Megawati Sindir Bupati Banyuasin Ditangkap KPK Usai Pengajian

Adhitya Himawan, Ummi Hadyah Saleh

Kamis, 08 September 2016 | 16:20 WIB
Megawati Sindir Bupati Banyuasin Ditangkap KPK Usai Pengajian
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, melantik jajaran pengurus pusat Baitul Muslimin Indonesia di kantor DPP PDIP,Jakarta, Kamis (8/9). [suara.com/Oke Atmaja]
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyindir salah satu politisi Partai Golkar yang menjabat sebagai Bupati Banyuasin, Sumatera Selatan, Yan Anton Ferdian yang ditangkap penyidik KPK saat operasi tangkap tangan (OTT) di kediaman rumah dinas, setelah menggelar pengajian untuk keberangkatan haji. Menurutnya, jika seseorang belum mampu tidak dipaksakan untuk menunaikan rukun Islam kelima tersebut.
 
Hal ini disampaikan Megawati dalam sambutan pelantikan pengurus baru Pengurus Pusat Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) periode 2016-2020 di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Menteng, Kamis (8/9/2016).
 
"Urusan agama urusan sama ya disana. Maaf ya pak, yang ditangkep itu yang buat naik haji, nggak bisa haji ya nggak popo lah,"ujar Mega dalam sambutannya.
 
Mega menilai, semua tindakan baik buruk manusia akan dilihat oleh Tuhan Yang Maha Esa. Menurutnya, agama Islam merupakan agama  yang rahmatan lil alamin yang membawa rahmat bagi semesta alam dan harus diterapkan dalam diri seseorang.
 
"Dari langit yang terlihat, masih ada langit yang tidak terlihat. Jadi yang benar dong, yang rahmatan lil alamin, yang dimasukkan ke dalam hati," katanya
 
Sebelumnya KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Banyuasin, Sumatera Selatan, Yan Anton Ferdian pada Minggu (4/9/2016) pukul 13.00, saat sedang menggelar acara pengajian persiapan keberangkatan  ibadah haji. 
 
Yan Anton merupakan anak dari mantan Bupati Banyuasin periode sebelumnya, yaitu Amiruddin Inoed. Dia diduga terlibat upaya suap-menyuap terkait anggaran dinas pendidikan setempat.
 
KPK menetapkan Yan menjadi tersangka pada Senin (5/9/2016). Lima orang yang juga ditetapkan KPK menjadi tersangka yaitu Kepala Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Banyuasin Umar Usman, ‎Kepala Sub Bagian Rumah Tangga Pemkab Banyuasin Darus Rustami, Kasie Pembangunan dan Peningkatan Mutu Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin Sutaryo, pengepul bernama Kirman, serta Zulfikar Muharam yang merupakan pemilik CV Putra Pratama. 
 
Yan Anton diduga menerima suap Rp1 miliar dari Zulfikar dengan menjanjikan proyek-proyek dinas. Diduga, Yan turut melibatkan para anak buah dalam ijon proyek.
 
KPK kemudian menjerat Yan, Umar, Darus, Sutaryo, dan Kirman sebagai penerima suap dengan Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 5 ayat 1 kesatu KUHP.
 
Sementara Zulfikar selaku pemberi suap dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13‎ UU Tipikor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jadi Tersangka KPK, Ini Total Kekayaan Bupati Banyuasin

Jadi Tersangka KPK, Ini Total Kekayaan Bupati Banyuasin

News | Selasa, 06 September 2016 | 16:25 WIB

Dibekuk KPK, Golkar Minta Yan Anton Taati Proses Hukum

Dibekuk KPK, Golkar Minta Yan Anton Taati Proses Hukum

News | Senin, 05 September 2016 | 13:21 WIB

Mendagri Merasa Salah dengan Kasus Bupati Banyuasin Dibekuk KPK

Mendagri Merasa Salah dengan Kasus Bupati Banyuasin Dibekuk KPK

News | Senin, 05 September 2016 | 09:48 WIB

KPK Periksa Mantan Dirjen Minerba Terkait Kasus Nur Alam

KPK Periksa Mantan Dirjen Minerba Terkait Kasus Nur Alam

News | Jum'at, 02 September 2016 | 11:34 WIB

Bareskrim Bidik Tiga Kepala Daerah Tersangka Dugaan Korupsi

Bareskrim Bidik Tiga Kepala Daerah Tersangka Dugaan Korupsi

News | Kamis, 09 Juli 2015 | 15:15 WIB

Terkini

Jokowi Buka-bukaan Soal Isu Ijazah Palsu: Ada Penumpang Gelap dan Operasi Politik!

Jokowi Buka-bukaan Soal Isu Ijazah Palsu: Ada Penumpang Gelap dan Operasi Politik!

Surakarta | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:04 WIB

Target 70 Ribu Personel! Polri Siapkan Polisi Khusus Kehutanan untuk Tangani Karhutla

Target 70 Ribu Personel! Polri Siapkan Polisi Khusus Kehutanan untuk Tangani Karhutla

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:04 WIB

Ibu Korban Blackout Batam: Hasil Pompa ASI Berminggu-minggu, Basi Dalam Hitungan Jam

Ibu Korban Blackout Batam: Hasil Pompa ASI Berminggu-minggu, Basi Dalam Hitungan Jam

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:03 WIB

Hamenang Wajar Ismoyo dari Partai Apa? Bupati Klaten yang Diciduk KPK

Hamenang Wajar Ismoyo dari Partai Apa? Bupati Klaten yang Diciduk KPK

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:02 WIB

Prabowo Tambah Wamenhan Jadi Dua Tuai Kritikan: Bukan Efisien, Tapi Makin Rumit

Prabowo Tambah Wamenhan Jadi Dua Tuai Kritikan: Bukan Efisien, Tapi Makin Rumit

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:02 WIB

DPR Musikal Terbukti Nyata: Saat Isu Karhutla Kalah Tajam dari Drama Medsos

DPR Musikal Terbukti Nyata: Saat Isu Karhutla Kalah Tajam dari Drama Medsos

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Gempa M 4,1 Guncang Sukabumi, 19 Rumah Rusak dan 61 Warga Terdampak

Gempa M 4,1 Guncang Sukabumi, 19 Rumah Rusak dan 61 Warga Terdampak

Jabar | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 13:56 WIB

Pemerintah Gelar Rapat Dadakan Bareng KSSK buntut Laporan MSCI

Pemerintah Gelar Rapat Dadakan Bareng KSSK buntut Laporan MSCI

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 13:55 WIB

BEI Klaim Bukan Kasta Terendah, Ini Penjelasan Standalone Market

BEI Klaim Bukan Kasta Terendah, Ini Penjelasan Standalone Market

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 13:55 WIB

5 AC Portable 1/2 PK yang Hemat Listrik dan Dingin, Fleksibel Bisa Dipindah Geser

5 AC Portable 1/2 PK yang Hemat Listrik dan Dingin, Fleksibel Bisa Dipindah Geser

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 13:54 WIB

×