PNS di Lombok Utara Punya 1,5 Juta Uang Dolar AS Palsu

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Sabtu, 03 September 2016 | 03:54 WIB
PNS di Lombok Utara Punya 1,5 Juta Uang Dolar AS Palsu
Mata uang dolar Amerika Serikat. (Antara)

Suara.com - Tim gabungan dari Kepolisian Sektor Kediri dan Kepolisian Resor Lombok Barat menyita sebanyak 15.400 lembar dolar Amerika Serikat pecahan 100 dolar palsu.

"Sementara ini diduga palsu karena warnanya hitam putih, tidak sama dengan aslinya," kata Kabid Humas Polda NTB AKBP Tri Budi Pangastuti di Mataram, Jumat (2/9/2016).

Uang lembaran pecahan 100 dolar AS ini ditemukan dari hasil penangkapan dua pelaku, berinisial AB (58), seorang pegawai negeri sipil di Lombok Utara dan SA (48) asal Bogor, Jawa Barat, pada Jumat pagi sekitar pukul 10.00 WITA di jalur by pass Bandara Internasional Lombok (BIL) II).

Polisi menemukan 15.400 lembar uang dolar AS ini dalam sebuah "travel bag" warna hitam milik SA. Jika dijumlahkan, nilainya mencapai 1,5 juta dolar AS dan dalam nilai rupiah mencapai Rp20,3 miliar.

Untuk itu, pihaknya berencana akan berkoordinasi dengan tim Laboratorium Forensik Denpasar, Bali, untuk mengetahui keabsahan dari puluhan ribu lembaran uang dolar AS ini.

"Nantinya kita akan bekerjasama dengan tim Labfor Denpasar untuk mengecek keabsahan dari kualitas cetakannya, asli atau tidak," ujarnya.

Menurut keterangan yang diperoleh dari pelaku, Tri Budi mengatakan bahwa SA berperan sebagai kurir yang ditugaskan oleh AB untuk membawa barang tersebut ke Lombok melalui jalur laut. SA masuk ke Lombok melalui Pelabuhan Lembar.

Lebih lanjut, pihaknya kini masih mendalami keterangan kedua pelaku untuk mengetahui keterlibatan dari sejumlah oknum yang salah satunya disebut warga negara asing, yang berperan sebagai pemasok uang dolar AS.

"Disebutkan dalam kasus ini ada keterlibatan warga negara asing, jadi nantinya pasti kita akan bekerja sama dengan Mabes Polri maupun Bank Indonesia," ucapnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Juli 2016 Rupiah Terapresiasi 0,55 Persen Terhadap Dolar AS

Juli 2016 Rupiah Terapresiasi 0,55 Persen Terhadap Dolar AS

Bisnis | Selasa, 16 Agustus 2016 | 07:50 WIB

Forextime: Dolar AS Melemah di Pasar Valuta Asing

Forextime: Dolar AS Melemah di Pasar Valuta Asing

Bisnis | Kamis, 11 Agustus 2016 | 11:14 WIB

Dolar AS Melemah Terhadap Sebagian Besar Mata Uang Utama

Dolar AS Melemah Terhadap Sebagian Besar Mata Uang Utama

Bisnis | Rabu, 27 Juli 2016 | 06:11 WIB

Meski Rupiah Menguat, BPS Ingatkan Pemerintah Tetap Hati-hati

Meski Rupiah Menguat, BPS Ingatkan Pemerintah Tetap Hati-hati

Bisnis | Jum'at, 15 Juli 2016 | 14:40 WIB

BPS: Juni 2016, Rupiah Terapresiasi 2,95 Persen dengan Dolar AS

BPS: Juni 2016, Rupiah Terapresiasi 2,95 Persen dengan Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 15 Juli 2016 | 14:10 WIB

Dolar Melemah karena Ekspektasi Fed Menaikan Bunga Berkurang

Dolar Melemah karena Ekspektasi Fed Menaikan Bunga Berkurang

Bisnis | Sabtu, 02 Juli 2016 | 09:03 WIB

Harga Emas Naik Akibat Pasar Tak Pasti Usai Brexit

Harga Emas Naik Akibat Pasar Tak Pasti Usai Brexit

Bisnis | Kamis, 30 Juni 2016 | 07:29 WIB

Dolar AS Melemah karena Kekhawatiran Brexit Berkurang

Dolar AS Melemah karena Kekhawatiran Brexit Berkurang

Bisnis | Kamis, 30 Juni 2016 | 07:01 WIB

BI: Rupiah Terdepresiasi 1,95 Persen pada Mei 2016

BI: Rupiah Terdepresiasi 1,95 Persen pada Mei 2016

Bisnis | Jum'at, 17 Juni 2016 | 09:25 WIB

Dolar AS Melemah Usai Fed Pertahankan Suku Bunga

Dolar AS Melemah Usai Fed Pertahankan Suku Bunga

Bisnis | Kamis, 16 Juni 2016 | 09:00 WIB

Terkini

Gubernur DKI Tunggu Keputusan Pusat soal WFH ASN untuk Efisiensi BBM

Gubernur DKI Tunggu Keputusan Pusat soal WFH ASN untuk Efisiensi BBM

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:30 WIB

Australia Lumpuh, SPBU Kehabisan BBM Imbas Perang Iran

Australia Lumpuh, SPBU Kehabisan BBM Imbas Perang Iran

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:26 WIB

KPK Panggil Ulang Gus Yaqut Hari Ini, Ada Apa Setelah Status Penahanan Kembali ke Rutan?

KPK Panggil Ulang Gus Yaqut Hari Ini, Ada Apa Setelah Status Penahanan Kembali ke Rutan?

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:03 WIB

Iran Ajak Negara Arab Bersatu Bentuk Pakta Pertahanan Berbasis Al Quran

Iran Ajak Negara Arab Bersatu Bentuk Pakta Pertahanan Berbasis Al Quran

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:02 WIB

Noel Mau Ikutan Yaqut untuk Ajukan Pengalihan Penahanan, KPK: Kewenangan Hakim

Noel Mau Ikutan Yaqut untuk Ajukan Pengalihan Penahanan, KPK: Kewenangan Hakim

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 12:56 WIB

Pramono Anung Tegaskan Kebijakan WFA bagi ASN DKI Berlaku hingga 27 Maret

Pramono Anung Tegaskan Kebijakan WFA bagi ASN DKI Berlaku hingga 27 Maret

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 12:55 WIB

Awal Retaknya Hubungan Trump - Netanyahu, Skenario Rahasia Mossad yang Gagal

Awal Retaknya Hubungan Trump - Netanyahu, Skenario Rahasia Mossad yang Gagal

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 12:47 WIB

Nasib Selat Hormuz dan Pasokan Minyak Dunia Bergantung Pada Respon Iran Terhadap Proposal AS

Nasib Selat Hormuz dan Pasokan Minyak Dunia Bergantung Pada Respon Iran Terhadap Proposal AS

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 12:43 WIB

ASN Jakarta Malas Kerja Usai WFA Siap-siap Disanksi, Pramono Anung: Tak Ada Keringanan!

ASN Jakarta Malas Kerja Usai WFA Siap-siap Disanksi, Pramono Anung: Tak Ada Keringanan!

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 12:39 WIB

Puncak Arus Balik dari Jogja Pertama Terlewati, Gelombang Kedua Diprediksi Akhir Pekan

Puncak Arus Balik dari Jogja Pertama Terlewati, Gelombang Kedua Diprediksi Akhir Pekan

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 12:13 WIB