BNPB: 87 Titik Api Merebak di Kalimantan Utara

Adhitya Himawan

Sabtu, 03 September 2016 | 19:03 WIB
BNPB: 87 Titik Api Merebak di Kalimantan Utara
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho memberikan keterangan pers terkait gempa di perairan Mentawai, Jakarta, Kamis (3/2). [suara.com/Oke Atmaja]

Satelit MODIS dari NASA terus memantau perkembangan titik panas (hotspot) kebakaran hutan dan lahan di wilayah Indonesia. Satelit mendeteksi 189 hotspot pada Sabtu (3/9/2016) pagi. Hotspot di Kalimantan Utara mulai meningkat dibandingkan sebelumnya.

Berdasarkan informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pada Jumat (2/9/2016) terdapat 40 hotspot namun pada Sabtu (3/9/2016) terdapat 87 hotspot yaitu 54 hotspot dengan tingkat kepercayaan sedang (30-70 persen) dan 33 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (lebih dari 70 persen).

"Sebaran 129 hotspot dari satelit Modis sesuai laporan Lapan pada 3/9/2016 pagi dengan tingkat kepercayaan sedang (30 - 79%) adalah Bangka-Belitung 1, Gorontalo 2, Kalimantan Tengah 1, Kalimantan Timur 10, Kalimantan Utara 54, Nusa Tenggara Barat 2, Nusa Tenggara Timur 28,  Riau 2, Sulawesi Selatan 8, Sulawesi Tengah 8, Sulawesi Tenggara 11, Sulawesi Utara 1, dan Sumatera Selatan 1," kata Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB dalam keterangan tertulis, Sabtu (3/9/2016).

Sedangkan sebaran 60 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi adalah Bangka-Belitung 1, Kalimantan Timur 4, Kalimantan Utara 33, Maluku 1, Nusa Tenggara Barat 1, Nusa Tenggara Timur 10, Sulawesi Selatan 5, Sulawesi Tenggara 3, dan Sumatera Selatan 2.

Hingga saat ini Gubernur Kalimantan Utara belum menentapkan Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan meskipun kebakaran hutan dan lahan mulai meningkat. Begitu pula halnya dengan Kalimantan Timur yang belum menetapkan siaga darurat. Hal ini menyebabkan penanganan pemadaman kebakaran hutan dan lahan belum dilakukan secara intensif dan dukungan dari operasi udara.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat telah memperpanjang masa siaga darurat hingga 30 November 2016. Lima provinsi lainnya yang sering terlanda kebakaran hutan dan lahan telah menetapkan Siaga Darurat Bencana yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan di enam provinsi tersebut masih dilakukan secara intensif hingga sekarang. Ribuan personil gabungan dari tim satgas terpadu terus melakukan upaya pencegahan dan pemadaman kebakaran hutan dan lahan. BNPB mengerahkan 21 helikopter dan pesawat untuk water bombing dan hujan buatan di 6 provinsi. "BNPB belum mengerahkan helikopter water bombing di Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur karena belum adanya penetapan siaga darurat bencana dan permintaan dari pemerintah daerah," ujar Sutopo.

Sebagian besar wilayah Indonesia sudah memasuki musim penghujan pada September 2016 ini. Turunnya hujan diharapkan kebakaran hutan dan lahan tidak meluas. Namun perlu diwaspadai ancaman banjir dan longsor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BNPB Sedang Menyusun Peta Rawan Banjir dan Longsor

