Pengamat: Peredaran Vaksin Palsu Tak Berbeda dengan Narkoba

Angelina Donna

Kamis, 07 Juli 2016 | 09:45 WIB
Pengamat: Peredaran Vaksin Palsu Tak Berbeda dengan Narkoba

Suara.com - Pengamat Hukum dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, NTT, Aloysius Sukardan menilai peredaran vaksin palsu di Indonesia tidak jauh berbeda dengan kasus peredaran narkoba yang telah banyak merenggut korban jiwa.

"Peredaran vaksin palsu ini tidak jauh berbeda dengan penyebaran narkoba yang tidak lain dapat membunuh generasi muda kita secara perlahan," katanya kepada Antara di Kupang, Kamis (7/7/2016).

Sampai dengan saat ini Bareskrim Polri telah menangkap 17 tersangka yang telah diduga terlibat langsung dalam penyebaran vaksin palsu tersebut.

Aloysius mengatakan pemerintah khususnya pihak kepolisian harus mengusut tuntas kasus tersebut, sehingga penyebarannya tidak sampai ke daerah-daerah lain di Indonesia salah satunya adalah di NTT.

"Secara hukum, para tersangka yang telah ditangkap itu jika memang terbukti harus diberikan hukuman secara tegas. Karena ini menyangkut nyawa seseorang," tegas.

Ia juga meminta kepada pemerintah provinsi NTT, mulai dari dinas kesehatan, Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) NTT serta dinas perdagangan di provinsi berbasis kepulauan itu untuk mencari dan menelusuri penyebaran dari pada vaksin palsu tersebut di NTT.

Ia sendiri menilai bahwa, berhasil menyebarnya vaksin palsu tersebut akibat kurang adanya pengawasan dari Kementerian Kesehatan terhadap peredaran obat-obatan di Indonesia.

Kepala Dinas Kesehatan NTT Kornelis Kodi Mete ditemui secara terpisah mengatakan, hingga saat ini Dinas kesehatan dan BPOM NTT sudah menelusuri sejumlah sarana prasarana yang menjual dan menggunakan vaksin bagi para bayi.

"Dari hasil penelusuran semua vaksin yang digunakan adalah dari lembaga resmi dan tidak terindikasi vaksin palsu di wilayah kita, " tuturnya.

Dia menambahkan, pihaknya juga telah melakukan pengecekan langsung ke Ikatan Dokter Anak Indonesia, dan tidak ditemukan vaksin palsu.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) kata mantan Bupati Sumba Barat Daya itu, lebih banyak memanfaatkan vaksin yang diadakan pemerintah.

Menurut dia vaksin yang diadakan pemerintah sangat terjamin keasliannya. Namun, dia meminta semua dokter yang bertugas di daerah itu untuk tetap waspada, dengan adanya penyebaran vaksin palsu di Indonesia saat ini.

Para dokter diharapkan terus mengecek kemasan vaksin sebelum digunakan untuk mengantisipasi masuknya vaksin palsu ke wilayah itu, katanya.

"Dengan adanya informasi menyebarnya vaksin palsu dibeberapa daerah di Indonesia, maka semua dokter harus waspada. Para dokter diharapkan terus mengecek kemasan guna mengantisipasi masuknya vaksin palsu ke NTT," demikian Kornelis. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

DPR Nilai Penanganan Kasus Vaksin Palsu Lambat

DPR Nilai Penanganan Kasus Vaksin Palsu Lambat

News | Senin, 04 Juli 2016 | 18:10 WIB

Bareskrim Dalami Keterlibatan RS Terkait Vaksin Palsu

Bareskrim Dalami Keterlibatan RS Terkait Vaksin Palsu

News | Senin, 04 Juli 2016 | 16:39 WIB

Komisi II DPR: Kasus Vaksin Palsu Adalah Extra Ordinary Crime

Komisi II DPR: Kasus Vaksin Palsu Adalah Extra Ordinary Crime

News | Senin, 04 Juli 2016 | 11:14 WIB

Legislator: Vaksin Palsu Tanggung Jawab Kemenkes-BPOM

Legislator: Vaksin Palsu Tanggung Jawab Kemenkes-BPOM

News | Minggu, 03 Juli 2016 | 07:57 WIB

Kapolri: Minta BPOM dan Kemenkes Perketat pengawasan Vaksin

Kapolri: Minta BPOM dan Kemenkes Perketat pengawasan Vaksin

News | Jum'at, 01 Juli 2016 | 16:27 WIB

Terkini

Pajak Dibayar, BBM Mahal, Jalan Masih Rusak: Rakyat Wajar Bertanya

Pajak Dibayar, BBM Mahal, Jalan Masih Rusak: Rakyat Wajar Bertanya

Your Say | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Cara Mengeringkan Wajah Setelah Cuci Muka yang Benar, Jangan Asal Gosok Handuk

Cara Mengeringkan Wajah Setelah Cuci Muka yang Benar, Jangan Asal Gosok Handuk

Lifestyle | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 06:55 WIB

Pilihan Mobil Listrik Mungil di GIIAS 2026, Harga Mulai Rp 100 Jutaan

Pilihan Mobil Listrik Mungil di GIIAS 2026, Harga Mulai Rp 100 Jutaan

Otomotif | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 06:52 WIB

5 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 7 Agustus 2026: Sikap Tenang Buka Banyak Peluang

5 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 7 Agustus 2026: Sikap Tenang Buka Banyak Peluang

Lifestyle | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 06:40 WIB

Api Kepung TPA Rasau Jaya, Pemadaman Diperkuat dari Udara

Api Kepung TPA Rasau Jaya, Pemadaman Diperkuat dari Udara

Foto | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:39 WIB

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:29 WIB

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:21 WIB

×