BPOM Diminta Awasi Peredaran Obat Palsu Secara Intensif

Adhitya Himawan | Dian Rosmala | Suara.com

Jum'at, 09 September 2016 | 10:40 WIB
BPOM Diminta Awasi Peredaran Obat Palsu Secara Intensif
Badan POM bekerjasama dengan Bareskrim Polri merilis puluhan ribu obat palsu di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (6/9). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Nasional Demokrat, Amelia Anggraini mengapresiasi kerjasama aparat kepolisian dan Badan Pengawas Obat dan Makanan yang telah berhasil membongkar sindikat pemalsuan obat di berbagai tempat.

Diketahui, peredaran obat tidak layak konsumsi, akhir-akhir ini semakin marak. Tercatat, pada 1/9/2016,  Polda Metro Jaya menggerebek tempat penyimpanan berbagai merk obat kadaluwarsa di Jalan Kayu Manis, Utan Kayu Selatan, Jakarta Timur.

Setelah itu, keesokan harinya, pada 2/9/2016, tim gabungan dari Bareskrim dan Badan Pengawas Obat dan Makanan, menemukan lima gudang produksi dan distribusi besar obat ilegal di Kompleks Pergudangan Surya Balaraja, Balaraja, Banten.

"Saya ingin memberikan apresiasi kepada Bareskrim Polri yang telah berhasil mengungkap kasus ini," kata Amel di DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (9/9/2016).

Namun demikian, keberhasilan tersebut tidak boleh mengesampingkan peran serta Badan POM. Menurut Amel,  terungkapnya kasus tersebut pada dasarnya belum menyelesaikan masalah.

Amel mengatakan, masifnya peredaran obat palsu dan kadaluwarsa seharusnya  bisa diantisipasi jika pola koordinasi dan pengawasan Badan POM terhadap perusahaan obat berjalan dengan baik dan maksimal,  serta melibatkan semua pemangku kepentingan.

Sebab itu, Amel minta Badan POM tidak hanya melulu mengurus persoalan hilir saja, akan tetapi juga melakukan penekanan yang lebih intensif terhadap perusahaan-perusahaan farmasi.

"Jadi alur pengendalian dan pengawasan dari hulu ke hilir harus jelas dan maksimal," ujar Amel.

Anggota Komisi Kesehatan ini juga meminta kepada BPOM untuk bekerjasama dengan semua pemangku kepentingan terutama dinas-dinas kesehatan di Provinsi maupun kabupaten/kota.

"Jangan lupa juga NGO (Non Goverment Organisation) yang fokus dalam persoalan ini. Saya tahu personel Badan POM ini masih terbatas, sehinga disitulah pentingnya Badan POM melakukan kerjasama," kata Amel.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Marak Obat Palsu, Politisi NasDem Minta UU Kesehatan Direvisi

Marak Obat Palsu, Politisi NasDem Minta UU Kesehatan Direvisi

News | Jum'at, 09 September 2016 | 10:35 WIB

Ketahuan Jual Obat Palsu, Ahok: Tutup Tokonya!

Ketahuan Jual Obat Palsu, Ahok: Tutup Tokonya!

News | Kamis, 08 September 2016 | 11:45 WIB

Para Pedagang Obat Palsu Bersiaplah Diusir Ahok

Para Pedagang Obat Palsu Bersiaplah Diusir Ahok

News | Jum'at, 02 September 2016 | 12:18 WIB

Harga Rokok Naik, Nasdem Takut Banyak PHK Buruh Pabrik Rokok

Harga Rokok Naik, Nasdem Takut Banyak PHK Buruh Pabrik Rokok

Bisnis | Senin, 22 Agustus 2016 | 14:34 WIB

Serum Antitetanus Palsu Beredar di Sumatera Selatan

Serum Antitetanus Palsu Beredar di Sumatera Selatan

News | Rabu, 10 Agustus 2016 | 08:00 WIB

Membludaknya Tenaga Kerja Asing Timbulkan Kecemburuan

Membludaknya Tenaga Kerja Asing Timbulkan Kecemburuan

Bisnis | Selasa, 09 Agustus 2016 | 10:11 WIB

Dokter Asing Masuk Indonesia, Ini Tanggapan Anggota Komisi IX

Dokter Asing Masuk Indonesia, Ini Tanggapan Anggota Komisi IX

DPR | Jum'at, 15 Juli 2016 | 13:58 WIB

Terkini

Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat

Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:48 WIB

Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan

Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:31 WIB

Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun

Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:20 WIB

Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos

Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:20 WIB

Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden

Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:17 WIB

Program SMK 4 Tahun dan SMK Go Global Mulai Berjalan, Ini Jurusan yang Jadi Prioritas

Program SMK 4 Tahun dan SMK Go Global Mulai Berjalan, Ini Jurusan yang Jadi Prioritas

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:14 WIB

Sowan ke MUI, KSP Dudung Siap Lapor Aspirasi Ulama ke Presiden Prabowo

Sowan ke MUI, KSP Dudung Siap Lapor Aspirasi Ulama ke Presiden Prabowo

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:07 WIB

KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus DJKA ke Eks Menhub Budi Karya Sumadi

KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus DJKA ke Eks Menhub Budi Karya Sumadi

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:02 WIB

Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!

Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:57 WIB

PRT Bakal Disertifikasi, Wamen PPPA Veronica Tan Siapkan Skema Pelatihan agar Hak Pekerja Terpenuhi

PRT Bakal Disertifikasi, Wamen PPPA Veronica Tan Siapkan Skema Pelatihan agar Hak Pekerja Terpenuhi

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:56 WIB