Mahasiswa Bawakan Ikan Laut Dibungkus Plastik Buat Ahok

Siswanto, Agung Sandy Lesmana

Rabu, 20 April 2016 | 13:28 WIB
Mahasiswa Bawakan Ikan Laut Dibungkus Plastik Buat Ahok
Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia demo tolak reklamai di Balai Kota Jakarta [suara.com/Agung Sandy Lesmana]

Suara.com - Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia unjuk rasa menentang pembuatan 17 pulau di Teluk Jakarta, di depan Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (20/4/2016) siang. Sebagai bentuk protes terhadap reklamasi, mereka ingin menyerahkan ikan laut yang telah dibungkus pakai plastik kepada Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

"Hari ini banyak ikan-ikan yang mati, inilah simbolis reklamasi busuk, emang kata Ahok itu ikan tidak ada di teluk Jakarta, itu bohong," kata koordinator aksi, Bagus Tito Wibisono.

Bagus menambahkan ikan yang dibungkus plastik tersebut merupakan simbol betapa sekarang ini kehidupan nelayan tradisional di Muara Angke sulit, terutama sejak ada reklamasi.

"Penyerahan ikan ini bentuk simbolis jika susahnya para temen nelayan mencari ikan," kata dia.

Bagus menilai proyek 17 pulau buatan bukan untuk kepentingan masyarakat, terutama para nelayan, melainkan kalangan orang kaya.

"Reklamasi itu kita tidak tahu untuk apa. Jadi indikasi reklamasi ini untuk siapa. Jelas ini bukan untuk rakyat Indonesia, masyarakat pesisir selama ini krisis air bersih," kata dia.

Kemarin, aksi serupa juga dilakukan Komunitas Nelayan Tradisional, Mereka mendatangi Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (19/4/2016), untuk menuntut Ahok menghentikan proyek reklamasi untuk selama-lamanya. Proyek tersebut dinilai sudah menyengsarakan kehidupan mereka.

"Itu ikan yang kita tangkap tidak tercemar, kalau ikan yang sudah tercemar dia nggak nempel di jaring, mendem ke tanah," kata nelayan Muara Angke, Saefudin.

Dalam aksi, mereka meminta Ahok untuk mencicipi hasil tangkapan ikan nelayan.

"Ini ikan seger, kalau perlu agar dia (Ahok) nyicipin, bila perlu kalau mau di goreng bareng-bareng kita makan bareng-bareng, biar kita tunjukin. Saya pengin Ahok cabut izin reklamasi," kata dia.

Proyek reklamasi sekarang ini sedang dihentikan untuk sementara waktu sampai semua perizinan dipenuhi. Tetapi nelayan tidak mau, mereka ingin dihentikan selamanya.

Pernyataan Donal terkait operasi tangkap tangan KPK terhadap Sanusi pada Kamis (31/3/3016) malam. Ketika itu, dia masih menjabat Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra. Dia diduga menerima suap senilai Rp2 miliar dari Personal Assistant PT. Agung Podomoro Land (Tbk) Trinanda Prihantoro. Uang tersebut diduga titipan dari Presiden Direktur PT. Agung Podomoro Land Ariesman Widjaja.

Sehari setelah itu, Jumat (1/4/2016), Ariesman Widjaja menyerahkan diri ke KPK.Ketiga orang ini telah ditetapkan menjadi tersangka dan KPK terus mendalaminya.

Sejauh ini, KPK juga telah mencekal ke luar negeri beberapa pihak, di antaranya, Bos PT Agung Sedayu Group, Sugianto Kusuma alias Aguan, dan Staf Khusus Gubernur Basuki Tjahaka Purnama (Ahok) Sunny Tanuwidjaja.

Kasus dugaan penyuapan ini disinyalir untuk mempengaruhi proses pembahasan raperda tentang reklamasi. Ada tiga kewenangan pengembang yang diatur dalam rancangan. Yakni, keharusan menyerahkan fasilitas umum dan sosial, seperti jalan dan ruang terbuka hijau, kontribusi lima persen lahan, serta kontribusi tambahan sebesar 15 persen untuk menanggulangi dampak reklamasi.

Pengembang diduga keberatan dengan kontribusi tambahan 15 persen yang diatur di Pasal 110 Raperda Tata Ruang. Mereka pun melobi DPRD agar nilainya turun jadi lima persen.

