Ahok Tak Bisa Bayangkan Kalau Dulu Jokowi Sampai Sewa Yusril

Kamis, 28 April 2016 | 22:02 WIB
Ahok Tak Bisa Bayangkan Kalau Dulu Jokowi Sampai Sewa Yusril
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok hadir memenuhi panggilan sebagai saksi di gedung KPK, Jakarta, Selasa (12/4). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Hubungan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Ketua Umum PBB kembali memanas.

Ahok sampai menceritakan pengalaman ketika dulu Joko Widodo (Jokowi) masih menjadi gubernur Jakarta (2013) menemui banyak pengacara karena pemerintah sering kalah di pengadilan dalam mempertahankan aset. Salah satu pengacara yang ditemui adalah Yusril Ihza Mahendra yang sekarang berhasrat menjadi calon gubernur Jakarta periode 2017-2022.

"Jadi dulu Pak Jokowi waktu kita sering kalah, Pak Jokowi menemui banyak pengacara. Banyak yang menawarkan kepada kami. Akhirnya keputusan kami adalah kami tidak bisa mempercayakan kepada sembarang pengacara," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (28/4/2016).

Ketika itu, Ahok masih wakilnya Jokowi. Jokowi dan Ahok berhati-hati menyewa pengacara karena kalau salah orang bisa menikam balik.

"Karena pengacara yang suka membela orang sembarangan bukan idealisme, bisa dirampok Jakarta. Bayangin kalau Pak Yusril bantu DKI jadi pengacara, tahu-tahunya dia dibayar pihak Bantargebang (pengelola TPST Bantargebang) hantam kita sekarang bagaimana," kata Ahok.

Seperti diketahui Yusril sekarang menjadi pengacara perusahaan swasta yang mengelola sampah Bantargebang, yakni PT. Godang Tua Jaya dan PT. Navigat Organic Energy Indonesia. Pemerintah Jakarta menilai perusahaan ini wanprestasi dan akan diputus kontraknya. Tetapi mereka tidak terima, lalu menyewa Yusril untuk menghadapi pemerintah Jakarta.

"Pak Yusril adalah pengacara Bantargebang yang membuat kami menahan SP3. Kenapa? Kami pengen ada dua bukti bahwa dia wanprestasi (PT. GTJ dan NOEI)," kata Ahok.

Saat ini, pemerintah Jakarta memakai jasa audit independen untuk mengaudit keuangan dua perusahaan swasta tersebut.

"Sekarang lagi bekerja. Karena kalau tidak dapat dua (bukti) nanti dia akan gugat kami. Begitu kami dapat dua, selesai dia. Bisa bayangin nggak kalau Pak Yusril kemarin sebagai pengacara di DKI ketika DKI sedang berperkara dengan swasta, dibayar swasta dia ikut, bisa habis," kata Ahok.

Ahok menilai Yusril bukan pengacara yang selalu membela rakyat kecil. Contohnya, Yusril juga membela PT. Sahabat Mulia Sakti dalam kasus pembangunan pabrik semen di kawasan pegunungan Kendeng seluas 2.600 hektar yang diprotes warga.

"Dan mesti ingat lho yang semen di Jawa Tengah juga dia bela pengusaha bukan bela rakyat. Bagaimana kita bisa putuskan bekerja sama dengan Pak Yusril?" kata Ahok.

Belakangan, Yusril menjadi pengacara warga Luar Batang yang akan terkena program revitalisasi.

Ahok curiga Yusril membela warga Luar Batang karena Yusril sedang mempersiapkan diri menjadi calon gubernur Jakarta.

"Untuk kepentingan kampanye dia bela sekarang Luar Batang," kata Ahok.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI