Kisah Ahok Disuguhi Makanan Keluarga Profesor Muslim Saat Puasa

Siswanto, Dwi Bowo Raharjo

Senin, 13 Juni 2016 | 11:07 WIB
Kisah Ahok Disuguhi Makanan Keluarga Profesor Muslim Saat Puasa
Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) safari Ramadan di Masjid Nurul Iman, Jalan Kosmos, RT 2, RW 1, Kelurahan Kedoya Utara, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (7/6/2016) sore. [suara.com/Bowo Raharjo]

Suara.com - Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menegaskan rumah makan di Ibu Kota Jakarta tetap boleh buka siang hari di bulan Ramadan. Sebab, tidak semua warga Jakarta menjalankan ibadah puasa.

"Tetap buka kok. Nggak ada (perintah tutup), siapa yang bilang tutup? Saya mau tanya emangnya semua orang muslim puasa? Ini perempuan kalau lagi datang bulan puasa nggak? (Nggak), lalu nggak bisa cari makanan bagaimana?," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (13/6/2016).

Pernyataan Ahok menyusul kasus yang terjadi di Kota Serang, Banten, pekan lalu. Petugas Satpol PP pemerintah setempat merazia dan menyita makanan dagangan di warteg milik Saeni. Peristiwa itu kemudian dikecam banyak pihak, bahkan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri Dalam Negeri menyatakan tidak setuju dengan tindakan aparat yang dinilai berlebihan. Apa yang menimpa Saeni kemudian melahirkan aksi penggalangan dana via media sosial untuk membantu Saeni dan hanya dalam waktu beberapa jam, terkumpul uang lebih dari Rp250 juta.

Ahok mengatakan orang berpuasa akan mendapatkan pahala dua kali lipat apabila dapat menahan godaan lapar dan dahaga.

"Justru gini lho, kalau teman-teman saya bilang gitu yah, saya sekolah Islam yah, orang puasa kalau makan sama orang yang nahan yang tidak puasa gitu yah pahalanya double," kata Ahok.

Ahok menceritakan pengalamannya ketika diundang profesor berlatar belakang muslim pada siang hari di bulan puasa. Tuan rumah, ketika itu, justru menyiapkan hidangan untuk tamu, meski mereka tidak ikut makan.

"Ini kemarin siang makan sama profesor-profesor, itu beberapa profesor itu tidak makan, karena dia puasa. Lalu saya tanya waktu saya diundang 'eh lho ngundang gua pas jam makan siang, lho orang pada puasa nih, gua makan dulu kalau jam 12, kita ketemu jam satu saja,' terus dia jawab apa tahu nggak? 'Kami sediakan makan siang di rumah,'" kata Ahok.

"Saya bilang, 'Aku nggak apa-apa nih pak makan, dia bilang makan saja pak, justru kami menghormati yang tidak puasa dia bilang, yang puasa dapat pahala kok." Nah ini Islam Ramadan Islam Nusantara nih," Ahok menambahkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ketua MPR Minta Kasus Razia Warteg Tidak Diperbesar

Ketua MPR Minta Kasus Razia Warteg Tidak Diperbesar

News | Senin, 13 Juni 2016 | 08:29 WIB

Ketua MPR: Cara-cara Kasar Begitu Tentu 'Engga' Jaman

Ketua MPR: Cara-cara Kasar Begitu Tentu 'Engga' Jaman

News | Senin, 13 Juni 2016 | 08:18 WIB

Yusril Sebut Ada Gagasan Partai Bangun Koalisi Besar Lawan Ahok

Yusril Sebut Ada Gagasan Partai Bangun Koalisi Besar Lawan Ahok

News | Senin, 13 Juni 2016 | 06:12 WIB

Golkar Tunggu Keputusan Musda untuk Dukung Ahok

Golkar Tunggu Keputusan Musda untuk Dukung Ahok

News | Minggu, 12 Juni 2016 | 21:46 WIB

Nyata, Ibu Saeni Beri Makan Pengemis, Dapat Balasan Uang Jutaan

Nyata, Ibu Saeni Beri Makan Pengemis, Dapat Balasan Uang Jutaan

News | Minggu, 12 Juni 2016 | 21:03 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×