Setelah aroma suap tercium, DPRD DKI Jakarta langsung menghentikan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tersebut.

Setelah aroma suap menyeruak kemana-mana, KPK memeriksa belasan orang dari DPRD, pemerintah, dan pengembang. Beberapa orang juga telah dicekal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Reklamasi Tak Bakal Heboh Kalau Anggota DPRD DKI Tak Terima Duit

Reklamasi Tak Bakal Heboh Kalau Anggota DPRD DKI Tak Terima Duit

News | Rabu, 20 April 2016 | 12:47 WIB

Ketua DPRD DKI Mengaku Pernah Jadi Anak Buah Aguan

Ketua DPRD DKI Mengaku Pernah Jadi Anak Buah Aguan

News | Rabu, 20 April 2016 | 12:07 WIB

ICW: Korupsi Reklamasi Jangan Berhenti di Sanusi

ICW: Korupsi Reklamasi Jangan Berhenti di Sanusi

News | Rabu, 20 April 2016 | 12:05 WIB

Ahok: Mana Berani Pimpinan DPRD Ketemu Aguan Kasih Tahu Aku

Ahok: Mana Berani Pimpinan DPRD Ketemu Aguan Kasih Tahu Aku

News | Rabu, 20 April 2016 | 11:50 WIB

ICW Yakin Aktor Suap Reklamasi Teluk Jakarta Tak Cuma Sanusi

ICW Yakin Aktor Suap Reklamasi Teluk Jakarta Tak Cuma Sanusi

News | Rabu, 20 April 2016 | 11:29 WIB

Terkini

Eks Penyidik Dikabarkan Terlibat Kasus Penyadapan Ilegal Listyo, Begini Respons KPK

Eks Penyidik Dikabarkan Terlibat Kasus Penyadapan Ilegal Listyo, Begini Respons KPK

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:47 WIB

Mediasi Sengketa Lahan 14 Hektare di Gunung Sindur Belum Menemukan Titik Terang, Ini Penyebabnya

Mediasi Sengketa Lahan 14 Hektare di Gunung Sindur Belum Menemukan Titik Terang, Ini Penyebabnya

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:40 WIB

Solusi Disrupsi AI, UGM dan Uni Eropa Dorong Kolaborasi di EHEF 2026

Solusi Disrupsi AI, UGM dan Uni Eropa Dorong Kolaborasi di EHEF 2026

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 18:40 WIB

Koleksi Mobil Ariyo Windutomo, Plt KSP Usai Listyo Sigit Dipecat

Koleksi Mobil Ariyo Windutomo, Plt KSP Usai Listyo Sigit Dipecat

Otomotif | Rabu, 04 November 2026 | 18:39 WIB

Kisah Koperasi Rimba Lestari: Terangi Dusun dengan Mikrohidro, Hidupi Warga Lewat Kopi

Kisah Koperasi Rimba Lestari: Terangi Dusun dengan Mikrohidro, Hidupi Warga Lewat Kopi

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:37 WIB

Shampoo Bayam Mustika Ratu Apakah Non SLS? Cek Kandungan dan Manfaatnya

Shampoo Bayam Mustika Ratu Apakah Non SLS? Cek Kandungan dan Manfaatnya

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 18:37 WIB

KPK Tak Berhenti, Jaringan Bisnis Djarum Bakal Diusut Termasuk BCA?

KPK Tak Berhenti, Jaringan Bisnis Djarum Bakal Diusut Termasuk BCA?

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 18:35 WIB

Review Novel Resign, Ketika Angkat Kaki dari Kantor Jadi Bahan Taruhan

Review Novel Resign, Ketika Angkat Kaki dari Kantor Jadi Bahan Taruhan

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 18:30 WIB

Makin Panas Pemakzulan Gibran, Pendukung Bilang Gusti Allah Mboten Sare Netizen Balas Menohok

Makin Panas Pemakzulan Gibran, Pendukung Bilang Gusti Allah Mboten Sare Netizen Balas Menohok

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:29 WIB

Obat Diabetes Golongan SGLT2 Inhibitor Bisa Turunkan Berat Badan, Begini Cara Kerjanya

Obat Diabetes Golongan SGLT2 Inhibitor Bisa Turunkan Berat Badan, Begini Cara Kerjanya

Health | Rabu, 04 November 2026 | 18:26 WIB

×