Pemerintah Kaji Langkah Pembebasan Tujuh WNI yang Disandera

Siswanto, Erick Tanjung

Minggu, 26 Juni 2016 | 13:44 WIB
Pemerintah Kaji Langkah Pembebasan Tujuh WNI yang Disandera
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan merangkap Ketua Komisi Kepolisian Nasional Luhut Binsar Panjaitan [suara.com/Erick Tanjung]

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan ‎mengatakan pemerintah tengah menyelidiki kasus penyanderaan terhadap tujuh anak buah kapal asal Indonesia yang dilakukan kelompok bersenjata di wilayah Filipina Selatan. ‎Dalam waktu dekat, pemerintah akan menentukan langkah pembebasan.

‎"Nanti, kami lagi pelajari, Crisis Center sudah dihidupkan. Mungkin hari Selasa (28/6) kami sudah dapatkan jawaban permulaan, kemungkinan opsi-opsi yang akan kami ambil (pembebasan WNI yang disandera)," kata Luhut di Jakarta, Minggu (26/6/2016).

Mengenai pertemuan beberapa waktu lalu di Yogyakarta antara Panglima TNI, Panglima Angkatan Bersenjata Filipina dan Malaysia mengenai langkah patroli pengamanan lalu lintas laut di wilayah perbatasan ketiga negara, kata Luhut, belum terealisasi.

"Ya itu sudah dibicarakan oleh Panglima TNI, ada beberapa yang belum jalan. Memang belum semua pihak melaksanakan itu," ujar Luhut.

Peristiwa pembajakan yang terakhir dilakukan dua kelompok bersenjata. Mereka membajak kapal Charles 001 dan Tongkang 152‎ pembawa batubara yang di dalamnya terdapat 13 ABK WNI pada Senin (20/6/2016). Tujuh WNI disandera dan enam orang yang lain dibebaskan.

Penyanderaan terhadap ABK terjadi di wilayah laut Sulu dalam dua tahap. Yaitu pertama terjadi pada Senin (20/6/2016) sekitar pukul 11.30 waktu setempat dan kedua jam 12.45 waktu setempat oleh dua kelompok bersenjata yang berbeda.

Penyanderaan terhadap WNI yang ketiga kalinya terjadi di wilayah Filipina, sebelumnya sebanyak 14 ABK WNI disandera oleh kelompok bersenjata jaringan milisi Abu Sayyaf dan telah dibebaskan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pemerintah Larang Kapal Indonesia Berlayar ke Filipina

Pemerintah Larang Kapal Indonesia Berlayar ke Filipina

News | Jum'at, 24 Juni 2016 | 19:32 WIB

Fadli Zon Salahkan Pemerintah WNI Kembali Disandera Abu Sayyaf

Fadli Zon Salahkan Pemerintah WNI Kembali Disandera Abu Sayyaf

News | Jum'at, 24 Juni 2016 | 19:04 WIB

Tujuh ABK Disandera, Anggota DPR Minta RI Tekan Filipina

Tujuh ABK Disandera, Anggota DPR Minta RI Tekan Filipina

News | Jum'at, 24 Juni 2016 | 16:33 WIB

Indonesia Buka "Crisis Center" Pembebasan 7 WNI dari Abu Sayyaf

Indonesia Buka "Crisis Center" Pembebasan 7 WNI dari Abu Sayyaf

News | Jum'at, 24 Juni 2016 | 15:15 WIB

Abu Sayyaf Sandera Tujuh WNI

Abu Sayyaf Sandera Tujuh WNI

Foto | Jum'at, 24 Juni 2016 | 13:31 WIB

Terkini

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

News | Rabu, 04 November 2026 | 23:56 WIB

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Entertainment | Rabu, 04 November 2026 | 23:23 WIB

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Jabar | Rabu, 04 November 2026 | 22:37 WIB

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 22:16 WIB

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:15 WIB

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Health | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:32 WIB

×