Jumlah Bayi AS Terinfeksi Zika Meningkat

Tomi Tresnady | Suara.com

Jum'at, 01 Juli 2016 | 06:51 WIB
Jumlah Bayi AS Terinfeksi Zika Meningkat
Ilustrasi Ibu hamil rentan terkena virus Zika. (Shutterstock)

Suara.com - Tiga bayi telah lahir di Amerika Serikat dengan cacat lahir kemungkinan terkait dengan infeksi virus Zika, sementara satu keguguran juga dikaitkan dengan virus itu, menurut data yang diperbarui oleh lembaga kesehatan, Kamis (30/6/2016).

Data terbaru, hingga 23 Juni tercatat tujuh bayi menderita mikrosefalus atau cacat lahir lain terkait Zika seperti kelainan otak yang serius, dan lima kegagalan kehamilan baik keguguran, lahir mati atau aborsi.

Data itu tercatat dalam daftar data kehamilan terkait Zika di AS yang dibuat awal bulan Juni oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).

Data itu mengkompilasi hasil cacat kehamilan dengan bukti laboratorium yang berpeluang terinfeksi virus Zika di 50 negara bagian dan Distrik Columbia.

Badan ini sedang memantau 287 wanita hamil dengan bukti laboratorium infeksi Zika, tidak termasuk di wilayah AS seperti Puerto Rico.

Zika telah menimbulkan kekhawatiran di seluruh Amerika karena peningkatan mengkhawatirkan dalam kasus-kasus cacat lahir yang dikenal sebagai mikrosefalus dan kelainan otak lainnya yang parah pada janin yang terkait dengan virus yang dibawa nyamuk yang dilaporkan di Brazil, negara yang paling terpukul oleh wabah itu.

Bayi dengan mikrosefalus cenderung memiliki kepala abnormal atau lebih kecil dari normal dan mungkin berpotensi mengalami gangguan masalah perkembangan.

Brazil telah mengkonfirmasi lebih dari 1.400 kasus mikrosefalus pada bayi yang ibunya terinfeksi Zika selama kehamilan dalam wabah saat ini.

Lebih dari 900 kasus Zika yang dilaporkan di AS sejauh ini melibatkan orang yang terjangkit virus itu di luar Amerika Serikat di daerah dengan wabah Zika aktif, atau terinfeksi melalui hubungan seksual tanpa kondom dengan pasangan yang terinfeksi.

Belum ada kasus laporan penularan lokal dari virus itu di Amerika Serikat, tetapi para ahli kesehatan memperkirakan transmisi lokal terjadi dengan timbulnya musim nyamuk, terutama di negara-negara pantai seperti Florida dan Texas. CDC berencana menerbitkan laporan yang diperbarui setiap Kamis untuk memastikan laporan terkait Zika tersedia untuk publik. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Siap Hasilkan Vaksin Zika, Unair Butuh Waktu 6 Bulan

Siap Hasilkan Vaksin Zika, Unair Butuh Waktu 6 Bulan

Health | Senin, 08 Februari 2016 | 06:42 WIB

Dunia Berlomba Menemukan Vaksin Zika

Dunia Berlomba Menemukan Vaksin Zika

News | Kamis, 04 Februari 2016 | 12:58 WIB

AS Masih Butuh Waktu untuk Siapkan Vaksin Zika

AS Masih Butuh Waktu untuk Siapkan Vaksin Zika

Health | Jum'at, 29 Januari 2016 | 08:01 WIB

Terkini

Preseden Buruk Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah, ICW Sebut Dewas Harus Periksa Pimpinan KPK

Preseden Buruk Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah, ICW Sebut Dewas Harus Periksa Pimpinan KPK

News | Senin, 23 Maret 2026 | 12:39 WIB

4 Anggota BAIS TNI Terlibat Teror Air Keras, DPR Desak Pengusutan Transparan

4 Anggota BAIS TNI Terlibat Teror Air Keras, DPR Desak Pengusutan Transparan

News | Senin, 23 Maret 2026 | 12:30 WIB

Jet Siluman Amerika Serikat Seperti Pesawat Mainan, Dipecundangi Iran Sampai Rontok

Jet Siluman Amerika Serikat Seperti Pesawat Mainan, Dipecundangi Iran Sampai Rontok

News | Senin, 23 Maret 2026 | 12:25 WIB

Krisis Iklim Menguat, Indonesia Butuh Komitmen Politik Kuat untuk Memitigasinya

Krisis Iklim Menguat, Indonesia Butuh Komitmen Politik Kuat untuk Memitigasinya

News | Senin, 23 Maret 2026 | 12:18 WIB

Cemburu Berujung Maut, Suami Siri Bunuh Cucu Mpok Nori di Cipayung

Cemburu Berujung Maut, Suami Siri Bunuh Cucu Mpok Nori di Cipayung

News | Senin, 23 Maret 2026 | 11:59 WIB

Israel Porak-poranda Dibom Rudal Kiamat Iran, Negara Tetangga Ikut Repot Hingga Ratusan Orang Tewas

Israel Porak-poranda Dibom Rudal Kiamat Iran, Negara Tetangga Ikut Repot Hingga Ratusan Orang Tewas

News | Senin, 23 Maret 2026 | 11:44 WIB

KPK Jadikan Yaqut Cholil Qoumas Tahanan Rumah, DPR: Ini Tidak Lazim

KPK Jadikan Yaqut Cholil Qoumas Tahanan Rumah, DPR: Ini Tidak Lazim

News | Senin, 23 Maret 2026 | 11:26 WIB

Spesifikasi Pesawat Tempur F-35, Jet Siluman Amerika Serikat Keok Ditembak Iran

Spesifikasi Pesawat Tempur F-35, Jet Siluman Amerika Serikat Keok Ditembak Iran

News | Senin, 23 Maret 2026 | 11:17 WIB

Bisakah Limbah Sawit Jadi Solusi Ekonomi Hijau, Guru Besar IPB Bilang Begini

Bisakah Limbah Sawit Jadi Solusi Ekonomi Hijau, Guru Besar IPB Bilang Begini

News | Senin, 23 Maret 2026 | 11:16 WIB

Gus Yaqut 'Mendadak' Jadi Tahanan Rumah, Legislator PKB Minta Penjelasan Transparan

Gus Yaqut 'Mendadak' Jadi Tahanan Rumah, Legislator PKB Minta Penjelasan Transparan

News | Senin, 23 Maret 2026 | 11:16 WIB