Keluar KPK dengan Masker, Panitera PN Jakpus Kecoh Awak Media

Ruben Setiawan, Nikolaus Tolen

Kamis, 21 April 2016 | 19:28 WIB
Keluar KPK dengan Masker, Panitera PN Jakpus Kecoh Awak Media
Ketua KPK Agus Rahardjo memberikan keterangan pers terkait hasil OTT yang melibatkan Panitera/Sekretaris Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Edy Nasution, di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (21/4/2016). [Suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Panitera Sekretaris pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Edy Nasution di Rumah Tahanan Cabang KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan pada Kamis (21/4/2016). Penahanan dilakukan setelah Edy resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap dalam pengajuan permohonan peninjauan kembali (PK) yang didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Saat keluar dari Gedung KPK, penampilan Edy tampak berbeda dengan semua tersangka yang sudah pernah ditetapkan KPK menjadi tersangka selama ini. Mengenakan rompi oranye khas tahanan KPK, Edy juga tampak mengenakan masker.

Soal apakah itu sebuah strategi untuk tidak mudah dikenal oleh para awak media atau sebuah cara untuk menyembunyikan wajahnya dari publik, hanya Edy yang tahu. Namun yang pasti penampilannya tersebut sempat mengecoh sejumlah wartawan, terutama wartawan foto yang mengaku tidak mengenal wajah siapa dibalik masker berwarna hijau tersebut.

"Itu Edy benaran, atau itu si Doddy," kata para fotografer satu terhadap yang lainnya usai Edy meninggalkan Gedung KPK dengan mobil tahanan KPK.

Dengan gayanya itu pula, dia dapat luput dari cecaran peratanyaan wartawan untuk mengomentari kasus yang sudah menjerat dirinya tersebut. Dengan pengawalan dua orang rekannya dan polisi yang bertugas di KPK, Edy langsung menuju ke mobil tahanan yang sudah menunggunya.

Sementara itu, rekannya yang juga terjaring dalam OTT pada Rabu(20/4/2016) kemarin, Doddy Apriyanto Supeno belum keluar dari ruang pemeriksaan penyidik untuk segera ditahan KPK.

Seperti diketahui, dalam kasus yang diungkap melalui operasi tangkap tangan (OTT) Rabu (20/4/5016) tersebut, KPK sudah menetapkan dua orang tersangka. Mereka adalah Panitera Sekretaris pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Edy Nasution dan seorang dari pihak swasta, Doddy Apriyanto Supeno. Saat ditangkap, keduanya diduga melakukan transaksi suap terkait pengajuan permohonan Pengajuan Kembali (PK) sebuah perkara perdata yang didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Dari tangan Edy, KPK menyita uang sejumlah Rp50 juta. Namun, menurut KPK, itu bukanlah pemberian pertama oleh Doddy kepada Edy. Pasalnya, pada Bulan Desember 2015 lalu, uang sejumlah Rp100 juta telah diserahkan oleh Doddy kepada Edy. Sementara jumlah uang secara keseluruhan untuk memulusukan pengajuan tersebut adalah sebesar Rp500 juta, yang sebagiannya belum dipenuhi Doddy hingga saat ini.

Untuk mencari barang bukti, KPK sudah melakukan penggeldahan di empat lokasi. Diantaranya adalah Ruangan Kerja Edy di Lantai 4 Gedung PN Jakpus, Ruangan kerja dan Rumah Nurhadi, dan juga di Kantor PT.Paramount Enterprise International di Serpong Tanggerang Banten.

Sementara hasil penggeledahan beberapa lokasi tersebut, KPK menemukan sejumlah uang. Namun, hingga saat ini KPK belum mengetahui jumlahnya, karena belum dihitung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

News | Rabu, 04 November 2026 | 23:56 WIB

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Entertainment | Rabu, 04 November 2026 | 23:23 WIB

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Jabar | Rabu, 04 November 2026 | 22:37 WIB

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 22:16 WIB

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:15 WIB

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Health | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:32 WIB

×