Dokter I Gunakan Vaksin Palsu Sejak Febuari 2016

Madinah | Welly Hidayat | Suara.com

Senin, 18 Juli 2016 | 13:51 WIB
Dokter I Gunakan Vaksin Palsu Sejak Febuari 2016
Keluarga Korban Vaksin Palsu Geruduk RS Harapan Bunda

Suara.com - Dokter Indra alias I, tersangka kasus vaksin palsu mengaku tak tahu menahu soal vaksin abal-abal yang diberikan kepada pasiennya di RS Harapan Bunda, Jakarta Timur. Hal ini seperti dikatakan kuasa hukumnya, Fahmi M. Rajab.

"Itu bukan kewajiban dokter untuk lihat palsu apa nggak. Indra sebelum dapat vaksin itu ditanya juga. Pada Januari ada kekosongan vaksin. Ada beberapa pasien yang cari vaksin ke dokter Indra. Tapi ada kekosongan,"ujar Fahmi di Bareskrim Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin ,(18/7/2016).

Waktu itu, kata Fahmi, kliennya hanya berinisiatif untuk mengisi kekosongan vaksin.

"Akhirnya Dokter Indra mencari sales dari perusahaan yang biasa menyuplai obat. Permasalahannya, obat itu bukan dari perusahaan (pihak RS.Harapan Bunda ), tapi dari sales pribadi yang menawarkan. Dokter Indra sempat nanyakan, ini asli atau tidak, ini asli katanya,"ujar Fahmi.

"Pengakuan dia( Dokter I) ada kelangkaan (vaksin) bulan Januari tahun ini. Kemudian Februari 2016 dia mencari karena ada kebutuhan pasien lalu dia gunakan ke pasien pasiennya," lanjut Fahmi.

Ditanya apakah pihak RS mengetahui inisiatif dokter Indra, Fahmi mengaku tak tahu. "Saya belum konfirmasi ke RS ya, tapi menurut dokter I itu karena di RS gak ada (Vaksin) dan digunakan karena ada kebutuhan dari pasien,"ujar Fahmi.

Sebelumnya, penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri menetapkan tiga dokter sebagai tersangka atas kasus dugaan pemalsuan vaksin yakni dokter AR, H dan I.

Total tersangka atas kasus ini berjumlah menjadi 23 orang. Mereka terdiri dari enam produsen, sembilan distributor, dua pengumpul botol bekas, satu pemalsu label, dua bidan, dan tiga dokter.

"Kami sudah tetapkan 23 tersangka. Ada penambahan kemarin 3. Terdiri dari beberapa peran," kata Agung di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat 15 Juli 2016 lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bareskrim Dalami Peran Tenaga Medis RS Dalam Kasus Vaksin Palsu

Bareskrim Dalami Peran Tenaga Medis RS Dalam Kasus Vaksin Palsu

News | Senin, 18 Juli 2016 | 13:46 WIB

Kemenkes: 21 Pasien yang Divaksin Ulang Terindikasi Vaksin Palsu

Kemenkes: 21 Pasien yang Divaksin Ulang Terindikasi Vaksin Palsu

News | Senin, 18 Juli 2016 | 13:28 WIB

DPR Minta Satgas Terjun ke RS Pengguna Vaksin Palsu

DPR Minta Satgas Terjun ke RS Pengguna Vaksin Palsu

News | Senin, 18 Juli 2016 | 12:21 WIB

Diberi Vaksin Ulang, Ini Keraguan Orangtua Korban Vaksin Palsu

Diberi Vaksin Ulang, Ini Keraguan Orangtua Korban Vaksin Palsu

News | Senin, 18 Juli 2016 | 12:17 WIB

Terkini

Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat

Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:48 WIB

Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan

Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:31 WIB

Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun

Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:20 WIB

Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos

Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:20 WIB

Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden

Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:17 WIB

Program SMK 4 Tahun dan SMK Go Global Mulai Berjalan, Ini Jurusan yang Jadi Prioritas

Program SMK 4 Tahun dan SMK Go Global Mulai Berjalan, Ini Jurusan yang Jadi Prioritas

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:14 WIB

Sowan ke MUI, KSP Dudung Siap Lapor Aspirasi Ulama ke Presiden Prabowo

Sowan ke MUI, KSP Dudung Siap Lapor Aspirasi Ulama ke Presiden Prabowo

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:07 WIB

KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus DJKA ke Eks Menhub Budi Karya Sumadi

KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus DJKA ke Eks Menhub Budi Karya Sumadi

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:02 WIB

Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!

Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:57 WIB

PRT Bakal Disertifikasi, Wamen PPPA Veronica Tan Siapkan Skema Pelatihan agar Hak Pekerja Terpenuhi

PRT Bakal Disertifikasi, Wamen PPPA Veronica Tan Siapkan Skema Pelatihan agar Hak Pekerja Terpenuhi

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:56 WIB