Suara.com - Wakil Presiden Jusuf Kala mengatakan saat ini pemerintah tengah mengupayakan pembebasan empat orang WNI yang masih disandera kelompok militan Abu Sayyaf. Sebelumnya, sudah ada sepuluh orang yang berhasil dibebaskan.
"Itu sedang diusahakan. Sedang diusahakan dan mudah-mudahan cepat," kata JK usai menghadiri acara 'APKASI Internasional Trade and Invesment Summit Series' sekaligus Pengukuhan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia 2015-2020 di Jakarta International Expo, Kamis (5/5/2016).
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah menghubungi Presiden Filipina Benigno Aquino dalam upaya pembebasan empat anak buah kapal (ABK) WNI yang sata ini masih disandera kelompok milisi Abu Sayyaf. Jokowi berharap ke empat WNI yang diculik belakangan dapat segera dibebaskan.
"Yang empat WNI (disandera) sedang diupayakan. Maka Presiden juga dalam komunikasi dengan Presiden Aquino (Filipina) menyampaikan, mengharapkan empat nama tersebut bisa segera diselesaikan proses pembebasan," kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung kepada wartawan di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/5/2016).
Pramono menuturkan, proses pembebasan terhadap empat WNI yang ditawan tersebut juga dilakukan secara diplomasi total. Selanjutnya, untuk mengantisipasi dan menanggulangi kasus pembajakan di jalur lalu lintas laut yang belakangan kerab terjadi, Pemerintah Indonesia, Malaysia dan Filipina akan menggelar pertemuan membahas peningkatan pengamanan.
"Tanggal 5 Mei ada pertemuan antara Menlu (Menteri Luar Negeri) dan Panglima Tentara Nasional dari Malaysia, Filipina serta Indonesia. Tentunya mereka akan bersama dengan Indonesia akan merumuskan apa yang perlu dilakukan di daerah lintasan tersebut. Karena lintasan tersebut sekarang dengan perkembangan ekonomi menjadi salah satu lintasan baru utama ke Filipina dan sebagainya. Sehingga dengan demikian jangan kejadian-kejadian ini terulang di kemudian hari," terang dia.