BNPB Sedang Menyusun Peta Rawan Banjir dan Longsor

News | Jum'at, 02 September 2016 | 14:40 WIB

BNPB dan Kemendagri Diminta Bikin Peta Rawan Banjir dan Longsor

BNPB dan Kemendagri Diminta Bikin Peta Rawan Banjir dan Longsor

News | Jum'at, 02 September 2016 | 13:39 WIB

BNPB Masih Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau

BNPB Masih Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau

News | Selasa, 30 Agustus 2016 | 18:56 WIB

BNPB Sebut Kualitas Udara Riau Kini Membaik

BNPB Sebut Kualitas Udara Riau Kini Membaik

News | Selasa, 30 Agustus 2016 | 18:47 WIB

Enam Provinsi Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan

Enam Provinsi Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan

News | Selasa, 23 Agustus 2016 | 13:53 WIB

Kapal Penumpang Tenggelam di Tanjung Pinang, 10 Orang Tewas

Kapal Penumpang Tenggelam di Tanjung Pinang, 10 Orang Tewas

News | Minggu, 21 Agustus 2016 | 15:04 WIB

Di Tengah Pesta Kemerdekaan, Desa Ini Longsor, Warganya Mengungsi

Di Tengah Pesta Kemerdekaan, Desa Ini Longsor, Warganya Mengungsi

News | Rabu, 17 Agustus 2016 | 17:52 WIB

Waspada 217 Titik Api, Jokowi Perintahkan Segera Tangani

Waspada 217 Titik Api, Jokowi Perintahkan Segera Tangani

News | Jum'at, 12 Agustus 2016 | 15:35 WIB

Gunung Gamalama Masih Erupsi, Bandara Babullah Masih Ditutup

Gunung Gamalama Masih Erupsi, Bandara Babullah Masih Ditutup

News | Kamis, 04 Agustus 2016 | 22:23 WIB

10.000 Masker Dibagikan untuk Antisipasi Abu Gunung Gamalama

10.000 Masker Dibagikan untuk Antisipasi Abu Gunung Gamalama

News | Rabu, 03 Agustus 2016 | 23:01 WIB

Terkini

Naik Mobil Komando Aksi 611, Kata Baba Sentil Polisi: Lo Beranak dari Mana, Masa dari Jempol Jokowi?

Naik Mobil Komando Aksi 611, Kata Baba Sentil Polisi: Lo Beranak dari Mana, Masa dari Jempol Jokowi?

News | Jum'at, 06 November 2026 | 17:29 WIB

Sosok Arief Kurniawan Pengendali Korupsi Nikel Sultra Terlacak di Luar Negeri

Sosok Arief Kurniawan Pengendali Korupsi Nikel Sultra Terlacak di Luar Negeri

News | Jum'at, 06 November 2026 | 17:28 WIB

Dari Buku Induk hingga Foto Kacamata, Ini Bukti Akademik Kelulusan Jokowi yang Dibeberkan UGM

Dari Buku Induk hingga Foto Kacamata, Ini Bukti Akademik Kelulusan Jokowi yang Dibeberkan UGM

News | Jum'at, 06 November 2026 | 17:20 WIB

Dukung Tumbuh Kembang Anak, BRI Prioritas Perluas Privilege Lewat Kolaborasi dengan Sequoia School

Dukung Tumbuh Kembang Anak, BRI Prioritas Perluas Privilege Lewat Kolaborasi dengan Sequoia School

Jatim | Jum'at, 06 November 2026 | 17:20 WIB

Ulasan Dear Hyeri: Saat Kepribadian Ganda Jadi Pelarian dari Realita

Ulasan Dear Hyeri: Saat Kepribadian Ganda Jadi Pelarian dari Realita

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 17:15 WIB

Dukung Pendidikan Buah Hati, BRI Prioritas Tawarkan Benefit Eksklusif di Sequoia School

Dukung Pendidikan Buah Hati, BRI Prioritas Tawarkan Benefit Eksklusif di Sequoia School

Riau | Jum'at, 06 November 2026 | 17:13 WIB

IHSG Bertahan di Level 5.000, Ini Sentimen Penggeraknya

IHSG Bertahan di Level 5.000, Ini Sentimen Penggeraknya

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 17:13 WIB

Ini Alasan Sering Pakai Pengisi Daya Cepat Bisa Perpendek Umur Baterai Mobil Listrik

Ini Alasan Sering Pakai Pengisi Daya Cepat Bisa Perpendek Umur Baterai Mobil Listrik

Otomotif | Jum'at, 06 November 2026 | 17:10 WIB

WhatsApp vs Telegram: Mana yang Lebih Mudah Disadap?

WhatsApp vs Telegram: Mana yang Lebih Mudah Disadap?

Tekno | Jum'at, 06 November 2026 | 17:09 WIB

Siapkan Masa Depan Anak, BRI Prioritas Hadirkan Privilege Eksklusif di Sequoia School

Siapkan Masa Depan Anak, BRI Prioritas Hadirkan Privilege Eksklusif di Sequoia School

Sumut | Jum'at, 06 November 2026 | 17:08 WIB

×