Mantan Presiden MU PBB Tewas saat Angkat Barbel

Tomi Tresnady

Jum'at, 24 Juni 2016 | 06:34 WIB
Mantan Presiden MU PBB Tewas saat Angkat Barbel
John Ashe. [Wikipedia]

Suara.com - Mantan Presiden Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa, John Ashe, meninggal karena mengalami luka di leher ketika sedang mengangkat barbel, kata pemeriksa jenazah, Kamis.

Ashe, yang dituduh kejaksaan Amerika Serikat menerima uang suap, meninggal dunia dalam usia 61 tahun pada Rabu (22/6) sore karena "sesak nafas parah," kata petugas Kantor Pemeriksaan Medis Westchester County.

Keterangan tersebut berbeda dengan laporan-laporan yang mengatakan bahwa Ashe meninggal karena serangan jantung. Ashe sedang duduk di kursi ketika ia mengangkat barbel.

Kesimpulan yang dibuat oleh pemeriksa jenazah itu muncul satu hari setelah polisi menanggapi panggilan darurat medis dari kediaman Ashe di Dobbs Ferry, New York. Ia dinyatakan meninggal di rumahnya.

Ashe adalah mantan duta besar PBB dari Antigua dan Barbuda, yang menjabat sebagai presiden Majelis Umum dari 2013 hingga 2014.

Kematiannya merupakan kejadian yang mengejutkan dalam kasus korupsi di AS.

Ashe ditangkap pada Oktober tahun lalu dan dituduh menerima uang suap senilai 1,3 juta dolar AS (Rp17 miliar) dari para pebisnis China. Sejauh ini, sudah tujuh orang didakwa dalam kasus tersebut, tiga orang di antaranya telah menyatakan bersalah.

Kejaksaan mengatakan Ashe menerima suap lebih dari 500.000 dolar (Rp6,6 miliar) dari miliarder pengembang properti Makau, Ng Lap Seng. Pengusaha Makau itu ingin mendapatkan dukungan PBB untuk membangun pusat konferensi yang disponsori PBB di Makau oleh perusahaannya.

Jaksa mengatakan Ashe juga telah menerima lebih dari 800.000 dolar (Rp10,6 miliar) dari pengusaha China untuk mendukung kepentingan mereka di PBB dan Antigua.

Saat ia meninggal, Ashe hanya didakwa atas penggelapan pajak. Terhadap dakwaan itu, ia telah menyatakan tidak bersalah. Ada pertanyaan-pertanyaan soal apakah kekebalan diplomatik kemungkinan menghalangi dakwaan terhadapnya dalam kasus suap.

Pada persidangan 9 Mei, Asisten Kejaksaan Amerika Serikat Daniel Richental mengatakan para penuntut sedang mencari dakwaan baru terhadap Ashe.

Kasus menyangkut Ng dan asistennya, Jeff Yin, yang dikatakan jaksa membantu penyuapan terhadap Ashe, masih menggantung. Keduanya menyatakan tidak bersalah.

Ashe meninggalkan istri bernama Anilla Cherian dan dua anak.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan pengacara Ashe, keluarganya mengatakan, "Kami akan selalu merindukan kelembutan, ketenangan dan senyumannya." (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Konvoi Dubes AS untuk PBB Tabrak Bocah Kamerun Hingga Tewas

Konvoi Dubes AS untuk PBB Tabrak Bocah Kamerun Hingga Tewas

News | Selasa, 19 April 2016 | 20:31 WIB

650 Juta Penduduk Dunia Tak Menikmati Air Bersih

650 Juta Penduduk Dunia Tak Menikmati Air Bersih

News | Kamis, 17 Maret 2016 | 05:00 WIB

YouTube Gandeng PBB Sambut Hari Perempuan Internasional

YouTube Gandeng PBB Sambut Hari Perempuan Internasional

Tekno | Kamis, 03 Maret 2016 | 17:52 WIB

YouTube Gandeng PBB Sambut Hari Perempuan Internasional

YouTube Gandeng PBB Sambut Hari Perempuan Internasional

Tekno | Kamis, 03 Maret 2016 | 17:52 WIB

Terkini

Kapal Perang Rusia Lepas Tembakan Peringatan ke Jacht Inggris di Jalur Pelayaran Selat Inggris

Kapal Perang Rusia Lepas Tembakan Peringatan ke Jacht Inggris di Jalur Pelayaran Selat Inggris

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 08:51 WIB

Update Gempa Sigi: 787 Rumah Rusak, 1 Tewas dan 55 Warga Luka

Update Gempa Sigi: 787 Rumah Rusak, 1 Tewas dan 55 Warga Luka

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 08:46 WIB

Laporan Intelijen Amerika: Selat Hormuz di Bawah Kendali Penuh Iran, Bisa Buka Tutup Kapan Saja

Laporan Intelijen Amerika: Selat Hormuz di Bawah Kendali Penuh Iran, Bisa Buka Tutup Kapan Saja

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 08:36 WIB

Bukan Warga Nekat! Satpol PP Ungkap Sosok Orang 'Penting' yang Viral Berenang di Kolam Bundaran HI

Bukan Warga Nekat! Satpol PP Ungkap Sosok Orang 'Penting' yang Viral Berenang di Kolam Bundaran HI

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 08:28 WIB

Waspada Macet! Ada 5 Titik Demo di Jakarta Hari Ini

Waspada Macet! Ada 5 Titik Demo di Jakarta Hari Ini

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 08:11 WIB

Aksinya Terekam Video! Pria di Penjaringan Ditangkap usai Cabuli Anjing di Toko Hewan

Aksinya Terekam Video! Pria di Penjaringan Ditangkap usai Cabuli Anjing di Toko Hewan

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 07:41 WIB

Kualitas Udara Jakarta Terburuk Kedua di Dunia, Masuk Kategori Tidak Sehat

Kualitas Udara Jakarta Terburuk Kedua di Dunia, Masuk Kategori Tidak Sehat

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 07:00 WIB

PSI: Kunjungan Jokowi ke Daerah Bukan Safari Politik, Tapi Memenuhi Undangan

PSI: Kunjungan Jokowi ke Daerah Bukan Safari Politik, Tapi Memenuhi Undangan

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 22:35 WIB

1 Warga Tewas Akibat Gempa M6,7 di Sulawesi Tengah, 312 Jiwa Terdampak

1 Warga Tewas Akibat Gempa M6,7 di Sulawesi Tengah, 312 Jiwa Terdampak

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 22:19 WIB

Apakah 'Nyanyian' Sony Sonjaya Bisa Jadi Kunci Bongkar Akar Korupsi MBG?

Apakah 'Nyanyian' Sony Sonjaya Bisa Jadi Kunci Bongkar Akar Korupsi MBG?

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 21:58 WIB