Simposium Anti PKI Dibuka, Rizieq dan Lulung Kompak Datang

Siswanto | Ummi Hadyah Saleh | Suara.com

Rabu, 01 Juni 2016 | 11:42 WIB
Simposium Anti PKI Dibuka, Rizieq dan Lulung Kompak Datang
Mantan Wakil Presiden Try Soetrisno mengatakan penyelenggaraan simposium nasional bertema Mengamankan Pancasila Dari Ancaman Kebangkitan PKI dan Ideologi Lain di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (1/6/2016) [suara.com/Ummi Hidayah

Suara.com - Mantan Wakil Presiden Try Soetrisno mengatakan penyelenggaraan simposium nasional bertema Mengamankan Pancasila Dari Ancaman Kebangkitan PKI dan Ideologi Lain di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (1/6/2016), bertepatan dengan hari bersejarah yaitu Hari Kelahiran Pancasila.

"Ini amat penting bagi persatuan dan kesatuan bangsa untuk saat ini maupun yang akan datang. Acara ini diselenggarakan pada momen yang amat simbolik pada 1 Juni, yaitu bersejarah 71 tahun sewaktu Bung Karno dua bulan sebelum menjadi Proklamator kemerdekaan Bangsa Indonesia untuk Pertamakalinya menyampaikan pidato yang amat penting tentang pandangan hidup bangsa dan Pancasila," ujar Try ketika menjadi keynote speech pembukaan simposium nasional.

Try menambahkan simposium nasional hari ini merupakan acara penting bagi kesatuan bangsa Indonesia.

Tri mengatakan acara ini bertujuan untuk mendukung Pancasila dan menegaskan kembali penolakan terhadap Marxisme, Leninisme, dan komunisme dan PKI.

"Hari ini kita mewakili semua aliran dan golongan selain akan mengukuhkan kembali dukungan kita sebagai bangsa terhadap Pancasila sebagai pandangan hidup serta dasar ideologi negara, juga akan menegaskan kembali penolakan kita secara tegas terhadap ideologi lain yang kandungan isinya serta tindak tanduk para pendukung, telah berulangkali membuktikan bertolak belakang dengan nilai-nilai Pancasila yaitu Marxisme, komunis, dan PKI," katanya.

Try mengingatkan Pancasila dalam pembukaan Undang-Undang 1945 sangat rentan terhadap pembajakan oleh kekuatan yang tidak menerima Pancasila.

"Ini pekerjaan rumah ideologi kita sekalian untuk bertahun-tahun mendatang. Artinya bahwa perjuangan ideologi kita untuk mempertahankan Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, tidaklah selesai dengan adanya simposium dalam dua hari ini saja," kata Try.

Dia mengajak semua pihak melanjutkan perjuangan sampai dengan terwujudnya lima butir tujuan nasional yang tercantum dalam alinea kedua pembukaan UUD 1945 melalui pelaksanaan secara tertib, dari empat tugas konstitusional pemerintahan negara yang tercantum dalam alinea ke empat pembukaan UU 1945.

"Seluruhnya ini harus diresapi oleh Lima butir sila Pancasila, yang dilaksanakan dalam kerangka kedaulatan rakyat dalam artian yang sesungguhnya," katanya.

Usai menyampaikan sambutan, Try membuka acara simposium nasional yang akan diselenggarakan sampai Kamis (2/6/2016).

Simposium nasional dihadiri 49 organisasi, di antaranya FKPPI, Pemuda Pancasila, HMI, Ansor, GPII, FPI, HMPI, Forum Umat Islam, PMII, Perhimpunan Purnawirawan Angkatan Darat.

Sejumlah tokoh hadir, di antaranya Imam Besar Front Pembela Islam Rizieq Shihab dan Wakil Ketua DPRD dari Fraksi PPP Abraham Lunggana atau Lulung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Politisi Nasdem: Angkat Kasus 65 Hanya Lukai Banyak Orang

Politisi Nasdem: Angkat Kasus 65 Hanya Lukai Banyak Orang

News | Selasa, 31 Mei 2016 | 19:35 WIB

ICMI Sesalkan Pemerintah Ikut-ikutan Urusi Simposium 65, Ribet!

ICMI Sesalkan Pemerintah Ikut-ikutan Urusi Simposium 65, Ribet!

News | Selasa, 31 Mei 2016 | 16:46 WIB

Simposium 65 Jangan Sampai Malah Picu Bentrokan di Masyarakat

Simposium 65 Jangan Sampai Malah Picu Bentrokan di Masyarakat

News | Selasa, 31 Mei 2016 | 15:53 WIB

Terkini

Prabowo Bahas Pengawasan Aliran Dana Bersama PPATK di Hambalang

Prabowo Bahas Pengawasan Aliran Dana Bersama PPATK di Hambalang

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 21:14 WIB

Rencana Awal Berubah Jadi Pembunuhan Sekeluarga, Fakta Baru Kasus Rumbai Terungkap

Rencana Awal Berubah Jadi Pembunuhan Sekeluarga, Fakta Baru Kasus Rumbai Terungkap

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 21:08 WIB

Pembunuhan di Rumbai Terungkap, Menantu Korban Diduga Jadi Otak Pelaku

Pembunuhan di Rumbai Terungkap, Menantu Korban Diduga Jadi Otak Pelaku

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 21:00 WIB

PPG Unhas Diusulkan Jadi Pusat Pengembangan Standar MBG Nasional

PPG Unhas Diusulkan Jadi Pusat Pengembangan Standar MBG Nasional

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:22 WIB

Langit Tangsel Memburuk, Pemkot Siapkan Sanksi Denda hingga Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik

Langit Tangsel Memburuk, Pemkot Siapkan Sanksi Denda hingga Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:11 WIB

Netanyahu Terjepit Tekanan Amerika Serikat dan Ancaman Perang Iran

Netanyahu Terjepit Tekanan Amerika Serikat dan Ancaman Perang Iran

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:03 WIB

Percepat Pemulihan, Kasatgas PRR Minta Daerah Terdampak Bentuk Satgas Provinsi

Percepat Pemulihan, Kasatgas PRR Minta Daerah Terdampak Bentuk Satgas Provinsi

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 19:57 WIB

PDIP Dorong Dialog Terbuka Tentukan Ambang Batas Parlemen di RUU Pemilu

PDIP Dorong Dialog Terbuka Tentukan Ambang Batas Parlemen di RUU Pemilu

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 19:25 WIB

Menteri PPPA Minta Proses Hukum Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren Pati Dipercepat

Menteri PPPA Minta Proses Hukum Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren Pati Dipercepat

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 18:21 WIB

Peneliti UGM: 60 Persen Tenaga Kerja Indonesia di Sektor Informal, Perlindungan Masih Lemah

Peneliti UGM: 60 Persen Tenaga Kerja Indonesia di Sektor Informal, Perlindungan Masih Lemah

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 17:49 WIB