Diusir dari Rumah Dinas, Guru Asal Deli Menangis di Depan Istana

Tomi Tresnady | Ummi Hadyah Saleh | Suara.com

Rabu, 13 Juli 2016 | 17:16 WIB
Diusir dari Rumah Dinas, Guru Asal Deli Menangis di Depan Istana
Nelly Hutabarat, guru asal Deli Serdang, Sumatera Utara, melakukan aksi diam di depan Istana Negara, Jakarta, Rabu (13/7/2016). [suara.com/Oke Atmaja]

Seorang guru bernama Nelly Hutabarat asal Deli menggelar aksi diam di seberang Istana Presiden, Jalan Medan Merdeka Barat, Rabu (13/7/2017).

Nelly mengatakan, aksinya tersebut untuk menuntut keadilan atas kasus pembongkaran rumah dinasnya di Sampali, Deli Serdang, Sumatera Utara yang terjadi pada 2011 silam.

"Saya guru yang tertindas dari Kabupaten Deli Serdang, saya diusir secara paksa dari rumah dinas. Ceritanya, saya kesini untuk mencari keadian dan menuntut hak saya yang telah dirampas oleh Kepala Sekolah Elfian Lubis dengan cara mengusir paksa saya dari rumah dinas dan mengerusak-barang saya semua," ujar Nelly sambil terisak tangis saat menggelar aksi di depan Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (13/7/2016).

Dalam aksinya, Nelly menceritakan pembongkaran paksa rumah dinas tersebut bermula dari penonaktifan SD Negeri 106159 Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan , tempat dirinya mengajar.

Pembongkaran tersebut berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Dikpora Drs Sofian nomor 800/6921/SKR/2010 tertanggal 29 Juni 2010. Namun dalam pembongkaran rumah dinas terjadi pemaksaan oleh pihak Dispora dan Kepala Desa setempat.

"Tindakan tidak manusia dan tidak bermoral, bersama Kades Sampali pada saat pembongkaran itu tanggal 22 November 2011 diberikan surat dari kepala sekolah kepada saya supaya mengosongkan rumah,"ucapnya.

Kata Nelly, berdasarkan SK tersebut  sebanyak 14 guru di SDN yang sama dimutasikan ke sekolah lain di kecamatan yang sama, Percut Sei Tuan. Sementara para murid dijadikan satu dengan tiga sekolah lainnya. Pasalnya pembongkaran rumah dinas dan penutupan SDN akan dijadikan pembangunan sekolah SMPN 6 Percut Sei Tuan.

"Katanya mau dijadikan sekolah dan rumah itu mau dijadikan ruang kelas baru," kata Nelly.

Oleh karena itu, dirinya mengajukan proses hukum menggugat SK Dikpora tersebut. Berdasarkan PP 9/2003 tentang Wewenang Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian PNS.

Lebih lanjut, Nelly juga telah melaporkan pembongkaran paksa disertai dengan penganiayaan ke Polresta Deli Serdang pada Tahun 2011. Namun hingga kini laporan tersebut belum ditindaklanjuti.

"Saya lapor ke polisi, Polda. Polda melimpahkan ke Polresta. Kenapa diterima dipolisi karena ada penganiayaan dari hasil visum," jelasnya.

Dirinya berharap dengan aksi yang digelar di Istana Presiden bisa menemui Presiden Joko Widodo.

"Harapan saya bisa tuntas lah ini sudah tiga kali saya datang kemari. Tahun 2012 ke DPR RI, 2015 Setneg, Kemenkumham, Komnas, sama 2016 ke sini,"imbuh Nelly.

Nelly tampak mengenakan seragam Pegawai Negeri Sipil (PNS) menggelar aksinya, dengan membawa karton putih yang berisikan harapan Nelly yang menjadi korban penggusuran secara paksa.

