Dalami Prosedur Besuk, Polda Metro Periksa Petugas Rutan Salemba

Ririn Indriani | Agung Sandy Lesmana | Suara.com

Jum'at, 15 Juli 2016 | 04:32 WIB
Dalami Prosedur Besuk, Polda Metro Periksa Petugas Rutan Salemba
Ilustrasi. [Shutterstock]

Suara.com - Pihak kepolisian bakal memanggil petugas piket Rumah Tahanan (Rutan) Salemba, Jakarta Pusat, untuk diperiksa sebagai saksi terkait kasus kaburnya, Anwar alias Rijal, narapidana kasus pembunuhan siswi Mts.

Pemanggilan tersebut rencananya akan dilakukan pagi ini, Jumat (15/7/2016). Seperti diketahui, kasus ini telah menjerat istri Anwar, Ade Irma sebagai tersangka yang membantu suaminya kabur dari Rutan Salemba.

"Pagi lah ya sipirnya kami panggil," kata Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Budi Hermanto di Polda Metro, Jumat dini hari.

Menurutnya pemeriksaan tersebut dilakukan untuk menelisik soal prosedur pengamanan rutan terhadap jadwal besuk narapidana. Anwar kabur dari rutan saat narapidana mendapat jatah besuk di Hari Raya Lebaran pada 7 Juli 2016.

"Kami periksa SOP (Standar Opersional Prosedur) nya seperti apa, kondisi rutan saat itu dll," kata AKBP Budi.

Ia juga mengatakan nantinya kasus kaburnya napi dari rutan akan diambil alih Subdit Resmob Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

"Ini pemeriksaan tambahan juga dari Polsek Cempaka Putih. Polsek Cempaka Putih akan melimpahkan berkasnya ke sini," imbuh AKBP Budi.

Selain itu, ia juga menuturkan pihaknya berencana memanggil Kepala Rutan Salemba untuk dimintai keterangan terkait kasus kaburnya Anwar.

"Ya kami akan panggil petugas piketnya dulu, baru kepala rutan," tambah AKBP Budi.

Setelah semua pihak terkait diperiksa, kata dia, Polda Metro Jaya akan memberikan rekomendasi kepada Dirjen Lapas Kemenkumham. Rekomendasi tersebut, lanjut AKBP Budi, bertujuan untuk mengantisipasi agar kasus serupa tidak terulang lagi di rutan maupun lapas yang ada di Indonesia.

"Jadi, goal-nya itu Polda akan buat rekomendasi kepada Kalapas, Dirjen Lapas, Nasional. Karena ini bukan hanya wilayah Rutan Salemba, tapi terhadap dampaknya juga terhadap lapas tempat lain," kata dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, polisi telah menangkap Anwar di rumah keluarganya di kampung Barengkok, Desa Batok, Kecamatan Tenjo. Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (14/7/2016) petang.

Anwar kabur dari Rutan Salemba, Jakarta Pusat, berkat bantuan istrinya, Ade Irma. Dalam rekaman CCTV, Anwar terlihat mengenakan busana muslim perempuan warna hitam dan memakai kacamata sambil menggendong anak untuk mengelabui para petugas.

Ade sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka karena dianggap berperan membantu Anwar kabur dari Rutan Salemba. Dia dikenakan Pasal 223 juncto Pasal 55 dan 56 KUHP dengan ancaman pidana 2 tahun 8 bulan penjara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sampai di Polda, Polisi Langsung Konfrontir Anwar dan Istrinya

Sampai di Polda, Polisi Langsung Konfrontir Anwar dan Istrinya

News | Kamis, 14 Juli 2016 | 23:08 WIB

Polda Metro Janjikan Hadiah Bagi Pemberi Info Napi Kabur

Polda Metro Janjikan Hadiah Bagi Pemberi Info Napi Kabur

News | Rabu, 13 Juli 2016 | 06:26 WIB

Napi Kabur dari Rutan Salemba, Polda Metro Bentuk Tim Khusus

Napi Kabur dari Rutan Salemba, Polda Metro Bentuk Tim Khusus

News | Rabu, 13 Juli 2016 | 06:20 WIB

Terkini

Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir

Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 06:05 WIB

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:13 WIB

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:30 WIB

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:10 WIB

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:56 WIB

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:43 WIB

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:01 WIB

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:50 WIB

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:37 WIB

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:08 WIB