Produknya Tewaskan 103 Orang, Bos Perusahaan Desinfektan Diamuk

Ruben Setiawan

Selasa, 03 Mei 2016 | 14:03 WIB
Produknya Tewaskan 103 Orang, Bos Perusahaan Desinfektan Diamuk
Ilustrasi jenazah / mayat. (Shutterstock)

Suara.com - Kepala cabang Korea Selatan dari perusahaan produsen desinfektan asal Inggris jadi bulan-bulanan saat menyampaikan permintaan maaf di hadapan publik. Sang kepala cabang meminta maaf setelah produk desinfektan perusahaannya dituding jadi penyebab kematian lebih dari 100 orang di Korea Selatan.

Sambil meneriakkan "sudah terlambat" dan "tiada ampun", massa yang terdiri dari kerabat korban merangsek naik podium tempat di mana Atar Safdar, kepala cabang Oxy Reckitt Benckiser Korea Selatan, sedang menyampaikan permintaan maafnya di sebuah hotel di Seoul, Senin (2/5/2016).

Safdar ditampar dan didorong berulang kali dalam acara yang berubah menjadi ricuh tersebut. Setelah keadaan menjadi sedikit tenang, Safdar melanjutkan pernyataannya dan mengungkapkan permintaan maaf mendalam kepada seluruh korban dan menjanjikan uang kompensasi yang pantas.

Kasus ini mengemuka saat empat orang perempuan hamil meninggal dunia akibat masalah paru-paru tanpa penyebab yang jelas pada tahun 2011 silam.

Sebuah penyelidikan yang dilakukan pemerintah menemukan adanya hubungan antara kerusakan paru-paru korban dengan produk desinfektan udara yang dipakai di rumah mereka.

Sebagian besar korban menggunakan Oxy Ssak Ssak, sebuah merek desinfektan udara cair yang dijual Reckitt Benckiser di Korea Selatan sejak 2001 hingga ditarik dari peredaran pada tahun 2011. Produk tersebut dituding menjadi penyebab 103 kematian, di mana sebagian besar terdiri atas perempuan dan anak-anak.

Sejumlah merek desinfektan lain yang dituding sebagai penyebab kematian antara lain Wiselect buatan Lotte Mart, dan Cefu.

"Oxy RB menerima tanggung jawab atas produk Oxy RB dan lamban memberikan pengobatan yang memadai," kata Safdar.

Safdar juga mengumumkan pihaknya menyediakan lima miliar Won sebagai bantuan bagi mereka yang terdampak. Sebelumnya, Oxy juga mendonasikan dana dengan jumlah yang sama untuk bantuan dana dari Kementerian Lingkungan Korea Selatan.

Reckitt Benckisser menjual lebih dari 120 jenis barang rumah tangga dan lima produk medis di Korea Selatan, termasuk permen pelega tenggorokan Strepsils dan obat lambung Gaviscon.

Sempat terjadi pemboikotan produk Oxy karena pihak perusahaan dinilai terlalu lama meminta maaf atas hal tersebut.

Pekan lalu, sekitar 3.000 ahli farmasi di Busan berhenti menjual produk Oxy dan mendesak perusahaan bertanggungjawab secara sosial dan moral terhadap para korban.

Dalam kasus Cefu, yang diyakini telah mengakibatkan kematian 14 orang, jaksa penuntut menemukan bukti bahwa perusahaan pembuatnya, Butterfly Effect, membuat produk tanpa pengetahuan profesional.

Kepala Butterfly Effect, yang bernama belakang Oh, mengaku kepada jaksa bahwa dirinya mendapat resep pembuatan produk dari internet dan data riset.

Cefu diketahui mengandung bahan kimia bernama PGH, yang diyakini lebih berbahaya ketimbang PHMG, bahan utama pembuat Oxy Ssak Ssak.

Sementara itu, dua pekan lalu, Lotte Mart menyampaikan permintaan maaf resmi dan mengatakan akan memberikan 10 miliar Won sebagai kompensasi bagi korban dan keluarga mereka. Pemerintah Korea Selatan mengatakan, 22 orang tewas setelah menggunakan Wiselect buatan Lotte. (Asia One/AFP)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Babymonster Ketagihan Ngomong Josjis saat Konser di Jakarta, Sampai Bilang Sayange ke MONSTIEZ

Babymonster Ketagihan Ngomong Josjis saat Konser di Jakarta, Sampai Bilang Sayange ke MONSTIEZ

Entertainment | Selasa, 20 Oktober 2026 | 14:43 WIB

Gong Yoo Cerita ke Fans Jakarta, Bahagia Main LEGO Berjam-jam Sambil Dengar Musik

