Usai Mundur dari Wali Kota, Rustam Pamitan ke Camat dan Lurah

Siswanto | Agung Sandy Lesmana | Suara.com

Selasa, 26 April 2016 | 13:41 WIB
Usai Mundur dari Wali Kota, Rustam Pamitan ke Camat dan Lurah
Rustam Effendi menjelaskan alasan mundur dari jabatan Wali Kota Jakarta Utara. (suara.com/Agung Sandy Lesmana)

Suara.com - Rustam Effendi mengaku belum mengetahui apa langkah selanjutnya setelah mundur dari jabatan wali kota Jakarta Utara. Saat ini, Rustam fokus menunggu keputusan setelah kemarin menyerahkan surat pengunduran diri kepada Badan Kepegawaian Daerah Provinsi DKI Jakarta.

"Saya kan ikut tuh perkembangan kan kelihatannya saya masih on, tergantung kepala BKD mau naruh saya dimana. Kan PNS pemprov DKI, kecuali ada perkembangan lain," kata Rustam di kantor Wali Kota Jakarta Utara, Selasa (26/4/2016).

Rustam hanya mundur dari jabatan wali kota, statusnya masih tetap PNS.

"Kan bisa saja saya pensiun percepat (pensiun dini kali), pensiun reguler atau yang lain. Tapi feeling saya si masih PNS," katanya.

Rustam mengaku sudah pamitan dengan semua perangkat daerah di lingkungan kantor pemerintah kota Jakarta Utara.

"Hari ini saya kumpulkan pak lurah camat suku dinas, kepala kantor, kepala bagian wakil walkot, asisten saya nyampaikan pamit. Saya juga mau keluar dari ruangan ini," katanya.

Rustam mundur tak lama setelah berseteru dengan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Perseteruannya dengan Ahok mencuat setelah terjadi banjir di sebagian Jakarta Utara pekan lalu. Menurut Ahok banjir masih muncul karena pemerintah kota tidak sigap menertibkan bangunan liar yang menghambat saluran air sehingga ketika turun hujan air tak mengalir lancar dan air pun meluap kemana-mana.

Contohnya yang terjadi pemukiman yang berdiri di jalur hijau atau kolong tol kawasan Ancol. Ahok menekankan sebenarnya sudah sejak lama mengingatkan Rustam, namun menurutnya tak juga dikerjakan dengan baik.

"Kalau kerjaan lu nggak beres lu bohongin terus itu yang masalah. Air laut nggak masuk dibilang masuk, ya masalah. KBN (Kawasan Berikat Nusantara) banjir," kata Ahok ketika itu.

Ahok juga melontarkan tuduhan bahwa Rustam kongkalingkong dengam Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra.

Ahok rupanya terus membicarakan tentang Rustam. Sampai-sampai Ahok menyindir hobi Rustam main golf. Belakangan muncul istilah ada perkumpulan ekseklusif di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang disebut Ahok sebagai geng golf.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lelah Tegang dengan Ahok, Rustam: Saya Perlu Kenyamanan

Lelah Tegang dengan Ahok, Rustam: Saya Perlu Kenyamanan

News | Selasa, 26 April 2016 | 12:09 WIB

Dituduh Ahok Masuk 'Geng Golf', Ini Pengakuan Rustam

Dituduh Ahok Masuk 'Geng Golf', Ini Pengakuan Rustam

News | Selasa, 26 April 2016 | 11:16 WIB

Rustam: Saya Tak Kenal dengan Yusril, Tak Pernah Komunikasi

Rustam: Saya Tak Kenal dengan Yusril, Tak Pernah Komunikasi

News | Selasa, 26 April 2016 | 11:03 WIB

Terkini

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:13 WIB

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:30 WIB

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:10 WIB

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:56 WIB

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:43 WIB

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:01 WIB

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:50 WIB

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:37 WIB

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:08 WIB

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:07 WIB