap Fakta Ini

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 12:27 WIB

Seberapa Berbahaya Teror Air Keras? Ini Dampak Mengerikan dan Risiko Permanennya

Seberapa Berbahaya Teror Air Keras? Ini Dampak Mengerikan dan Risiko Permanennya

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 12:15 WIB