"Bapak Teten Masduki. Tolong saya pa, sudah lima tahun saya berjuang untuk keadilan. Saya guru tertindas dari Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Saya datang ke Jakarta ini untuk bisa bertemu langsung dengan Pak Presiden. Harapan terakhir saya mewujudkan keadilan," jelas Nelly sambil membacakan tulisan yang dikalungkan didadanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cabuli Murid, Guru Olahraga SD Divonis 4 Tahun

Cabuli Murid, Guru Olahraga SD Divonis 4 Tahun

News | Kamis, 30 Juni 2016 | 03:03 WIB

Ini Pentingnya Peran Guru bagi Perkembangan Anak

Ini Pentingnya Peran Guru bagi Perkembangan Anak

Lifestyle | Kamis, 16 Juni 2016 | 21:13 WIB

Mabes Polri Imbau Para Guru Tak Gemar Kekerasan

Mabes Polri Imbau Para Guru Tak Gemar Kekerasan

News | Selasa, 14 Juni 2016 | 15:54 WIB

Mendikbud Minta Wali Murid Laporkan Guru ke Kepsek Jika Kasar

Mendikbud Minta Wali Murid Laporkan Guru ke Kepsek Jika Kasar

News | Senin, 13 Juni 2016 | 21:29 WIB

Guru ini Kejutkan Netizen dengan Keahlian Melukis di Papan Tulis

Guru ini Kejutkan Netizen dengan Keahlian Melukis di Papan Tulis

News | Minggu, 12 Juni 2016 | 15:41 WIB

Dihamili Murid yang Berumur 13 Tahun, Guru Cantik Ini Jadi Buron

Dihamili Murid yang Berumur 13 Tahun, Guru Cantik Ini Jadi Buron

News | Kamis, 02 Juni 2016 | 19:29 WIB

Guru Honorer Berpuluh Tahun Belum Diangkat, PKS: Tidak Manusiawi

Guru Honorer Berpuluh Tahun Belum Diangkat, PKS: Tidak Manusiawi

News | Senin, 30 Mei 2016 | 10:28 WIB

Komitmen Yuddy Chrisnandi Buat Guru Honorer Ditagih

Komitmen Yuddy Chrisnandi Buat Guru Honorer Ditagih

DPR | Jum'at, 27 Mei 2016 | 12:36 WIB

Ahok Damprat Guru Bantu yang Demo Tuntut Kepala BKD Dipecat

Ahok Damprat Guru Bantu yang Demo Tuntut Kepala BKD Dipecat

News | Kamis, 26 Mei 2016 | 13:40 WIB

Ahok: Sanksi Guru Ceroboh, Bila Perlu Nggak Boleh Jadi Guru Lagi

Ahok: Sanksi Guru Ceroboh, Bila Perlu Nggak Boleh Jadi Guru Lagi

News | Selasa, 24 Mei 2016 | 20:00 WIB

Terkini

Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran

Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran

News | Senin, 23 Maret 2026 | 23:15 WIB

Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil

Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil

News | Senin, 23 Maret 2026 | 23:00 WIB

Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa

Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa

News | Senin, 23 Maret 2026 | 22:05 WIB

Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius

Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius

News | Senin, 23 Maret 2026 | 22:04 WIB

Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa

Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:55 WIB

Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?

Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:55 WIB

Kabar Duka, Legislator 3 Periode NasDem Tamanuri Meninggal Dunia

Kabar Duka, Legislator 3 Periode NasDem Tamanuri Meninggal Dunia

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:53 WIB

Arus Balik Lebaran: Contraflow Tol Japek KM 70 Sampai KM 36 Arah Jakarta Berlaku Malam Ini

Arus Balik Lebaran: Contraflow Tol Japek KM 70 Sampai KM 36 Arah Jakarta Berlaku Malam Ini

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:48 WIB

Antisipasi Dinamika Global, Kemhan-TNI Siapkan Langkah Efisiensi BBM dan Skema 4 Hari Kerja

Antisipasi Dinamika Global, Kemhan-TNI Siapkan Langkah Efisiensi BBM dan Skema 4 Hari Kerja

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:41 WIB

Waspada, BMKG Sebut Jabodetabek Dikepung Hujan Lebat dan Angin Kencang Malam Ini

Waspada, BMKG Sebut Jabodetabek Dikepung Hujan Lebat dan Angin Kencang Malam Ini

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:38 WIB