Politisi: Wajar Warga Nunukan Berwarga Negara Ganda

Pebriansyah Ariefana

Minggu, 07 Agustus 2016 | 23:03 WIB
Politisi: Wajar Warga Nunukan Berwarga Negara Ganda
Presiden Joko Widodo dan rombongan saat meninjau kawasan perbatasan di Desa Sei Pancang, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Selasa (16/12/2014) lalu. [Antara/M Rusman]

Suara.com - Politisi Golkar yang juga anggota Komisi II DPR Hetifah Syaifudian menilai tidak mengherankan jika ada masyarakat di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara yang berkewarganegaraan ganda. Sebab hal itu demi mempermudah akses memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

"Pilihan masyarakat di wilayah perbatasan (RI-Malaysia) di Kabupaten Nunukan ini masih dianggap wajar-wajar saja karena pertimbangan mempermudah akses mendapatkan bahan-bahan kebutuhan sehari-hari," ujar dia, Minggu (7/8/2016).

Menurutnya tidak perlu menyalahkan salah satu pihak atas sikap yang dilakukan masyarakat perbatasan menggunakan dua identitas kewarganegaraan karena memang akses menuju kampung-kampung khususnya di Kecamatan Lumbis Ogong yang dapat dijangkau hanya melalui jalur sungai menggunakan perahu tersebut.

Pada intinya, pemerintah saat ini sangat komitmen memperhatikan atau mempedulikan rakyatnya meskipun jauh di pelosok terpencil sekalipun agar dapat menikmati pembangunan yang dibutuhkan misalnya pembangunan perumahan dan jalan darat yang senang dibangun sekarang ini.

"Walaupun masyarakat di wilayah perbatasan memiliki dua identitas kewarganegaraan tetapi sikap nasionalisme dan cinta NKRI tidak diragukan. Mereka masih tetap menunjukkan sikap kebersamaan bagi negaranya (Indonesia)," kata Hetifah Syaifudian.

Hetifah juga memandang, kesulitan mendapatkan bahan-bahan kebutuhan hidup sehari-hari memicu niat masyarakat setempat untuk mendapatkan kewarganegaraan Malaysia yang dianggap lebih dekat dijangkau dibandingkan ke kecamatan lainnya di Kabupaten Nunukan dan sekitarnya.

Oleh karena itu, Komisi II menganggap kepemilikan status kewarganegaraan ganda itu tidak perlu disikapi berlebihan karena berkaitan dengan kehidupan khalayak masyarakat setempat yang lebih mudah ke negara tetangga. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Malaysia Usir 213 WNI Bermasalah ke Nunukan

Malaysia Usir 213 WNI Bermasalah ke Nunukan

News | Jum'at, 01 April 2016 | 03:54 WIB

Lagi, Malaysia Usir 77 TKI Ilegal ke Nunukan

Lagi, Malaysia Usir 77 TKI Ilegal ke Nunukan

News | Jum'at, 28 Agustus 2015 | 03:14 WIB

Malaysia 'Usir' 102 WNI ke Kaltara

Malaysia 'Usir' 102 WNI ke Kaltara

News | Sabtu, 20 Juni 2015 | 02:30 WIB

Kisah Warga Perbatasan yang Masih Harus Gunakan Dua Mata Uang

Kisah Warga Perbatasan yang Masih Harus Gunakan Dua Mata Uang

News | Senin, 30 Maret 2015 | 02:23 WIB

124 WNI Kembali Dideportasi, 29 Orang Tersangkut Kasus Narkoba

124 WNI Kembali Dideportasi, 29 Orang Tersangkut Kasus Narkoba

News | Sabtu, 28 Maret 2015 | 01:28 WIB

Seorang Bayi 3 Bulan Ikut Dideportasi Malaysia via Nunukan

Seorang Bayi 3 Bulan Ikut Dideportasi Malaysia via Nunukan

News | Selasa, 06 Januari 2015 | 00:42 WIB

Dua Bayi Turut Dideportasi dari Malaysia

Dua Bayi Turut Dideportasi dari Malaysia

News | Sabtu, 13 Desember 2014 | 13:17 WIB

Presiden Akan Resmikan Bandara Long Bawan di Nunukan

Presiden Akan Resmikan Bandara Long Bawan di Nunukan

Bisnis | Jum'at, 07 Maret 2014 | 18:42 WIB

Terkini

Purbaya Bantah Airlangga soal Anggaran Buka Rekening Massal Tembus Rp 11 Triliun

Purbaya Bantah Airlangga soal Anggaran Buka Rekening Massal Tembus Rp 11 Triliun

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 22:38 WIB

Kadin Dorong Industri Tambang Perkuat Inovasi Hadapi Tekanan Geopolitik

Kadin Dorong Industri Tambang Perkuat Inovasi Hadapi Tekanan Geopolitik

News | Kamis, 10 September 2026 | 22:31 WIB

Warga Bisa Ikut Uji Coba Gratis, LRT Kelapa Gading-Manggarai Siap Beroperasi Penuh

Warga Bisa Ikut Uji Coba Gratis, LRT Kelapa Gading-Manggarai Siap Beroperasi Penuh

News | Kamis, 10 September 2026 | 22:19 WIB

Kawal Revisi Aturan Ketenagakerjaan, DPRD DKI Janji Teruskan Suara Buruh ke DPR RI

Kawal Revisi Aturan Ketenagakerjaan, DPRD DKI Janji Teruskan Suara Buruh ke DPR RI

News | Kamis, 10 September 2026 | 22:12 WIB

WNA Asal China Selundupkan 10,4 Kilogram Emas di Bali

WNA Asal China Selundupkan 10,4 Kilogram Emas di Bali

Video | Kamis, 10 September 2026 | 22:05 WIB

Synchronize Fest Mengumumkan Full Line Up 2026: "It's Not Just A Festival, It's A Movement"

Synchronize Fest Mengumumkan Full Line Up 2026: "It's Not Just A Festival, It's A Movement"

Entertainment | Kamis, 10 September 2026 | 22:00 WIB

KPK Geledah Rumah Polisi yang Akui Terima Rp16 Miliar dari Proyek Bekasi

KPK Geledah Rumah Polisi yang Akui Terima Rp16 Miliar dari Proyek Bekasi

News | Kamis, 10 September 2026 | 21:56 WIB

Kabut Asap Makin Pekat, ISPA di Palembang Tembus 113 Ribu Kasus

Kabut Asap Makin Pekat, ISPA di Palembang Tembus 113 Ribu Kasus

Sumsel | Kamis, 10 September 2026 | 21:46 WIB

Tim SAR Temukan Pelampung saat Cari Jurnalis Hilang, TNI AL: Jangan Berspekulasi

Tim SAR Temukan Pelampung saat Cari Jurnalis Hilang, TNI AL: Jangan Berspekulasi

News | Kamis, 10 September 2026 | 21:43 WIB

Promo BRI Ini Bikin Nongkrong di SKOLA Malah Bikin Untung

Promo BRI Ini Bikin Nongkrong di SKOLA Malah Bikin Untung

Bri | Kamis, 10 September 2026 | 21:29 WIB

×