Alasan Polisi Tak Sebut Nama RS Diduga Sebarkan Vaksin Palsu

Tomi Tresnady | Welly Hidayat | Suara.com

Rabu, 13 Juli 2016 | 19:19 WIB
Alasan Polisi Tak Sebut Nama RS Diduga Sebarkan Vaksin Palsu
Suasana raker pembahasan vaksin palsu di Komisi IX DPR RI, Jakarta, Rabu (13/7/2016). {Suara.com/Bagus Santosa]

Mabes Polri menyatakan telah mengantongi rumah sakit yang diduga menggunakan vaksin palsu. Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas, Mabes Polri Brigadir Jenderal Agus Rianto mengatakan jika pihaknya belum bisa mempublikasikan rumah sakit tersebut dengan alasan mengedepankan asas praduga tak bersalah.

"Kami tidak mau seperti itu, contoh rumah sakit A atau lainnya kita sebut pasti, dari direktur sampai petugas kebersihannya tercemar namanya kan," kata Agus di Ruang Divisi Humas Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (13/7/2016).

Agus mengatakan, pihaknya terus mendalami penyelidikan, sebelum diumumkan ke publik. "Ini masih didalami terus agar tidak ada yang merasa terganggu dengan informasi yang kita sampaikan. Kita tingkatkan peran serta satgas yang sudah dibentuk. Penyeledikan dan data itu sangat penting."

Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Agung Setya di Bareskrim Mabes Polri mengatakan pada Senin jika pihaknya masih mendalami keterlibatan 12 rumah sakit yang diduga turut menyebarkan vaksin palsu. "Karena kita memerlukan fakta yang real dari proses penyebaran vaksin palsu seperti apa."

Sayangnya saat ditanya rumah sakit mana saja yang diduga menggunakan vaksin palsu, Agung hanya menyebut rumah sakit itu berada di wilayah Jawa dan Sumatera. "Kami berharap tim satgas bisa maksimal dengan tukar info sehingga langkahnya lebih cepat."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sindiran DPR Buat Menkes: Pernyataan Bu Menkes Kayak Bukan Dokter

Sindiran DPR Buat Menkes: Pernyataan Bu Menkes Kayak Bukan Dokter

News | Rabu, 13 Juli 2016 | 19:00 WIB

Raker Penanggulangan Vaksin Palsu

Raker Penanggulangan Vaksin Palsu

Foto | Rabu, 13 Juli 2016 | 16:20 WIB

Menkes: Rumah Sakit Pengguna Vaksin Palsu Bisa Ditutup

Menkes: Rumah Sakit Pengguna Vaksin Palsu Bisa Ditutup

News | Rabu, 13 Juli 2016 | 15:19 WIB

Komisi IX DPR Usul Pembentukan Pansus Vaksin Palsu

Komisi IX DPR Usul Pembentukan Pansus Vaksin Palsu

News | Rabu, 13 Juli 2016 | 14:41 WIB

Bayi Diberi Imunisasi Abal-abal, Pemerintah Harus Minta Maaf

Bayi Diberi Imunisasi Abal-abal, Pemerintah Harus Minta Maaf

News | Rabu, 13 Juli 2016 | 14:01 WIB

Rumah Pembuat Vaksin Palsu Pernah Mau Dijual Rp6 Miliar

Rumah Pembuat Vaksin Palsu Pernah Mau Dijual Rp6 Miliar

News | Rabu, 13 Juli 2016 | 13:24 WIB

Menkes Diminta Tak Inisialkan Faskes yang Tersangkut Vaksin Palsu

Menkes Diminta Tak Inisialkan Faskes yang Tersangkut Vaksin Palsu

News | Rabu, 13 Juli 2016 | 13:13 WIB

Menkes Sebut Vaksin Palsu Beredar di 9 Kota Besar Indonesia

Menkes Sebut Vaksin Palsu Beredar di 9 Kota Besar Indonesia

News | Rabu, 13 Juli 2016 | 13:08 WIB

Diduga 12 Rumah Sakit Gunakan Vaksin Palsu

Diduga 12 Rumah Sakit Gunakan Vaksin Palsu

News | Senin, 11 Juli 2016 | 19:31 WIB

Pengamat: Peredaran Vaksin Palsu Tak Berbeda dengan Narkoba

Pengamat: Peredaran Vaksin Palsu Tak Berbeda dengan Narkoba

News | Kamis, 07 Juli 2016 | 09:45 WIB

Terkini

Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir

Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 06:05 WIB

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:13 WIB

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:30 WIB

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:10 WIB

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:56 WIB

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:43 WIB

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:01 WIB

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:50 WIB

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:37 WIB

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:08 WIB