Pemilih Loyal Cuma 35 Persen, Ahok Bisa Dikalahkan

Siswanto

Selasa, 26 Juli 2016 | 06:30 WIB
Pemilih Loyal Cuma 35 Persen, Ahok Bisa Dikalahkan
Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) usai menjalani pemeriksaan di Badan Reserse Kriminal Polri, Jakarta Selatan, terkait pembelian lahan di Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (14/7/2016). [suara.com/Oke Atmaja]

Anggapan banyak kalangan bahwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sulit terbendung untuk kembali memimpin Jakarta rupanya terbantahkan oleh hasil survei lembaga Indonesian Research & Survey bulan Mei 2016 lalu. Survei menunjukkan pemilih loyal Ahok hanya mencapai 35,5 persen. Sisanya, 14,8 persen, mengaku akan berpindah ke calon lain jika ada yang sesuai harapan.

Salah satu hasilnya, menyimpulkan, dari sebanyak 50,3 persen responden yang memilih Ahok, hanya 35,5 persen yang menyatakan akan tetap memilih Ahok pada Pilkada DKI Jakarta 15 Februari 2017 mendatang. Sementara sebanyak 14,8 persen pemilih Ahok, mengaku pilihannya masih bisa berubah seandainya ada calon yang sesuai harapan mereka.

Data ini merupakan hasil perhitungan komposisi kuat-lemah dari semua calon yang sudah muncul ke publik. Kepada responden yang sebelumnya ditanyai pilihan calonnya, kembali ditanyakan kemungkinan perubahan pilihan mereka.

Hasilnya, komposisi kuat-lemah Ahok sebesar 35,5 persen -14,8 persen (50,3 persen responden), disusul Yusril Ihza Mahendra 8,4 persen- 7,1 persen (15,5 persen responen), Adhyaksa Dault 3 persen - 1,2 persen (4,2 persen responden), Abraham Lunggana 1,8 persen- 2,4 persen (4,2 persen responden), Sandiaga Uno 1,4 persen - 1,9 persen (3,3 persen responden), Tantowi Yahya 0,9  persen  - 1,7 persen (2,6  persen  responden), dan Sjafrie Sjamsoeddin 0,9  persen - 1,3  persen  (2,1  persen  respponden). 

Sejumlah nama lain yang juga muncul ke permukaaan tidak mendapat pilihan signifikan dari responden. Sebaliknya, ada 13,8 persen  responden yang belum menentukan pilihan saat survei digelar antara 9-17 Mei 2016.

Survei dilakukan kepada populasi warga DKI Jakarta di enam wilayah, melibatkan 1.200 responden dengan margin of error lebih kurang 3  persen  dan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.  Metode survei menggunakan multistage random sampling.

Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tatap muka responden dengan menggunakan kuisioner. Pewawancara lapangan minimal mahasiswa S1 atau sederajat. Validasi data dilakukan dengan membandingkan karakteristik demografis dari sampel yang diperoleh dari survei dengan populasi yang diperoleh melalui berbagai riset dan data BPS.

Menurut peneliti senior IRes, Indrayadi, tingkat kepercayaan mencapai 95  persen  lantaran hasil wawancara lapangan yang dilakukan para surveyor kembali diricek oleh staf IReS sebagai upaya validasi.

“Adapun perhitungan komposisi kuat-lemah sengaja kami tampilkan karena dinamika politik Pilkada DKI sangat memungkinkan terjadinya perubahan referensi pilihan responden. Biasanya ini tidak dilakukan oleh lembaga survei, sehingga hasilnya bisa tidak akurat seiring waktu,” Indrayadi menjelaskan.

Indra menambahkan ada 53,3  persen  responden yang pilihannya (dari semua calon) tak akan goyah, namun ada sebanyak 26,8  persen  responden yang masih labil, sementara 19,9  persen  tidak menjawab.

“Artinya apa, hampir separuh suara warga DKI masih floating. Anggapan bahwa mayoritas warga DKI akan memilih Ahok, harus dipertanyaan kesahihannya. Hasil dari banyak survey yang sebelumnya memang cenderung menggiring opini bahwa Ahok sulit dilawan,” kata Indra. 

 Sementara itu, Direktur Riset dan Analisa IReS, Andi Nursaiful, menambahkan, dari pemilih Ahok yang menyatakan pilihannya bisa berubah, umumnya mengaku akan berpindah ke lain hati jika muncul figur yang lebih baik, khususnya sosok yang tegas tapi santun, berpengalaman, humanis dan mementingkan dialog dengan warga, serta memiliki track record yang bersih dari KKN. 

“Rupanya pemilih Pak Basuki tidak solid-solid amat pilihannya. Mereka mungkin juga ‘gerah’ dengan gaya Ahok yang dinilai arogan dan kasar, sehingga mereka akan berpindah jika menemukan sosok lain merupakan antitesa dari Ahok. Terlebih dengan sejumlah kasus yang menyeret-nyeret nama Ahok, kepercayaan mereka pudar,” kata Andi Nursaiful.

Artinya, dengan pemilih loyal yang hanya mencapai 35,5%, Ahok mudah untuk dikalahkan jika kelak terjadi pertarungan head to head dengan salah satu kandidat populer, terutama jika Pilkada mencapai dua putaran, sehingga Ahok berhadapan dengan calon yang didukung gabungan pemilih yang sebelumnya mendukung calon penantang Ahok lainnya.

