ICW Jelaskan Titik Rawan Kecurangan di Pilkada Jakarta

Siswanto, Ummi Hadyah Saleh

Rabu, 20 April 2016 | 13:14 WIB
ICW Jelaskan Titik Rawan Kecurangan di Pilkada Jakarta
Koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch (ICW), Donal Fariz [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Suara.com - Lembaga Indonesia Corruption Watch menjelang pilkada Jakarta sekarang ini belum menemukan kasus politik uang yang dilakukan para tokoh yang berhasrat maju menjadi gubernur dan wakil gubernur periode 2017-2022.

"Sekarang ini masih jauh, karena tahapan pilkada belum dimulai, sehingga adanya indikasi itu belum terlihat," ujar Koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch kepada Suara.com di kantor ICW, Jakarta, Rabu (20/4/2016).

Kasus politik uang, kata Donal, biasanya akan terjadi menjelang hari H.

"Akan banyak dugaan ke arah politik uang, jual beli pencalonan, dukungan kepada partai yang dihargai dengan sejumlah uang tertentu. Itu akan dimulai pada tahap pencalonan," kata dia.

Jelang hari H, kata Donal, juga merupakan titik rawan terjadinya kecurangan pilkada. Titik rawan dimulai dari tahapan pencalonan sampai tahapan sidang gugatan kasus di Mahkamah Konstitusi.

"Titik rawannya sudah teridentifikasi, mulai dari tahapan pencalonan sampai pada tahapan sidang di MK, seluruhnya menjadi titik rawan," kata Donal.

Titik rawan kecurangan lainnya ialah pada tahapan pemungutan suara dan penghitungan surat suara.

"Mulai dari tahapan pencalonan, saat hari pemungutan, penghitungan suara, itu semua titik rawan pilkada, yang bisa digunakan sebagai celah bagi kandidat tertentu untuk bisa melakukan kecurangan di pilkada," katanya.

Sejumlah pakar memprediksi pilkada Jakarta bakal panas. Basuki Tjahaja Purnama yang akan maju lagi lewat jalur non partai politik akan dikeroyok partai-partai politik. Sejauh ini belum ada tokoh yang resmi diusung partai politik yang akan menghadapi Ahok.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Fadli Zon Bantah Ada Mahar Politik di Gerindra

Fadli Zon Bantah Ada Mahar Politik di Gerindra

News | Selasa, 19 April 2016 | 13:55 WIB

Hingga Hari Ini Tercatat 23 Bakal Cagub DKI Mendaftar ke PDIP

Hingga Hari Ini Tercatat 23 Bakal Cagub DKI Mendaftar ke PDIP

News | Senin, 18 April 2016 | 14:45 WIB

SMRC Beberkan Kenapa Djarot Paling Siap Hadapi Ahok

SMRC Beberkan Kenapa Djarot Paling Siap Hadapi Ahok

News | Minggu, 17 April 2016 | 18:07 WIB

CSIS Ungkapkan Apa yang Harus Dilakukan Lawan untuk Tandingi Ahok

CSIS Ungkapkan Apa yang Harus Dilakukan Lawan untuk Tandingi Ahok

News | Minggu, 17 April 2016 | 17:06 WIB

Didukung Gantikan Ahok, Moeldoko: Saya Tak Pernah Terpikir Maju

Didukung Gantikan Ahok, Moeldoko: Saya Tak Pernah Terpikir Maju

News | Minggu, 17 April 2016 | 14:42 WIB

Terkini

Bukan Cuma Gaji, Mental Karyawan Jadi Penentu Produktivitas Kerja

Bukan Cuma Gaji, Mental Karyawan Jadi Penentu Produktivitas Kerja

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 19:10 WIB

Sadap Presiden Prabowo, Bisakah Listyo Dijerat Pasal Makar dan Dihukum Mati?

Sadap Presiden Prabowo, Bisakah Listyo Dijerat Pasal Makar dan Dihukum Mati?

News | Rabu, 04 November 2026 | 19:07 WIB

Mensos Ungkap Lima Tenaga Pendidik Sekolah Rakyat Dipecat, Termasuk Kepala Sekolah

Mensos Ungkap Lima Tenaga Pendidik Sekolah Rakyat Dipecat, Termasuk Kepala Sekolah

Bogor | Rabu, 04 November 2026 | 19:03 WIB

Surplus Dagang RI Menyusut Jadi 3,36 Miliar Dolar AS, Ini Penyebabnya

Surplus Dagang RI Menyusut Jadi 3,36 Miliar Dolar AS, Ini Penyebabnya

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 19:01 WIB

Tren Budaya Lokal di Tangan Gen Z: Benar Merawat Tradisi atau Cuma Konten?

Tren Budaya Lokal di Tangan Gen Z: Benar Merawat Tradisi atau Cuma Konten?

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 19:00 WIB

Politisi Gerindra Singgung Penyandang Dana Kasus Penyadapan Prabowo, Siapa Dia?

Politisi Gerindra Singgung Penyandang Dana Kasus Penyadapan Prabowo, Siapa Dia?

Jatim | Rabu, 04 November 2026 | 19:00 WIB

Benny Harman Curiga Penyadapan Presiden Bermotif Perebutan Kekuasaan, Singgung Dugaan Makar

Benny Harman Curiga Penyadapan Presiden Bermotif Perebutan Kekuasaan, Singgung Dugaan Makar

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:54 WIB

Eks Penyidik Dikabarkan Terlibat Kasus Penyadapan Ilegal Listyo, Begini Respons KPK

Eks Penyidik Dikabarkan Terlibat Kasus Penyadapan Ilegal Listyo, Begini Respons KPK

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:47 WIB

Mediasi Sengketa Lahan 14 Hektare di Gunung Sindur Belum Menemukan Titik Terang, Ini Penyebabnya

Mediasi Sengketa Lahan 14 Hektare di Gunung Sindur Belum Menemukan Titik Terang, Ini Penyebabnya

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:40 WIB

Solusi Disrupsi AI, UGM dan Uni Eropa Dorong Kolaborasi di EHEF 2026

Solusi Disrupsi AI, UGM dan Uni Eropa Dorong Kolaborasi di EHEF 2026

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 18:40 WIB

×