Aliran Duit Freddy Ditemukan, Ruhut Sayangkan Haris Baru Cerita

Siswanto, Dian Rosmala

Jum'at, 12 Agustus 2016 | 15:39 WIB
Aliran Duit Freddy Ditemukan, Ruhut Sayangkan Haris Baru Cerita
Ruhut Sitompul [suara.com/Adrian Mahakam]

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan menemukan aliran dana mencurigakan terkait dengan jaringan gembong narkoba yang sudah dihukum mati, Freddy Budiman, sebanyak Rp3,6 triliun.

“Iya, betul, kami menemukan dugaan tersebut,” kata Wakil Ketua PPATK Agus Santoso di Jakarta, Jumat (12/8/2016).

Agus mengatakan temuan tersebut sudah lama terjadi. Saat ini, laporan transaksi keuangan mencurigakan sudah diserahkan kepada Badan Narkotika Nasional.

Temuan PPTAK semakin membuat benderang kesaksian Freddy Budiman yang disampaikan kepada Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan Haris Azhar.

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Demokrat Ruhut Sitompul menyayangkan kenapa Haris Azhar baru mengungkap informasi dari Freddy sesaat sebelum Freddy dieksekusi mati di Nusakambangan.

"Haris itu bukan aku tolak pendapat dia. Kenapa nggak dua tahun lalu dia berbicara. Ya kayak inilah ada penemuan PPATK," kata Ruhut di DPRSenayan, Jakarta.

Ruhut menambahkan seandainya Haris menceritakan kesaksian Freddy sejak dua tahun yang lalu, akan dengan mudah bagi aparat untuk menelusuri aliran duit Freddy yang disebut-sebut masuk ke kantong sejumlah pejabat penegak hukum.

"Jangan-jangan saat ini polisinya sudah meninggal. Harusnya ya dua tahun lalu. Kalau dulu kan bisa kita tahu track dana nya. Bisa dengan mudah ditelusuri," tutur Ruhut.

Tetapi, Ruhut yakin aparat kepolisian tidak akan tinggal diam dengan adanya temuan PPATK. Polisi pasti melakukan penyelidikan, katanya.

"Tapi pastilah ini diusut. Tentu polisi tidak main-main, ditindak kok," kata Ruhut.

Suara.com - Tim Pencari Fakta Gabungan yang beranggotakan TNI, Polri, dan BNN saat ini tengah menindaklanjuti kesaksian Freddy.

Kepada Haris Azhar yang menemuinya di Nusakambangan pada 2014, Freddy mengungkapkan informasi penting. Kesaksian Freddy kemudian ditulis Haris Azhar di media sosial beberapa saat sebelum Freddy dieksekusi mati di Nusakambangan awal Agustus 2016. Isinya mengejutkan, untuk memuluskan penyelundupan narkoba, Freddy mengaku menyuap oknum BNN sebesar Rp450 miliar dan oknum polisi sebesar Rp90 miliar. Dia juga mengaku pernah diantar jenderal TNI bintang dua ketika membawa narkoba dari Medan ke Jakarta memakai mobil jenderal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

Sumsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:40 WIB

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:06 WIB

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:57 WIB

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Bogor | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:37 WIB

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:28 WIB

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:27 WIB

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:23 WIB

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:22 WIB

×