Gong Yoo Cerita ke Fans Jakarta, Bahagia Main LEGO Berjam-jam Sambil Dengar Musik

Entertainment | Senin, 19 Oktober 2026 | 10:09 WIB

Rahasia Kelam yang Terkubur di Balik Misteri Musim Panas di Duwang-ri

Rahasia Kelam yang Terkubur di Balik Misteri Musim Panas di Duwang-ri

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 08:30 WIB

BABYMONSTER Tampil Totalitas di Konser Jakarta, dari Aksi Solo hingga Encore Spektakuler

BABYMONSTER Tampil Totalitas di Konser Jakarta, dari Aksi Solo hingga Encore Spektakuler

Entertainment | Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Babymonster Konser di Jakarta Hari Ini, Intip Rundown Lengkapnya

Babymonster Konser di Jakarta Hari Ini, Intip Rundown Lengkapnya

Entertainment | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:28 WIB

Siap-Siap! Babymonster Bakal Konser di Indonesia Arena Akhir Pekan Ini

Siap-Siap! Babymonster Bakal Konser di Indonesia Arena Akhir Pekan Ini

Entertainment | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:00 WIB

Menelusuri Jejak Patriarki di Korea dalam Novel Kim Jiyeong Born in 1982

Menelusuri Jejak Patriarki di Korea dalam Novel Kim Jiyeong Born in 1982

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 17:15 WIB

Perusahaan Rokok Asal Korsel Bangun Pabrik Baru di RI, Kapasitas Tembus 35 Miliar Batang

Perusahaan Rokok Asal Korsel Bangun Pabrik Baru di RI, Kapasitas Tembus 35 Miliar Batang

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:33 WIB

Awas Ketagihan! 5 Street Food Legendaris Korea yang Paling Dicari Saat Musim Gugur

Awas Ketagihan! 5 Street Food Legendaris Korea yang Paling Dicari Saat Musim Gugur

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 17:46 WIB

Korea Selatan Libatkan Warga Lawan Deepfake, Indonesia Bisa Belajar Apa?

Korea Selatan Libatkan Warga Lawan Deepfake, Indonesia Bisa Belajar Apa?

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 19:30 WIB

Terkini

Kericuhan Malioboro Dinilai Jadi Kanal Frustrasi Sosial, Represif Aparat Hanya Perburuk Keadaan

Kericuhan Malioboro Dinilai Jadi Kanal Frustrasi Sosial, Represif Aparat Hanya Perburuk Keadaan

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Buku Revolusi Nuklir: Menjelajahi Masa Depan dan Keganjilan Hidup Manusia

Buku Revolusi Nuklir: Menjelajahi Masa Depan dan Keganjilan Hidup Manusia

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Bicara Kasus Keracunan MBG, Kepala BGN Sudaryono: Hancur Hatiku, Saya Baper

Bicara Kasus Keracunan MBG, Kepala BGN Sudaryono: Hancur Hatiku, Saya Baper

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:59 WIB

Diteken di Bandung, Indonesia dan Malaysia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Sosial di Perbatasan

Diteken di Bandung, Indonesia dan Malaysia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Sosial di Perbatasan

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:57 WIB

Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar

Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar

Bali | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:57 WIB

Harga dan Spesifikasi HP Flagship Terbaru di Indonesia: Mewah, Performa Gahar!

Harga dan Spesifikasi HP Flagship Terbaru di Indonesia: Mewah, Performa Gahar!

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:56 WIB

Bos Danantara Pandu Sjahrir Tak Bantah Miliki Saham di Supra Sekuritas

Bos Danantara Pandu Sjahrir Tak Bantah Miliki Saham di Supra Sekuritas

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:55 WIB

Bukti Negara Hadir Tingkatkan Kesehatan Masyarakat: Program CKG Sudah Deteksi Medis 105 Juta Orang

Bukti Negara Hadir Tingkatkan Kesehatan Masyarakat: Program CKG Sudah Deteksi Medis 105 Juta Orang

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:54 WIB

4 Tinted Sunscreen Lokal SPF 30, Kunci Wajah Tampak Flawless dan Atasi PIH

4 Tinted Sunscreen Lokal SPF 30, Kunci Wajah Tampak Flawless dan Atasi PIH

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:52 WIB

PG Jatiroto Buka Suara soal Dugaan Penggelapan 75 Ton Gula, Kerugian Pembeli Capai Rp1,2 Miliar

PG Jatiroto Buka Suara soal Dugaan Penggelapan 75 Ton Gula, Kerugian Pembeli Capai Rp1,2 Miliar

Jatim | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:51 WIB

×