Cerita dari Desa Sungai Abau yang Kini Punya Listrik

Siswanto, Dwi Bowo Raharjo

Kamis, 02 Juni 2016 | 17:41 WIB
Cerita dari Desa Sungai Abau yang Kini Punya Listrik
Warga Sungai Lung, Desa Sungai Abau, Dusun Sungai Luar, Kecamatan Batang Lupar, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Stevanus Kilau [suara.com/Bowo Raharjo]
Setelah bertahun-tahun lamanya, pemukiman warga Sungai Lung, Desa Sungai Abau, Dusun Sungai Luar, Kecamatan Batang Lupar, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, sejak 2010 mendapatkan aliran listrik untuk kehidupan mereka.

Aliran listrik yang dihasilkan dari Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro untuk warga tujuh bilik atau sekitar 20 orang itu merupakan bantuan dari World Wide Fund for Nature atau WWF Indonesia.

"Ini teknisinya didatangkan oleh teman-teman WWF, dari Bandung. Pembuatannya dilakukan dari tahun 2010 dan airnya (untuk memutar turbin) diambil dari Sungai Lung," ujar warga bernama Stevanus Kilau (40), Selasa (31/5/2016).
 
 
Kilau merupakan warga yang ditunjuk WWF Indonesia untuk membantu proses pemasangan PLTMH dan pengoperasiannya. Dia bercerita awalnya tak paham soal ini, tetapi setelah mendapatkan pembinaan, akhirnya sedikit-sedikit mengerti dan sekarang sudah biasa.

Kilau menjelaskan listrik yang dihasilkan PLTMH hanya berkapasitas 5 KW sehingga hanya bisa menerangi tujuh bilik warga.

Dulu, Kilau pernah mencoba untuk mengalirkan listrik ke rumah warga ke rumah warga dekat kampung Sungai Lung dan ternyata malah merusak komponen.
 


Dia juga bercerita jaringan listrik yang terbatas ini juga menguji kesabaran. Misalnya ada warga yang memakai energi berlebihan.

"Saya pernah matiin langsung dari panel di rumah pompanya, abisnya pada setel musik kencang-kencang dan tidak ada yang mau mengalah, ya udah dimatiin. Tapi dia nggak marah," kata dia.

Desa Abau merupakan bagian dari kawasan jantung Kalimantan atau Heart of Borneo. Daerah ini penuh dengan keanekaragaman hayati dengan sumber daya airnya yang melimpah.
 


Pembangkit berkapasitas 5 KW adalah contoh solusi pemenuhan kebutuhan listrik di pedesaan dengan teknologi yang ramah lingkungan.

Bagaimana dengan biaya perawatan pembangkit? Warga yang rumahnya dialiri listrik iuran sebesar Rp20 ribu per kepala keluarga. Uang tersebut dikumpulkan oleh Kilau.

"Mikrohidro coba dialirkan ke kampung sebelah. Nggak dari sebulan sudah selesai (rusak), pas pasang siap dinyalakan warga hidup senang tapi nggak lama rusak habis itu TV," katanya.

Mayoritas warga yang tinggal di sana berasal dari suku Dayak Iban. Umumnya, mereka berprofesi sebagai petani.
 
Turbin

Turbin terletak di bawah bendungan. "Ketinggian dari air ke rumah turbin 100 meter, kalau penstock dari rumah turbin ke atas (dam) 50 meter," katanya.

PLTMH punya banyak kelebihan, selain ramah lingkungan, juga biaya operasinya rendah dan mampu beroperasi lebih dari 15 tahun.

Ecotourism Development Officer, WWF Indonesia Program Kalimantan Barat, Hermas Rintik, mengatakan PLTMH yang dibangun di Desa Sungai Abau menghabiskan dana lebih dari Rp700 juta.

"Itu kalau tidak salah menghabiskan dana sekirar Rp750 juta kurang. Mahal karena biaya transportasi ke sini yang mahal karena didatangkan dari Bandung," kata Hermas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

WWF Indonesia Sebut Banjir Sumatra Bukan Kesalahan Menhut Sekarang, Ini Alasannya

WWF Indonesia Sebut Banjir Sumatra Bukan Kesalahan Menhut Sekarang, Ini Alasannya

News | Kamis, 11 Desember 2025 | 13:25 WIB

Terkini

Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng

Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:29 WIB

Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua

Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:21 WIB

Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen

Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:15 WIB

Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?

Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:45 WIB

Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi

Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:34 WIB

Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini

Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:24 WIB

Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris

Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 11:45 WIB

Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG

Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:45 WIB

Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan

Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:15 WIB

Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?

Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:00 WIB