Pendaki Semeru Lionel Belum Ditemukan, Tim SAR Siap Dibantu

Yazir Farouk | Suara.com

Minggu, 12 Juni 2016 | 02:31 WIB
Pendaki Semeru Lionel Belum Ditemukan, Tim SAR Siap Dibantu
Puncak Mahameru di Gunung Semeru. (Shutterstock)

Suara.com - Perwakilan Konsulat Kehormatan Swiss di Surabaya memantau pencarian warga negaranya yang dinyatakan hilang saat mendaki Gunung Semeru. Mereka berkunjung ke Resort Ranu Pani Taman Nasional Bromo Tengger Semeru di Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (11/6/2016).

Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah III Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Budi Mulyanto mengatakan Konsulat Kehormatan Swiss siap memberikan bantuan fasilitas pencarian melalui jalur udara dengan menggunakan helikopter.

"Perwakilan Konsul Kehormatan Swiss memberikan dukungan penuh kepada tim SAR gabungan yang melakukan pencarian warga negaranya," katanya.

Sejauh ini lanjut Budi, tim SAR melakukan pencarian dan penyisiran semaksimal mungkin di sejumlah titik. Namun upaya pencarian masih belum membuahkan hasil.

Sesuai dengan prosedur, pihak TNBTS akan melakukan pencarian terhadap pendaki asal Swiss Lionel Du Creaux selama tujuh hari sejak ditetapkan pencarian terbuka (Open SAR) pada 9 Juni 2016.

"Perwakilan Konsul Swiss meminta tim SAR terus melakukan pencarian hingga survivor ditemukan, bahkan pihaknya bersedia memberikan dukungan logistik dan lainnya ketika pencarian selama tujuh hari belum juga membuahkan hasil sehingga kami terus melakukan pencarian sesuai permintaan pihak Konsul Kehormatan Swiss itu," ujarnya menjelaskan.

Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian yang difokuskan di jurang yang memiliki kedalaman 75 meter (Blank 75) dan Patok B dari jalur Tawon Songo. "Mudah-mudahan survivor bisa ditemukan secepatnya dalam kondisi selamat," katanya.

Seorang pendaki asal Swiss bernama Lionel Du Creaux (26) dinyatakan hilang saat mendaki secara ilegal di jalur pendakian Gunung Semeru. Kejadian ini baru dilaporkan rekannya Alice Guignard kepada petugas Resort di Pos Ranu Pani pada 7 Juni 2016.

Kedua warga asing tersebut melakukan pendakian ke gunung tertinggi Pulau Jawa secara ilegal sejak 3 Juni 2016 karena tanpa pemberitahuan atau melapor ke Pos Resort Ranu Pani. Mereka tidak memiliki register/tiket untuk mendaki ke Gunung Semeru. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pendakian Semeru Ditutup 5 Januari

Pendakian Semeru Ditutup 5 Januari

News | Sabtu, 02 Januari 2016 | 19:24 WIB

Temukan Pendaki yang Hilang, Jalur Pendakian Semeru Dibuka Lagi

Temukan Pendaki yang Hilang, Jalur Pendakian Semeru Dibuka Lagi

News | Jum'at, 14 Agustus 2015 | 12:33 WIB

Teman Pendaki Gunung Semeru Penuhi Rumah Duka

Teman Pendaki Gunung Semeru Penuhi Rumah Duka

News | Kamis, 13 Agustus 2015 | 11:05 WIB

Jalur Pendakian Gunung Semeru Ditutup Sementara

Jalur Pendakian Gunung Semeru Ditutup Sementara

News | Kamis, 13 Agustus 2015 | 09:21 WIB

Jalur Pendakian Semeru Dibuka Kembali

Jalur Pendakian Semeru Dibuka Kembali

Lifestyle | Senin, 09 Juni 2014 | 12:49 WIB

Terkini

Sikat Jalur Maut! KAI Daop 1 Jakarta Targetkan Tutup 40 Perlintasan Liar di 2026

Sikat Jalur Maut! KAI Daop 1 Jakarta Targetkan Tutup 40 Perlintasan Liar di 2026

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 22:00 WIB

Tren Miris di Karawang: Jadi Pengedar demi Nyabu Gratis, 41 Pelaku Diringkus Polisi!

Tren Miris di Karawang: Jadi Pengedar demi Nyabu Gratis, 41 Pelaku Diringkus Polisi!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 21:00 WIB

Dikenal Religius, Pedagang Rujak di Duri Kepa Digerebek Warga usai Diduga Cabuli Siswi SD

Dikenal Religius, Pedagang Rujak di Duri Kepa Digerebek Warga usai Diduga Cabuli Siswi SD

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 19:51 WIB

Geger! Pria Tewas Bersimbah Darah di Kampung Ambon Usai Cekcok Mulut, Warga: Lukanya Banyak Sekali..

Geger! Pria Tewas Bersimbah Darah di Kampung Ambon Usai Cekcok Mulut, Warga: Lukanya Banyak Sekali..

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 19:09 WIB

Kasus Mafia Emas PT SJU, Bareskrim Tetapkan Anak Bos Besar Sebagai Tersangka, Ini Sosoknya

Kasus Mafia Emas PT SJU, Bareskrim Tetapkan Anak Bos Besar Sebagai Tersangka, Ini Sosoknya

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 19:02 WIB

Dihantam Innova di Lampu Merah Pesing, Pemotor Supra Terpental hingga Tewas di Tempat

Dihantam Innova di Lampu Merah Pesing, Pemotor Supra Terpental hingga Tewas di Tempat

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:45 WIB

Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!

Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:21 WIB

Jangan Cuma Nakhoda, DPR Desak Bongkar Mafia di Balik Tragedi Kapal PMI Malaysia

Jangan Cuma Nakhoda, DPR Desak Bongkar Mafia di Balik Tragedi Kapal PMI Malaysia

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:06 WIB

Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!

Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:39 WIB

Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia

Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:37 WIB