Muslim Malay Dalangi Teror Bom Thailand?

Madinah | Suara.com

Jum'at, 12 Agustus 2016 | 14:43 WIB
Muslim Malay Dalangi Teror Bom Thailand?
Pasukan keamanan sedang menginvestigasi lokasi teror bom di Thailand. [Reuters]

Suara.com - Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-O-Cha meminta warganya tenang pascateror bom yang terjadi di lima kawasan wisata, hari ini, Jumat (12/8/2016). Hingga kini, pihaknya mengaku belum mengetahui pelaku di balik teror yang menelan 4 korban tewas dan puluhan lainnya luka-luka.

Hasil analisa pengamat aksi terorisme, pelaku diduga kuat kelompok pemberontak muslim di bagian selatan wilayah Thailand. Kelompok ini memang sudah puluhan tahun memerangi pemerintah Thailand.

"Pelaku diduga kuat Muslim Malay di wilayah selatan jauh yang sudah sejak lama melawan pemerintah Thailand," kata Paul Chambers, personel militer senior Thailand seperti dikutip laman Asiaone.

"Serangan di Hua Hin, seperti serangan langsung ke Kerajaan Thailand, karena kita tahu Istana Raja ada di Hua Hin. Selain itu, bom meledak persis di hari ulang tahun ratu," tambah Zachry Abuza, pengamat ahli teror di Asia Tenggara.

Sebelumnya diberitakan, serangkaian Ledakan terjadi di lokasi wisata di Thailand. Ledakan yang diduga serangan bom tersebut mengakibatkan 4 korban tewas dan 35 lainnya luka-luka.

Setidaknya ada 10 ledakan terjadi dalam waktu 24 jam di daerah Hua Hin, Surat Tani, Patong, Trang dan Phang Nga. Bom diduga disembunyikan di pot bunga dan diledakan dari jarak jauh dengan detonator.

Empat orang dikonfirmasi tewas di wilayah ledakan, sementara 35 lainnya mengalami luka-luka, beberapa diantaranya turis mancanegara.

Saat ini polisi sedang memburu dua terduga pelaku yang berhasil terekam lewat CCTV. Di gambar tersebut, seorang laki-laki diduga pelaku yang memakai jaket baseball dan topi hitam sedang menyembunyikan bom.

Serangan bom dimulai sore kemarin di Trang, satu orang tewas dan lima lainnya luka-luka. Beberapa jam kemudian, dua bom meledak di daerah pantai Hua Hin, yang membunuh seorang perempuan Thailand dan 23 luka-luka, termasuk dua perempuan WN Inggris.

Pagi ini, bom kembar meledak sekitar 125 mil selatan Bangkok, tak jauh dari Istana Kerajaan Klai Kangwon. Seorang tewas dalam ledakan ini. (Asiaone)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Prabowo dan Megawati Bertemu 2 Jam di Istana Merdeka, Bahas Isu Strategis hingga Geopolitik

Prabowo dan Megawati Bertemu 2 Jam di Istana Merdeka, Bahas Isu Strategis hingga Geopolitik

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 22:10 WIB

Dekat Vatikan, Gema Takbir Idul Fitri 2026 Dirayakan Umat Muslim bersama Warga Lokal

Dekat Vatikan, Gema Takbir Idul Fitri 2026 Dirayakan Umat Muslim bersama Warga Lokal

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 21:55 WIB

Bos Djarum Michael Bambang Hartono Wafat, Ini Jadwal Lengkap Pemakamannya di Rembang

Bos Djarum Michael Bambang Hartono Wafat, Ini Jadwal Lengkap Pemakamannya di Rembang

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 21:50 WIB

Komnas HAM akan Panggil Panglima TNI, Usut Keterlibatan Anggota BAIS di Kasus Air Keras Andrie Yunus

Komnas HAM akan Panggil Panglima TNI, Usut Keterlibatan Anggota BAIS di Kasus Air Keras Andrie Yunus

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 21:25 WIB

Lebaran di Neraka Dunia: Ketika Kue Idul Fitri Jadi Simbol Perlawanan Hidup di Gaza

Lebaran di Neraka Dunia: Ketika Kue Idul Fitri Jadi Simbol Perlawanan Hidup di Gaza

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 21:08 WIB

Prabowo Ungkap Alasan Strategis Indonesia Gabung 'Board of Peace' Demi Kemerdekaan Palestina

Prabowo Ungkap Alasan Strategis Indonesia Gabung 'Board of Peace' Demi Kemerdekaan Palestina

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:51 WIB

Petaka Bangunan Tua SD Inpres Oepula: Siswa Kelas 1 Meninggal Dunia Usai Tertimpa Reruntuhan

Petaka Bangunan Tua SD Inpres Oepula: Siswa Kelas 1 Meninggal Dunia Usai Tertimpa Reruntuhan

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:50 WIB

Prabowo Sebut Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Tindakan Terorisme: Harus Diusut Aktornya

Prabowo Sebut Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Tindakan Terorisme: Harus Diusut Aktornya

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:47 WIB

Menag Nasaruddin Umar Imbau Umat Jaga Ketertiban Saat Lebaran, Tekankan Pentingnya Ukhuwah

Menag Nasaruddin Umar Imbau Umat Jaga Ketertiban Saat Lebaran, Tekankan Pentingnya Ukhuwah

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:43 WIB

Idulfitri Berbeda, Menag Minta Muhammadiyah Toleransi ke Warga yang Masih Puasa Besok

Idulfitri Berbeda, Menag Minta Muhammadiyah Toleransi ke Warga yang Masih Puasa Besok

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:18 WIB