Ibu Cari Keadilan, Usai Vaksin Ada Benjol di Selangkangan Bayi

Siswanto, Erick Tanjung

Kamis, 21 Juli 2016 | 19:34 WIB
Ibu Cari Keadilan, Usai Vaksin Ada Benjol di Selangkangan Bayi
Ortu anak korban vaksin palsu di RS Harapan Bunda, Jakarta Timur, mengadu ke KPAI [suara.com/Erick Tanjung]
Cerita tentang peredaran vaksin palsu untuk bayi tak ada habis-habisnya.

Hari ini, Riskey Loren Sea (33), salah satu orangtua bayi pasien Rumah Sakit Harapan Bunda, Jakarta Timur, datang ke kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Jakarta Pusat, untuk meminta perlindungan. RS Harapan Bunda merupakan satu dari belasan rumah sakit yang ketahuan memakai vaksin palsu.

Kepada Suara.com, Riskey mengatakan bayinya dua kali divaksin di Harapan Bunda. Dia menduga anaknya korban vaksin palsu. Sebab, setelah divaksin muncul benjolan di selangkangan anak.
 
"Anak saya umur umur enam bulan, sudah dua kali di vaksin di RS Harapan Bunda. Pertama usia dua bulan, kedua usia tiga bulan di suntik BCG (Bacillus Calmette Guerin) di bagian paha, namun seminggu setelah itu ada benjolan di selangkangannya," kata Riskey, warga Ciracas, Jakarta Timur, kepada Suara.com, di kantor KPAI.

Dia mengatakan dokter yang memberikan suntikan BCG kepada anaknya bernama Indra. Dokter ini sekarang sudah ditetapkan menjadi tersangka oleh Bareskrim Polri dalam kasus penyebaran vaksin palsu.
Setelah muncul benjolan, ketika itu Riskey konsultasi dengan dokter bernama Harmun di rumah sakit yang sama. Menurut dokter tersebut kemungkinan benjolan tersebut merupakan reaksi BCG.

"Suntik BCG biasanya di tangan, tidak pernah di bagian paha. Ini anak saya disuntik di bagian paha. Namun dua minggu kemudian benjolan itu pecah dan keluar nanah (darah busuk), lalu saya konsultasi ke suster, kata susternya tak apa-apa itu kena urat vena jadi nggak perlu ke dokter bedah," ujar dia.

Perempuan berusia 33 tahun ini semakin resah begitu ramai pemberitaan RS Harapan Bunda terlibat dalam kasus vaksin palsu.
 
"Pada 26 Juni saya SMS suster kalau ada pemberitaan vaksin palsu dan RS Harapan Bunda salah satunya juga terindikasi, saya tanya apakah vaksin anak saya aman? dia jawab aman. Lalu Kamis pekan lalu beritanya booming, saya WhatsApp suster dan dokter RS Harapan Bunda, tapi tidak ada tanggapan sampai sekarang," tutur dia.

Belakangan semakin curiga, dia ingat, saat membayar vaksin tidak diberi kwitansi rumah sakit.

"Proses pembayarannya juga nggak resmi, nggak pakai kwitansi, saya bayar ke suster. Biaya vaksin Rp1,9 juta. Saya bilang saya nggak ada uang tunai, saya mau gesek saja di kasir, dia bilang nggak bisa ibu harus tunai," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ruang IT RS Harapan Bunda Terbakar, Saksi Mata Lihat Pasien dengan Tangan Terinfus Selamatkan Diri

Ruang IT RS Harapan Bunda Terbakar, Saksi Mata Lihat Pasien dengan Tangan Terinfus Selamatkan Diri

News | Jum'at, 08 Maret 2024 | 17:26 WIB

RS Harapan Bunda Ciracas Kebakaran, Pasien-pasien Langsung Dievakuasi

RS Harapan Bunda Ciracas Kebakaran, Pasien-pasien Langsung Dievakuasi

News | Kamis, 07 Maret 2024 | 23:56 WIB

Terkini

Kekerasan Eks Kepsek SMPN 18 Malang Terkuak: 10 Siswa Trauma, Polisi Mulai Bergerak

Kekerasan Eks Kepsek SMPN 18 Malang Terkuak: 10 Siswa Trauma, Polisi Mulai Bergerak

Malang | Selasa, 29 September 2026 | 07:34 WIB

Rupiah Dekati Rp18.000, BI Pilih Kurangi Intervensi di Pasar Valuta Asing

Rupiah Dekati Rp18.000, BI Pilih Kurangi Intervensi di Pasar Valuta Asing

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 07:31 WIB

5 Pilihan Motor Matic Paling Irit 2026, Ada yang Tembus 60 Km per Liter

5 Pilihan Motor Matic Paling Irit 2026, Ada yang Tembus 60 Km per Liter

Otomotif | Selasa, 29 September 2026 | 07:27 WIB

Selasa Pagi, Kualitas Udara Jakarta Masuk 6 Terburuk di Dunia

Selasa Pagi, Kualitas Udara Jakarta Masuk 6 Terburuk di Dunia

News | Selasa, 29 September 2026 | 07:17 WIB

7 Penyebab Parfum Terasa Menyengat Bikin Pusing di Awal Semprotan

7 Penyebab Parfum Terasa Menyengat Bikin Pusing di Awal Semprotan

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 07:14 WIB

Terbukti Sekarang di Timnas Indonesia, Ini Kelemahan Taktik John Herdman Saat Melatih Kanada

Terbukti Sekarang di Timnas Indonesia, Ini Kelemahan Taktik John Herdman Saat Melatih Kanada

Bola | Selasa, 29 September 2026 | 07:00 WIB

Jawa Timur Jadi Raja Tembakau, Produksi Tembus 148,77 Ribu Ton

Jawa Timur Jadi Raja Tembakau, Produksi Tembus 148,77 Ribu Ton

Foto | Selasa, 29 September 2026 | 07:00 WIB

Reklame Roboh Timpa 3 Bangunan di Bandung, 4 Orang Sempat Terjebak

Reklame Roboh Timpa 3 Bangunan di Bandung, 4 Orang Sempat Terjebak

News | Selasa, 29 September 2026 | 06:51 WIB

4 Zodiak Beruntung 29 September 2026: Hoki dan Kelimpahan di Depan Mata

4 Zodiak Beruntung 29 September 2026: Hoki dan Kelimpahan di Depan Mata

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 06:46 WIB

Sejarah Jawa Jilid II: Masyarakat, Agama, dan Tradisi dalam Catatan Raffles

Sejarah Jawa Jilid II: Masyarakat, Agama, dan Tradisi dalam Catatan Raffles

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 06:41 WIB

×