Menlu Yakin Presiden Baru Filipina Tak Hambat Bebaskan Sandera

Pebriansyah Ariefana, Dwi Bowo Raharjo

Selasa, 28 Juni 2016 | 15:35 WIB
Menlu Yakin Presiden Baru Filipina Tak Hambat Bebaskan Sandera
Menlu Retno Marsudi memberikan pernyataan di depan pers mengenai kabar penyanderaan tujuh WNI awak Kapal Charles 001, di Kementrian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (24/6).[Suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Pemerintah Indonesia yakin Presiden terpilih Filipina, Rodrigo Duterte tidak akan menghambat pembebasan sandera Abu Sayyaf. Rodrigo mulai mengambil alih pemerintahan 30 Juni mendatang.

"Komunikasi akan terus di jalankan dengan pemerintah baru Filipina yang akan mulai mengambil alih pemerintahan mulai tanggal 30 Juni 2016," kata Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi di Ruang Palapa, Kementerian Luar Negeri, Jalan Taman Pejambon, Jakarta Pusat, Selasa (28/6/2016).,

Retno memastikan pemerintahan baru di Filipina nantinya tidak akan menjadi penghambat Indonesia untuk membebaskan para sandera.

"Pergantian pemerintah baru di Filipina diyakini tidak akan menjadi penghambat penanganan sandera," kata Retno.

Setelah pergantian pemerintah baru, Retno juga akan mengatur pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Filipina.

"Menurut rencana saya akan melakukan pertemuan dengan Menlu Filipina yang baru, secepat mungkin setelah taggal 30 Juni 2016," katanya.

Diberikan banyak media, Rodrigo menuai banyak kontroversi setelah terpilih menjadi presiden. Salah satunya, dia dikecam media karena mengatakan kebanyakan wartawan yang terbunuh di negaranya memang sudah seharusnya meninggal. Seperti dilansir BBC, Sejak tahun 1986, 176 wartawan terbunuh di Filipina. Hal itu menjadikan Filipina sebagai salah satu negara yang paling berbahaya bagi wartawan.

Rodrigo juga pernah menghina PBB karena dikritik oleh dunia internasional. Rodrigo mengatakan PBB hanya diam, padahal perang di Timur Tengah terus terjadi. Bahkan dia mengkritik PBB tak bisa berbuat apa-apa saat perang terjadi di Afrika.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Selamatkan Sandera Abu Sayyaf, Ryamizard Temui Menhan Filipina

Selamatkan Sandera Abu Sayyaf, Ryamizard Temui Menhan Filipina

News | Selasa, 28 Juni 2016 | 14:58 WIB

Abu Sayyaf Culik 7 WNI, Malaysia Ketar-ketir

Abu Sayyaf Culik 7 WNI, Malaysia Ketar-ketir

News | Selasa, 28 Juni 2016 | 14:40 WIB

Menlu: 7 ABK yang Diculik Abu Sayyaf Dalam Keadaan Baik

Menlu: 7 ABK yang Diculik Abu Sayyaf Dalam Keadaan Baik

News | Selasa, 28 Juni 2016 | 14:27 WIB

Lokasi Penyanderaan 7 ABK Asal Indonesia Sudah Ketahuan

Lokasi Penyanderaan 7 ABK Asal Indonesia Sudah Ketahuan

News | Selasa, 28 Juni 2016 | 00:05 WIB

Politisi Nasdem Sebut Ada LSM Jadi Makelar Pembebasan 7 WNI

Politisi Nasdem Sebut Ada LSM Jadi Makelar Pembebasan 7 WNI

News | Senin, 27 Juni 2016 | 15:56 WIB

BNPT: Penyandera 7 ABK di Filipina adalah Teroris

BNPT: Penyandera 7 ABK di Filipina adalah Teroris

News | Senin, 27 Juni 2016 | 15:45 WIB

Ketua DPR Yakin Aksi Penyanderaan WNI Tidak Bermotif Politik

Ketua DPR Yakin Aksi Penyanderaan WNI Tidak Bermotif Politik

News | Senin, 27 Juni 2016 | 13:35 WIB

Pemerintah Kaji Langkah Pembebasan Tujuh WNI yang Disandera

Pemerintah Kaji Langkah Pembebasan Tujuh WNI yang Disandera

News | Minggu, 26 Juni 2016 | 13:44 WIB

Pemerintah Larang Kapal Indonesia Berlayar ke Filipina

Pemerintah Larang Kapal Indonesia Berlayar ke Filipina

News | Jum'at, 24 Juni 2016 | 19:32 WIB

Fadli Zon Salahkan Pemerintah WNI Kembali Disandera Abu Sayyaf

Fadli Zon Salahkan Pemerintah WNI Kembali Disandera Abu Sayyaf

News | Jum'at, 24 Juni 2016 | 19:04 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×