Novanto Dinilai Permudah Lobi Pemerintah di Parlemen

Pebriansyah Ariefana, Erick Tanjung

Selasa, 17 Mei 2016 | 15:54 WIB
Novanto Dinilai Permudah Lobi Pemerintah di Parlemen
Ketua Fraksi Golkar DPR Setya Novanto [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Suara.com - Sekretaris Kabinet, Pramono Anung mengatakan bahwa terpilihnya Setya Novanto sebagai Ketua Umum dan Abu Rizal Bakrie menjadi Ketua Dewan Pembina Partai Golkar menguntungkan bagi Pemerintah.

Pemerintahan yang dipimpin Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla akan lebih mudah menjalankan roda pemerintahan lantaran Golkar secara resmi telah menyatakan dukungan.

"Presiden sudah sampaikan secara terbuka, bahwa Munaslub Golkar telah berakhir yang keputusannya memilih Pak Ical (Aburizal Bakrie) sebagai Ketua Dewan Pembina, dan Novanto‎ sebagai Ketua Umum. Tentunya ini merupakan hal yang akan lebih memudahkan pemerintah untuk selalu berkomunikasi dan seterusnya," kata Pramono di kantornya, Komplek Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa (17/5/2016).

Saat dikonfirmasi apakah dengan mendukung pemerintah, Golkar mendapatkan jatah kursi menteri di kabinet kerja, Pramono mengaku belum ada pembicaraan terkait itu.

"Mengenai apakah Golkar akan bergabung dengan Pemerintah, maksud saya adalah mendapat kursi dalam kabinet itu tentu kewenangan sepenuhnya bapak Presiden. ‎Sampai perhari ini Presiden belum membicarakan hal itu," ujar dia.

‎Dia menambahkan, dengan dukungan Golkar, Pemerintah lebih dimudahkan di parlemen untuk melancarkan program kerja. Apalagi Ketua DPR Ade Komarudin dari Golkar.

"Berkaitan di parlemen tentunya akan lebih memudahkan komunikasi dan koordinasi. Apalagi Ketua DPR ini kan berasal dari Golkar, sehingga akan lebih memudahkan kami untuk mengkomunikasikan apa yang menjadi program pemerintah," terang dia.

‎Terkait kasus Setya Novanto yang diduga pernah mencatut nama Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk meminta jatah saham PT Freeport Indonesia, sudah tak jadi permasalahan.

‎"Hal yang terjadi dalam Munaslub Golkar dan yang itu (kasus Setnov Catut nama Presiden Jokowi) adalah dua hal yang terpisah. Golkar ini kan partai yang sudah sangat berakar, sudah sangat dewasa, dan sistem demokrasinya sudah cukup baik. Apapun pak Novanto adalah pilihan dalam munaslub, sehingga pemerintah adalah menghargai dan mengapresiasi pilihan tersebut. Mengenai hal-hal lain pemilihlah yang lebih tahu," tandas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Luhut di Bali Selama Munaslub Golkar, Fadli: Tak Masalah

Luhut di Bali Selama Munaslub Golkar, Fadli: Tak Masalah

News | Selasa, 17 Mei 2016 | 15:49 WIB

Golkar Pro Jokowi, JK: Belum Ada Pembicaraan Jatah Kursi

Golkar Pro Jokowi, JK: Belum Ada Pembicaraan Jatah Kursi

News | Selasa, 17 Mei 2016 | 15:20 WIB

Golkar Pro Pemerintah dan Novanto Menang, Ini Harapan Istana

Golkar Pro Pemerintah dan Novanto Menang, Ini Harapan Istana

News | Selasa, 17 Mei 2016 | 14:46 WIB

Anak Muda Golkar Dukung Ahok, Novanto Masih Tanda Tanya

Anak Muda Golkar Dukung Ahok, Novanto Masih Tanda Tanya

News | Selasa, 17 Mei 2016 | 14:36 WIB

Fahri Hormati Golkar Keluar dari KMP

Fahri Hormati Golkar Keluar dari KMP

News | Selasa, 17 Mei 2016 | 14:29 WIB

Soal Jatah Menteri untuk Golkar, Setya Novanto Serahkan ke Jokowi

Soal Jatah Menteri untuk Golkar, Setya Novanto Serahkan ke Jokowi

News | Selasa, 17 Mei 2016 | 14:23 WIB

Kasus di MKD Tak Ada Pengaruh Buat Golkar, Novanto Tetap Dipilih

Kasus di MKD Tak Ada Pengaruh Buat Golkar, Novanto Tetap Dipilih

News | Selasa, 17 Mei 2016 | 14:03 WIB

Novanto akan Mundur dari Ketua Fraksi Golkar DPR

Novanto akan Mundur dari Ketua Fraksi Golkar DPR

News | Selasa, 17 Mei 2016 | 13:49 WIB

Golkar Tinggalkan KMP, Fadli: Ini Jalan Gerindra Menangi 2019

Golkar Tinggalkan KMP, Fadli: Ini Jalan Gerindra Menangi 2019

News | Selasa, 17 Mei 2016 | 13:36 WIB

Kalla Puji Keputusan Ade Komarudin Mundur dari Putaran Kedua

Kalla Puji Keputusan Ade Komarudin Mundur dari Putaran Kedua

News | Selasa, 17 Mei 2016 | 13:27 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×