Empat WNI Masih Disandera Abu Sayyaf, JK: Sedang Diusahakan

Madinah | Bagus Santosa | Suara.com

Kamis, 05 Mei 2016 | 11:46 WIB
Empat WNI Masih Disandera Abu Sayyaf, JK: Sedang Diusahakan
Wakil Presiden Jusuf Kalla dan istri, Mufidah Jusuf Kalla [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Suara.com - Wakil Presiden Jusuf Kala mengatakan saat ini pemerintah tengah mengupayakan pembebasan empat orang WNI yang masih disandera kelompok militan Abu Sayyaf. Sebelumnya, sudah ada sepuluh orang yang berhasil dibebaskan.

"Itu sedang diusahakan. Sedang diusahakan dan mudah-mudahan cepat," kata JK usai menghadiri acara 'APKASI Internasional Trade and Invesment Summit Series'‎ sekaligus Pengukuhan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia 2015-2020 di Jakarta International Expo, Kamis (5/5/2016).

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah menghubungi Presiden Filipina Benigno Aquino dalam upaya pembebasan empat anak buah kapal (ABK) WNI yang sata ini masih disandera kelompok milisi Abu Sayyaf. Jokowi berharap ke empat WNI yang diculik belakangan dapat segera dibebaskan.

 "Yang empat WNI (disandera) sedang diupayakan. Maka Presiden juga dalam komunikasi dengan Presiden Aquino (Filipina) menyampaikan, mengharapkan empat nama tersebut bisa segera diselesaikan proses pembebasan," kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung kepada wartawan di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/5/2016).

 Pramono menuturkan, proses pembebasan terhadap empat WNI yang ditawan tersebut juga dilakukan secara diplomasi total. Selanjutnya, untuk mengantisipasi dan menanggulangi kasus pembajakan di jalur lalu lintas laut yang belakangan kerab terjadi, Pemerintah Indonesia, Malaysia dan Filipina akan menggelar pertemuan membahas peningkatan pengamanan.

 "Tanggal 5 Mei ada pertemuan antara Menlu (Menteri Luar Negeri) dan Panglima Tentara Nasional dari Malaysia, Filipina serta Indonesia. Tentunya mereka akan bersama dengan Indonesia akan merumuskan apa yang perlu dilakukan di daerah lintasan tersebut. Karena lintasan tersebut sekarang dengan perkembangan ekonomi menjadi salah satu lintasan baru utama ke Filipina dan sebagainya. Sehingga dengan demikian jangan kejadian-kejadian ini terulang di kemudian hari," terang dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lagi, Abu Sayyaf Bebaskan Satu Sandera

Lagi, Abu Sayyaf Bebaskan Satu Sandera

News | Rabu, 04 Mei 2016 | 15:48 WIB

Kelompok Abu Sayyaf Ancam Penggal Tiga Orang Sandera

Kelompok Abu Sayyaf Ancam Penggal Tiga Orang Sandera

News | Rabu, 04 Mei 2016 | 13:15 WIB

Gerilyawan Moro Klaim Berjasa atas Pembebasan 10 WNI di Filipina

Gerilyawan Moro Klaim Berjasa atas Pembebasan 10 WNI di Filipina

News | Selasa, 03 Mei 2016 | 15:30 WIB

4 WNI Masih Diculik, Presiden Jokowi Hubungi Presiden Fillipina

4 WNI Masih Diculik, Presiden Jokowi Hubungi Presiden Fillipina

News | Selasa, 03 Mei 2016 | 10:20 WIB

Terkini

Ortu Korban Daycare Little Aresha akan Kirim Petisi ke UGM, Desak Sanksi Dosen yang Diduga Terlibat

Ortu Korban Daycare Little Aresha akan Kirim Petisi ke UGM, Desak Sanksi Dosen yang Diduga Terlibat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:55 WIB

Mahfud MD: Komisi Reformasi Fokus Benahi Sistem Karier Polri, Bukan Usul Nama Ganti Kapolri

Mahfud MD: Komisi Reformasi Fokus Benahi Sistem Karier Polri, Bukan Usul Nama Ganti Kapolri

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:47 WIB

Mensos Gus Ipul Berencana Temui KPK Besok, Laporkan Proses Pengadaan di Sekolah Rakyat

Mensos Gus Ipul Berencana Temui KPK Besok, Laporkan Proses Pengadaan di Sekolah Rakyat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:47 WIB

Hujan Masih Guyur Jabodetabek di Tengah Kemarau, Begini Penjelasan BMKG

Hujan Masih Guyur Jabodetabek di Tengah Kemarau, Begini Penjelasan BMKG

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:19 WIB

Bertemu Prabowo 2,5 Jam, Mahfud MD Blak-blakan Soal 'Penyakit' di Tubuh Polri

Bertemu Prabowo 2,5 Jam, Mahfud MD Blak-blakan Soal 'Penyakit' di Tubuh Polri

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:15 WIB

Bukan Misi Rahasia! BAIS TNI: Motif Anggota Siram Air Keras ke Andrie Yunus karena Sakit Hati

Bukan Misi Rahasia! BAIS TNI: Motif Anggota Siram Air Keras ke Andrie Yunus karena Sakit Hati

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:14 WIB

KPK Cecar Fadia Arafiq Soal Penukaran Valas yang Diduga dari Hasil Korupsi

KPK Cecar Fadia Arafiq Soal Penukaran Valas yang Diduga dari Hasil Korupsi

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:07 WIB

Kena Penggusuran, Belasan Penghuni Rumdis PAM Jaya Benhil Dapat Rp50 Juta dan Rusun Gratis

Kena Penggusuran, Belasan Penghuni Rumdis PAM Jaya Benhil Dapat Rp50 Juta dan Rusun Gratis

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:07 WIB

Niat Mulia Berujung Duka: Pria Berbaju Koko Tewas Dihantam KRL Saat Lerai Tawuran di Duren Sawit

Niat Mulia Berujung Duka: Pria Berbaju Koko Tewas Dihantam KRL Saat Lerai Tawuran di Duren Sawit

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:28 WIB

Alibi Janggal Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus saat Diinterogasi Atasan

Alibi Janggal Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus saat Diinterogasi Atasan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:13 WIB