“Syaratnya, kandidat ini haruslah seorang nasionalis religius, tegas tapi santun, berpengalaman dan memahami karakter warga Jakarta, bersih KKN, dan tak kalah penting bisa diterima berbagai kalangan sebagai figur pemersatu yang mampu menjamin keamanan dan kenyamanan ibukota,” tambah Andi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ahok Buka Suara Soal Kericuhan di Belitung Timur: Harga Beli Timah Harus Sesuai Pasar

Ahok Buka Suara Soal Kericuhan di Belitung Timur: Harga Beli Timah Harus Sesuai Pasar

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Pancasakti Run 2026 Diikuti 5.000 Peserta, Ditargetkan Jadi 8.000 pada 2027

Pancasakti Run 2026 Diikuti 5.000 Peserta, Ditargetkan Jadi 8.000 pada 2027

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:10 WIB

Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan

Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan

News | Senin, 02 Maret 2026 | 14:09 WIB

Ahok Ngamuk di Sidang Korupsi LNG Pertamina: Saya Paling Benci Korupsi, Akan Saya Sikat!

Ahok Ngamuk di Sidang Korupsi LNG Pertamina: Saya Paling Benci Korupsi, Akan Saya Sikat!

News | Senin, 02 Maret 2026 | 14:03 WIB

Ahok Jadi Saksi Sidang Kasus Korupsi LNG Pertamina Rp1,7 Triliun, Irit Bicara Saat Tiba di Tipikor

Ahok Jadi Saksi Sidang Kasus Korupsi LNG Pertamina Rp1,7 Triliun, Irit Bicara Saat Tiba di Tipikor

News | Senin, 02 Maret 2026 | 11:46 WIB

Kesaksian Ahok di Kasus Korupsi Pertamina Bikin Geger, Sentil Menteri BUMN

Kesaksian Ahok di Kasus Korupsi Pertamina Bikin Geger, Sentil Menteri BUMN

Video | Kamis, 29 Januari 2026 | 14:10 WIB

Pakar UGM Bongkar Akar Masalah BUMN: Titipan Politik Bikin Rugi dan Rawan Korupsi

Pakar UGM Bongkar Akar Masalah BUMN: Titipan Politik Bikin Rugi dan Rawan Korupsi

News | Rabu, 28 Januari 2026 | 15:19 WIB

Roasting Ayah Sendiri, Nicholas Sean Anak Ahok Viral Jualan 'Broken Home Cookies'

Roasting Ayah Sendiri, Nicholas Sean Anak Ahok Viral Jualan 'Broken Home Cookies'

Entertainment | Senin, 26 Januari 2026 | 12:58 WIB

Ahok Puji Keberanian Pandji Pragiwaksono di Mens Rea: Gila, Nekat Banget

Ahok Puji Keberanian Pandji Pragiwaksono di Mens Rea: Gila, Nekat Banget

Entertainment | Kamis, 08 Januari 2026 | 10:31 WIB

Air Laut Nyaris Sejajar Tanggul Pantai Mutiara, Bisa Bikin Monas Kebanjiran?

Air Laut Nyaris Sejajar Tanggul Pantai Mutiara, Bisa Bikin Monas Kebanjiran?

News | Kamis, 27 November 2025 | 18:39 WIB

Terkini

Amnesty: Dandhy Tak Wajib Hadiri Undangan Klarifikasi Polisi soal Film Pesta Babi

Amnesty: Dandhy Tak Wajib Hadiri Undangan Klarifikasi Polisi soal Film Pesta Babi

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:31 WIB

Mengenal Permakultur: Gaya Hidup Bertani yang Bekerja Bersama Alam

Mengenal Permakultur: Gaya Hidup Bertani yang Bekerja Bersama Alam

Your Say | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:30 WIB

Cara Migrasi Kartu SIM Fisik ke eSIM di HP Android: Panduan Praktis Telkomsel, Indosat, dan XL

Cara Migrasi Kartu SIM Fisik ke eSIM di HP Android: Panduan Praktis Telkomsel, Indosat, dan XL

Tekno | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:29 WIB

Malaysia Kirim 1,6 Ton Narkoba ke Indonesia, Dasco Apresiasi Operasi Kapolri Suyudi

Malaysia Kirim 1,6 Ton Narkoba ke Indonesia, Dasco Apresiasi Operasi Kapolri Suyudi

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:27 WIB

Jelang Laga Panas di Pakansari: Polres Bogor Pertemukan Suporter Garudayaksa, Persib hingga Jakmania

Jelang Laga Panas di Pakansari: Polres Bogor Pertemukan Suporter Garudayaksa, Persib hingga Jakmania

Bogor | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:25 WIB

Viral Video Pria Diduga Pamer Alat Kelamin di Warung Nasi Gunung Putri Bogor

Viral Video Pria Diduga Pamer Alat Kelamin di Warung Nasi Gunung Putri Bogor

Jabar | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:15 WIB

HUAWEI FreeBuds Neo Andalkan ANC hingga 55 dB, Baterai Tahan 40 Jam

HUAWEI FreeBuds Neo Andalkan ANC hingga 55 dB, Baterai Tahan 40 Jam

Tekno | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:15 WIB

6 Rekomendasi HP Murah Minim Iklan dan Bloatware, Bebas Notifikasi Mengganggu Mulai 1 Jutaan

6 Rekomendasi HP Murah Minim Iklan dan Bloatware, Bebas Notifikasi Mengganggu Mulai 1 Jutaan

Tekno | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:11 WIB

Budisatrio Apresiasi Prestasi Siswa Sekolah Rakyat di Olimpiade Bahasa Asing BBNKT 2026

Budisatrio Apresiasi Prestasi Siswa Sekolah Rakyat di Olimpiade Bahasa Asing BBNKT 2026

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:10 WIB

Ungkap Alasan Bedah Rumah di Kampung Ambon, Kapolda: Berantas Narkoba Tak Cukup Pakai Hukum

Ungkap Alasan Bedah Rumah di Kampung Ambon, Kapolda: Berantas Narkoba Tak Cukup Pakai Hukum

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:09 WIB

×